Judul : I Don’t Wanna Hurt You
Main Cast : Im Yoona Ah (Snsd), Lee Donghae (Super junior)
Author : Meiliyani
Rating : General
Genre :Romance and Sad
DON’T BE SILENT READERS! REMEMBER THAT I ASSUME YOUR SIN !
Love is.
You are not by my side now
Love is cherish for one another
Love is being together
Love is merely that
But you are not by my side now
Feeling is thinking about everyday
Feeling is missing
Feeling will continue like this, what should I do now?
Yoona baru saja menyelesaikan urusannya di berlin. Seperti yang telah direncanakan tujuannya pulang kenegara asalnya Korea Selatan adalah untuk menemui sang suami dan sanak keluarganya. Saat ini yeoja itu sedang berjalan santai sambil menggeret kopernya di bandara. Yeoja itu tampak sesekali meregangkan otot-ototnya yang kaku.
“Aku kembali” gumamnya riang. Dia kembali berjalan, senyuman tak pernah pudar dari wajah Yoona. Dia terus merekahkan senyumannya. Bak seorang yang baru saja keluar dari sebuah penjara. Tapi bedanya penjara yang selama ini dia hadapi adalah sebuah perusahaan. Yeoja itu sudah dua tahun berada di Berlin untuk mengurus saham yang berada disana. Dan hari ini, urusan itu baru saja kelar. Yeoja itu melambai ramah kearah supirnya. Kaki jenjangnya membawanya mendekati lelaki itu.
“Kau semakin cantik dan semakin cantik agasshi” puji sang supir sembari mempersilahkan Yoona masuk kedalam mobilnya.
“Aigoo pak Han. Gamsahamida. Ah iya, apa Donghae mengetahuinya?” Pak Han tersenyum ramah. Lalu masuk kedalam mobil.
“Seperti perintah agashi, dia belum mengetahuinya” balas Pak Han. Yoona mengangguk mengerti, Yeoja itu memandang ke arah jendela transparan di sebelahnya. Sejauh yang ia lihat, di ujung sana hanya ada segumpalan awan putih dan birunya langit. Di ketinggian tiga ribu kaki ia tersenyum melihat awan itu.
“Aku benar-benar rindu negara ini” Gumamnya bahagia. Sejenak Yoona memejamkan matanya, sekedar untuk memperistirahatkan badannya.
Lee Yoona, singkat cerita Yoona adalah istri dari pengusaha muda sukses yang berhasil mengolah perusahaan ayahnya, Lee Donghae. Namja ulet itu memperisti Yoona 3 tahun lalu, sebelum akhirnya mereka berpisah, karena setelah satu tahun mereka menikah Yoona akhirnya ditunjuk Appanya untuk menjadi Direktur diperusahaannya, sehingga membuat Yoona harus rela terbang ke Berlin, mengurusi berkas-berkas, laporan, dan saham yang berada dinegara tersebut.
Yoona dan Donghae memang sudah menjalin sebuah hubungan sejak Sma. Hingga disaat umur Yoona 21 dan umur Donghae 24 tahun mereka disuruh menikah. Awalnya keduanya menolak karena umur mereka yang masih muda. Tapi karena terus didesak oleh orang tua keduanya, akhirnya mereka menyetujui pernikahan tersebut.
Biasanya jika Yoona dan Donghae sedang rindu. Mereka berhubungan lewat video call. Awalnya memang. sulit jauh dari pasangannya, tapi akhirnya Yoona dapat menyesuaikan dirinya di london.
♡♡♡
“Aigoo kau itu bagaimana sih. Masa hal
seperti itu saja kau tidak bisa mengatasi” geram Donghae, saat melihat
isi map yang diberikan oleh sang seketaris. Donghae melempar map itu di
meja hadapannya.Sang seketaris yang tampak takut dengan Donghae hanya menunduk takut. Dalam pikiran yeoja itu hanyalah ungkapan umpatan, yang mengarah untuknya.
‘Aku bodoh..aku bodoh.. Kau dalam masalah hwang Jennie’
“Bawa ini! Dan perbaiki, lalu bawakan kembali untukku” ujarnya. Sepertinya Donghae sudah menetralisir kemarahannya. Hingga dapat terlihat raut ketenangan diwajahnya.
“Ne Songsenim” Sang seketaris berjalan mendekati Meja yang diatasnya terletak map tersebut.
“Yak!”
♡♡♡
Yoona
memejamkan matanya sejenak, merasakan hembusan angin menerpa kulit
wajahnya. Dia menghirup kuat udara disekitarnya. Mengisi penuh
paru-parunya dengan udara itu. Udara yang sudah lama tidak dia jumpai,
udara yang selalu menorehkan kenangan untuknya. Seoul.
Yoona tersenyum kecil saat matanya menangkap sebuah gambaran.
Gambaran sebuah pintu ruangan yang didepannya tertempel papan bertuliskan **Direktur*.
Tangan kecilnya menyambut knop pintu ruangan tersebut, lalu menariknya kebawah.
“Opp..” Mata Yoona membulat sempurna saat mendapati seorang Yeoja duduk di pangkuan Suaminya.
“Yak!” Donghae mendorong yeoja diatasnya. Bersamaan dengan yeoja itu juga ikut cepat menyingkir dari Donghae. Donghae menoleh, dan mendapati Yoona menutup mulutnya dengan tangannya.
“Yoo..Yoona” ujar Donghae setengah terkejut. Namja itu berjalan mendekati Yoona, yang terus berjalan mundur saat Donghae berjalan mundur.
“Jangan mendekat!” Donghae tidak menggubris. Dia terus berjalan mendekati tubuh mungilnya.
“K..kau sudah kembali Yoona ah” pinta Donghae berbinar.
“Sudah Kubilang berhenti. Jangan mendekat”
Donghae segera memeluk tubuh sang istri penuh kasih. Yoona merintih meminta dilepaskan.
“Jangan menyentuhku! Lee Donghae!” Pekiknya saat berhasil lepas dari pelukan Donghae. “Jadi inikah yang kau lakukan saat aku tidak ada!” Lanjutnya.
“Kau..kau salah paham Yoong-ah” pinta Donghae berusaha memberi penjelasan.
“K..kau Bohong! Kita.. Kita” Yoona menghela nafas kasar. Setetes air mata jatuh dipelupuk matanya.
“Aku ingin kita bercerai” imbuhnya lalu meninggalkan Donghae yang masih terpaku mendengar penuturannya. Sejenak kemudia Donghae mengerti maksud Istrinya dan berusaha mengejar Yoona
♡♡♡
“Biarkan aku pergi! Aku benci padamu! Itu menjijikan Lee Donghae!”
“Itukah yang dikatakan salah paham? Dia duduk dipangkuanmu Lee Donghae! Bagaimana bisa itu ketidak sengajaan”
“Yoona dengarkan aku dulu?”
“Apa yang harus aku dengar lagi darimu?! Aku ingin kita cerai!”
Donghae terpaku Jantung Donghae bekerja 10 kali lipat lebih cepat sekarang, Ia panik, wajahnya pucat pasi, jantungnya berdebar kencang, suaranya terdengar lirih dan takut, “Kau salah paham Yoona.. Aku..” ucapnya seraya meraih tangan Yoona dan meletakkannya di depan dadanya. Rasa takut mencengkeram hatinya sekarang. Ketegangan menyelimuti keduanya
Dia tidak ingin kehilangan istrinya, apalagi karena hal yang sangat-sangat tidak sengaja itu, terasa tak adil baginya. Itu bukanlah kesalahannya, tapi itu adalah ketidak sengajaan, tentu saja dia tak rela hanya karena hal itu Yoona rela meninggalkannya.
“Kumohon dengarkan aku!” mohon Donghae dengan suara parau dan tercekat. Yoona langsung menepis pelan tangan Donghae yang berusaha menahannya,
“Tidak ada yang perlu aku dengarkan lagi darimu” ucapnya memunggungi Donghae. Airmatanya jatuh, hatinya sakit, luka yang lebih parah kini muncul mengisi beberapa sudut hatinya. Peristiwa yang dilihatnya 10 menit yang lalu sudah cukup membuatnya percaya Donghae sedang bermain api dibelakangnya. Ditambah akhir-akhir ini nomor Donghae tidak bisa dihubungi.
Donghae mengacak-acak rambutnya frustasi. Mengapa istrinya begitu susah untuk mendengarkan penjelasannya. Sebegitu marahnya kah Yoona hingga tidak ingin mendengar penjelasan Suaminya.
Donghae segera memeluk Yoona. Yoona meronta ingin dilepaskan. Dia begitu benci dibeginikan, tak ingin dia luluh dan terluka lagi.
“Jika kau mencintaiku lepaskan aku” pinta Yoona pelan.
“Jika aku melepaskanmu. Apa kau tetap pergi?” Tanya donghae disela pelukannya. Tidak ada jawaban dari Yoona. Hanya kediaman yang menyerang keduanya. akhirnya Donghae melepaskan Yoona. Dia meraih pundak Yoona.
“Kau tetap bersamaku kan?” Donghae berusaha tersenyum manis, seolah tidak ada masalah yang terjadi diantara keduanya.
‘Plak’
Malah tamparan yang didapatinya. Yoona menangis. Wajahnya merah, menahan gejolak amarah yang sedari tadi terus mengganjal hatinya. Beginikah suaminya? Letih selama perjalanan 13 jam dan sekarang ditambah hatinya yang ikut terluka melihat sang suami bermain api dibelakangnya. Apakah dia mampu untuk bertahan bersama Donghae?.
“Aku tetap pergi” dengan langkah pelan Yoona meninggalkan Donghae yang masih terpaku ditempat. Namja itu terlihat menyentuh pipinya. Dia ingin sekali mengejar istrinya yang sekarang sudah naik kedalam mobilnya dan bergegas pergi. Tapi entahlah, kakinya seolah menahannya untuk pergi.
“Yoona!” Kesadarannya penuh kembali. Dia segera mengejar mobil yang membawa Yoona pergi sekarang.
“Akh!” Desisnya geram. Dia menghentakan sepatunya. Sembari menarik simpul dasinya yang semula rapi.
♡♡♡
Ini sudah lima
hari sejak kepergian Yoona. Lima hari juga dia terus menyendiri
dirumahnya bersama Yoona. Memilih berdiam diri disana daripada harus
berangkat kerja. Diotaknya hanya berpikir cara menemukan istrinya, di
batinnya terus mencemaskan yeoja itu, hatinya terus menyebut nama
istrinya itu.
Tapi satu masalah lagi yang mengganjal dirinya.
‘Dimanakah istrinya itu? Apakah dia baik-baik saja’
Donghae masih berbaring ditempat tidurnya padahal matahari sudah menerangi bumi. Sinar matahari yang masuk melalui celah jendelanya menerpa wajah kusut itu. Tapi tidak membuat Donghae bangkit dari ranjangnya. Dia lebih memilih untuk berbaring lebih lama lagi. Gairah aktivitasnya sudah tidak ada lagi dibenak namja itu. Yang dipikirkannya hanyalah Yoona.
‘Ting-Tong’
Dengan langkah malas Donghae bangkit dari tempat tidurnya berjalan pelan menuju pintu ruang tamunya. Dia sudah tidak peduli lagi dengan penampilannya sekarang, acak-acakkan dengan mata yang masih sedikit mengantuk.
“Tuan ada paket untuk anda” seorang namja dengan proporsi badan pendek dengan senyuman manis menyapa Donghae ramah. Namja itu mengeluarkan kotak berwarna coklat dibalik tas selempangnya. Dan menunjukkannya pada Donghae.
“Mohon tanda tangan disini” Donghae segera menandatangani. Dan Donghae tersenyum hangat.
“Gamsahamida tuan” Ujar pengantar paket Donghae tersebut. Namja pendek itu membungkuk sopan lalu pergi.
Donghae membuka kotak coklat ditangannya penuh rasa penasaran. Tidak ada alamat sang pengirim tercantum dikotak tersebut. Lalu pelan-pelan dibukanya kotak itu.
2 gulungan kertas beserta 1 tangkai bunga mawar ada didalamnya.
Donghae mengambil salah satu gulungan kertas dikotak tersebut. Gulungan kertas itu berwarna merah.
‘Oppa’Donghae menyernyit bingung. Siapa yang mengirimkan surat ini padanya. Dia pun melanjutkan aktivitas membacanya ke bawah.
‘Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja. Ku pikir sekarang mungkin kau sedang bersenang-senang. Apa yang kau lakukan sekarang? Bersenang-senang bersamanya? Kau sedang mengajaknya ke rumah kita sekarang’Donghae pun terkesiab. Dari cara penulisan surat ini, Donghae sudah mengira bahwa surat ini dari Yoona, istrinya. Dia menajamkan matanya. Membaca secara teliti kata per kata.
‘Mianhae oppa seharusnya aku tidak meninggalkanmu terlalu lama dikorea. Tapi sudahlah, semua sudah terlanjur terjadi, oppa bukalah surat yang satunya lagi. Aku pikir itu sebuah hadiah untukmu. Tanda tanganilah surat itu. Aku akan kembali, untuk menyelesaikan masalah ini.
-Yoona-’
Donghae beralih
untuk memijat pelipis kepalanya, entahlah perasaan gelisah kembali
menyelimutinya. Matanya kembali menatap kotak coklat disampingnya. Dia
mengambil gulungan kertas putih didalam kotak itu. Tangannya dengan
pelan melepaskan pita yang melingkar dikertas itu. Kertas putih itu pun
terbuka.
Mata pekat Donghae melebar, saat mengetahui apa yang ada didalamnya. Akhirnya dia menyadari maksud Yoona sebenarnya.‘SURAT PERCERAIAN’
TBC

asikk ada FF baru lagi, tapi ini pendek eonn..
ReplyDeletejiahh... baru mulai udh main mau cerai2 an aja >,< gak terima eonn, pokoknya gak boleh cerai mereka harus bersatu #keukeuh
pokonya ditunggu yahh nextpartnya ^^
wah ada ff baru nih :)
ReplyDeleteyoonhaenya jangan cerai dong masak belum-belum udah mau cerai sih
happy ending ya :D
next partnya ditunggu chingu :)
NExt
ReplyDeletePark HA Ra
kasian donghae,,,,,
ReplyDeleteyoona u salah paham...
semoga kalian tdk jdi bercerai....amien.....
I was recommended this website by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as no one else know
ReplyDeletesuch detailed about my problem. You're incredible! Thanks!
Feel free to visit my web-site :: how to unlock iphone free
Definitely imagine that which you stated. Your favourite justification seemed to be on the web the easiest thing to take into accout of.
ReplyDeleteI say to you, I certainly get annoyed even as
other people think about worries that they plainly don't understand about. You controlled to hit the nail upon the top and defined out the whole thing with no need side-effects , other folks could take a signal. Will likely be back to get more. Thanks
Also visit my web page : cheap jersey
Sebagai reader yang baik aku harus meninggalkan jejak!!
ReplyDeleteCeritanya seru. Tapi siapa yg duduk di pangkuan donghae??
Sebagai reader yang baik aku harus meninggalkan jejak!!
ReplyDeleteCeritanya seru. Tapi siapa yg duduk di pangkuan donghae??