Sunday, August 26, 2012

Queen In My Mind : Part 1



Cast              : Lee Donghae, Im Yoona,  Park Chanyeol

Other Cast  :  Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Choi Siwon dll

genre           : Romance, Frienship, family,

Author        : Meiliyana

Anyeonghaseo Readers Deul!! . Author Comeback with FF yang teramat amat sangat gaje sekali. Masih dengan pairing dan couple kesayangan author Yana "YoonHae" kekeke~. Entah mengapa ide cerita ini muncul menghantui Author, Jadi author manfaatin dengan menuangkannya menjadi cerita ¬_¬ . Btw Follow Twitter Author ya : @Yanameiliyana . Mau follback? Tenang saja Author sangat membuka hati jika kalian ingin minta follback, MENTION terus author bakal Follback Oke (>͡ .̮ Ơ̴͡).

A.N : Ya udah daripada Author banyak cingcong, mending kita baca nih FF. But.... DON'T FORGET TO LEAVE A COMMENT tak bosan-bosannya author mengingatkan Kalian tentang ini. Author harap Kalian dapat mengerti. Ya udah, Happy Reading, Readers :)

get out, get out, get out of my head
And fall into my arms instead
I don't, I don't, don't know what it is
But I need that one thing
And you've got that one thing


"YEOBOSEYO!! YAK MANA JEMPUTANKU." Rutuk  seorang namja tampan yang sambil mengedarkan pandangannya sekeliling terminal kedatangan International bandara Incheon.

"Mwo?! Kau sudah di Seoul? Kapan?." Balas orang di seberang telepon terkejut.

"AISHH! JINJJA!!! JANGAN BANYAK TANYA, CEPAT JEMPUT AKU!!!!." Bentak namja itu.

"AIGOO, YAK! TELINGAKU HAMPIR TULI BODOH!! BAIKLAH AKU AKAN MENGIRIMKANMU MOBIL PRIBADI!." Jawab orang di seberang telepon yang tak mau kalah nyaringnya penutup percakapan.

"Sabar Lee Donghae, jaga imagemu di depan umum." Namja itu membatin sendiri sembari membenarkan kacamatanya dan beranjak menuju sebuah Coffee Shop yang ada di bandara.


ヾ(`д´)┌┛☆)`з')

 "Kabar buruk...Kabar buruk!." Pekik seorang polisi muda yang berlari menuju ruang utama kantor Pos Polisi.

"Aiiis, HYA!! Ada apa?!." Bentak Polisi yang satunya dengan pandangan yang masih tetap

"Itu...Itu...Itu.. Polisi Im Yoon Ah sudah kembali dari Amerika." Ujarnya yang masih ngos-ngosan karena berlari terlalu kencang.

"MWO?!." Jerit Segerombolan Polisi yang awalnya tadi sedang berkumpul, tapi langsung tersentak ketika mendengar berita buruk tersebut.

"Eottokke, baru sebulan Kita merasakan kebebasan, tapi sekarang Dia kembali." Cemas seorang Polisi wanita yang hanya ada satu-satunya di ruangan itu.

"Ada apa ini?! Mengapa semuanya jadi ribut begini. Sana kembali bekerja lagi. Ingat Kewajiban Kita adalah mengayomi masyarakat." Seorang lelaki muda yang tampan dan bertubuh kekar tiba-tiba saja sudah berdiri di depan pintu, tetapi nampaknya Dia membawa seseorang di belakangnya. "Perkenalkan, Dia adalah Junior baru Kita dan Dia juga akan menjadi Partner baru Nona Im Yoon Ah." Lanjutnya lagi.

"Anyeonghaseo joneun Park Chanyeol Imnida. Semuanya harap dapat membantu saya." Ucap polisi baru itu sembari menundukkan kepala kearah para sunbaenya.

"Eomooo, Neomu Kyeoptaaaa!!." Seru Polisi wanita itu geregetan.

"Aiss, Hya! Polisi Kim Taeyeon, kau tidak ingat ada aku disini." Tegur Polisi lain yang bernama Park Jungsoo. Ucapannya hanya ditanggapi ekspresi muram dari Taeyeon dan Chanyeol hanya tersenyum. 

ヾ(`д´)┌┛☆)`з')

Seorang wanita Cantik duduk dengan tenangnya di dalam sebuah Coffee Shop, di sikapi bak putri kerajaan Ia meminum tiap teguk Cappucino dengan anggunnya.

"Akhirnya Aku pulang. Harabeoji na bogoshippeo." Tuturnya sendiri dalam hati, sesekali ia menunggingkan sebuah senyuman di raut wajahnya. Tanpa di sadari oleh dirinya, dari kejauhan seseorang namja tampan sedang menatapnya.

ヾ(`д´)┌┛☆)`з')

"I'M FREE NOW!! YEAH!." Donghae berteriak girang di jalanan pelosok kota Seoul, kini Ia sangat menikmati liburannya. Sesekali Ia mengulurkan tangannya keluar dari jendela mobilnya.

"Ahjussi, tolong  Kau antarkan Aku kerumah Kibum. Jebbal." Perintah Donghae kepada supir suruhan Kibum.

"Ne? Apa tuan tidak ingin Kita pulang dulu. Nyonya sudah menunggumu." Tukas Sang supir yang masih sibuk dengan menyetirnya, mata terfokus pada pandangan lurus.

"Aisssh, Ahjussi mau melawan sekarang?. Turuti saja kataku, nanti kalau Eommoni marah biar Aku yang tanggung." Sergah Donghae Dengan santainya.

ヾ(`д´)┌┛☆)`з')

"Oseo oseyo semuanya, aku kembali." Seru Yoona lantang yang tiba-tiba saja sudah berada di Ruangan utama kantor kepolisian tersebut. Tapi sapaannya hanya ditanggapi dengan tatapan "MENGAPA KAU TIDAK BERLAMA-LAMA SAJA DI AMERIKA!.". Dari para anggota Polisi yang sedang bertugas.

"Hei, Polisi Im Yoon Ah. Lama Kita tidak bertemu." Tegur seorang namja yang tak lain adalah kaptennya.

"Ah sunba... Eh maksudnya Kapten." Balasnya gelapan.

"Ada satu berita yang mau aku beritahu kepadamu. Perkenalkan namanya Park Chanyeol. Dia adalah junior baru kita sekaligus menjadi partner bekerjamu kalau sedang patroli." Jelas Sang Kapten sembari menarik lengan polisi baru itu.

"Anyeonghaseo sunbaenim Joneun Park Chanyeol. Tolong bimbingannya. " Sahut Chanyeol menunduk hormat.

"Ne..ne anyeong." Timpal Yoona dengan wajah datar. "Baiklah Karena Kita adalah Partner, Aku harap Kita dapat bekerja sama dengan baik." Lanjutnya.

ヾ(`д´)┌┛☆)`з')

"Sunbae.." Tutur Chanyeol didalam mobil dinas memecahkan keheningan.

"Mwo?." Ucap Yoona yang masih sibuk berkutik dengan kegiatan mengendarainya.

"Boleh ku tahu umurmu berapa?." Tanya Chanyeol dengan lugunya.

"Heh?! Wae? aku lebih tua darimu. Umurku 2 tahun lebih tua darimu." Tukas Yoona.

"Kalau 2 tahun lebih tua berarti umurmu 22 tahun dong?. Ah andweeee!!." Raung Chanyeol sendiri sembari menghitung perbedaan umurnya dengan Yoona.

"HYA?! Igo Mwoya? Mitchin!." Seru Yoona yang jengkel melihat kelakuan juniornya itu.

"Aku suka padamu saat pandangan pertama, Noona. Tap.." Omongan Chanyeol terputus akibat gelak tawa Yoona.

"Bwahahahahaha. Ya! Bocah tengil. Aku tidak suka kepada lelaki yang lebih muda dariku. Jangan berlebihan seperti itu Chanyeol-ah." Balasnya yang masih sedikit terkekeh. "Dan juga jangan panggil aku dengan sebutan Noona!. Karena di dunia ini Aku paling benci dengan 2 kata, yaitu NOONA dan OPPA. Arraseo?." Sambungnya lagi dengan sedikit tegas, Chanyeol hanya bisa mengembungkan pipinya kesal.

"Arraseo! Sunbae ini galak sekali. Tapi Aku rasa pacaran dengan laki-laki yang lebih muda itu sudah ngetrend sekarang hehehehe." Racau Chanyeol sembari menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

"Aisss, Kau mau mati hah? Chanyeol-ah, Aku memandangmu sebagai dongsaengku, tolong jaga sikapmu!." Tegur Yoona yang berhasil membuat Chanyeol patah hati di tempat

Semuanya terdiam tak berbicara hingga terdengar suara komando dari walkie talkie mereka. "Harap untuk Pasukan Park Chanyeol dan Im Yoon Ah yang sedang bertugas di mohon untuk dapat memeriksa sebuah tempat yang terletak di daerah Gangnam, karena di curigai adanya aktivitas perjudian disana."

"Ya...ya...ya lagi-lagi Kita harus ke Gangnam." Sungut Yoona dengan ogah-ogahan.

"Waeyo? Kau nampak malas, sunbae. Bukannya Kita cuma mengecek saja, tidak masuk?." Sergah Chanyeol.

"Siapa bilang!. Kalau kita di suruh untuk menyelidiki masalah perjudian terutama di daerah Gangnam, tempat yang mempunyai banyak bodyguard, Pertanda Kita diperintahkan untuk menyamar, biar identitas Kita tidak  terbongkar." Yoona mengarahkan kemudi mobilnya ke suatu tempat yang sepertinya adalah sebuah Butik pakaian.

Mobil pun terparkir tepat di depan Butik tersebut. Yoona keluar dari mobil dinasnya bersama Chanyeol yang mengekorinya hingga masuk ke dalam butik.

Sesampai di dalamnya mereka bertemu dengan sosok wanita tinggi dan anggun yang tak lain adalah pemilik butik tersebut, "Hya!, Kim Yani! Sudah lama Kita tidak berjumpa!." Pekik Yoona Keras sambil memeluk tubuh wanita bernama Kim Yani tersebut. *AuthorYaniKatanyaMauNarsis (‾⌣‾")*

"Hei, benar Kau Im Yoon Ah. Whoaaa Kau tumbuh jadi sangat cantik setelah pulang dari pelatihan di Amerika." Sahut Kim Yani yang juga ikut membalas pelukan Yoona. "Mana Suamimu? Aku tidak melihatnya." Titah Yoona sembari melepaskan pelukannya dan mencari sosok bernama Kim Joonmyun atau biasa di panggil Suho.

"Oh, suamiku ada di ruang kerjanya, Kau bisa menghampirinya. Nampaknya hari ini Dia sedang tidak ada order jadi bisa kau temui." Yani menunjukkan Chanyeol dan Yoona menuju sebuah ruangan yang bergaya klasik tersebut.

"Disini, Kalau ada apa-apa panggil aku saja." Tawar Yani sembari membuka Pintu ruangan tersebut dan mempersilahkan keduanya untuk masuk.

"Gomawo Yani-ah." Timpal Yoona yang dibalas dengan anggukan ramah dari Yani.

Yoona dan Chanyeol pun segera beranjak menuju ke sebuah Sofa yang telah tersedia di ruangan tersebut, sesekali pandangan keduanya menyusuri seluk beluk yang ada di dalam ruangan itu.

Tak berselang lama, Nampak bayangan sosok laki-laki membuka knop pintu, Yah sosok itu adalah Suho sang Desainer sekaligus pemilik butik dan Suami dari Yani *LirikAuthorYani (﹁_﹁)*

"Hey, welcome back Yoona-ssi. Tumben sekali Kau kesini, membawa rekan lagi." Suho berjabat tangan sekaligus melirik ke arah Chanyeol yang hanya duduk.

"Anyeonghaseo Joneun Park Chanyeol Imnida, Saya adalah partner kerja baru Yoona sunbae." Chanyeol secara spontan menunduk hormat sambil memperkenalkan dirinya.

"Ne, Arraseo silahkan duduk." Suho mempersilahkan keduanya duduk dan memanggil pembantunya untuk menghidangkan minuman untuknya dan untuk Yoona beserta Chanyeol. "Kedatanganmu kali ini untuk apa? Biar ku tebak,
Penyamaran?." Terkanya.

"Yes, Bingo!." Kilah Yoona sembari menjentikkan jari kanannya. "Bisakah Kau memilihkan untuk Kami, pakaian yang bertemakan glamour. Karena malam ini Kami berdua akan mengadakan penyelidikan ke sebuah tempat di daerah Gangnam. Disinyalir adanya kegiatan perjudian illegal disana." Lanjutnya lagi.

"It's Easy, Yoona. Pakaian seperti itu sangat banyak tersedia di Butik Kami, Kau tinggal memilihnya saja." Terka Suho sembari menyambar sebuah katalog di Kolong mejanya.

"Oke, semuanya Aku serahkan kepadamu dan jangan lupakan outfits untuk Dia." Yoona menunjuk ke arah Chanyeol. "Nde? Aku juga diikutkan?." Tanya Chanyeol kebingungan.

"Tentu saja, itu misi Kita berdua, jadi Kita harus bekerja sama." Timpal Yoona tersenyum, baru kali ini Chanyeol melihat atasannya itu tersenyum. Chanyeol hanya bisa mengangguk setuju, secara notabene chanyeol hanyalah seorang Junior yang harus mengikuti aba-aba dari atasannya.

ヾ(`д´)┌┛☆)`з')

"Ya! Kibum-ah! Aigoo semenjak Kau sudah menjadi Kapten, wajahmu makin tampan saja." Donghae berteriak kencang saat melihat Teman lamanya itu sedang duduk santai di teras rumahnya.

"Aishh, bisa pelan tidak? Kau mau tetangga menegurmu." Gerutu Kibum.

"Eiii, ne arraseo!, Aku kembali dari Amerika masa tak ada pesta penyambutan sih?. Bagaimana Kalau Kita ke Gangnam? Rumahnya Eunhyuk." Ajak Donghae bersemangat.

"Shireo! Aku kan Polisi mana Kapten lagi. Jangan ajak Aku, bagaimana Image ku nanti kalau ada rekanku yang melihat Aku berpesta ke sana, apalahi daerah Gangnam." Tolak Kibum malas.

"Tenang saja, Aku akan menelepon Eunhyuk, Kyuhyun, sama Siwon. Ku jamin Kita berlima tak akan ada yang mengenalinya. Ayolah, anggap saja reunian. Kan sudah 4 tahun Kita tidak bertemu." Bujuk Donghae sembari menarik tangan Kibum agar bangkit dari duduknya. Kibum pun terpaksa mengiyakan kemauan sahabatnya itu.


ヾ(`д´)┌┛☆)`з')

"Woaaah, You're So beautiful, Yoona." Puji Suho bersamaan dengan Yani yang melihat Yoona yang berbalut dengan Dress diatas lutut dan bertaburkan berlian kecil di atasnya, sehingga menambah kesan glamour dan elegan pada dirinya. Juga tak lupa Kaki mungilnya dihiasi dengan sepatu hak setinggi 2,5 cm. "Apa ini tidak berlebihan, kan cuma untuk penyamaran. Kenapa di kasih pakaian semahal ini." Yoona menatap heran kepada ketiga orang di depannya, sesekali Ia melirik kebawah melihat dress dan sepatu haknya.

"Ani Sunbae, Neomu Yeppeo." Puji Chanyeol sambil mengacungkan jari jempolnya ke arah Yoona.

Yoona membalikkan tubuhnya ke arah cermin, Kini di hadapannya terdapat dirinya yang mengenakan dress dan high hellsnya itu. Yoona sendiri terperangah melihat penampilannya sekarang, Rasanya Ia tak percaya kalau itu dirinya.

"Andai saja, kalau Kibum sunbae di sini. Mungkin Dia akan melihatku sebagai wanita semestinya. Entah apa yang ada di benaknya tentang diriku. Aku ingin Dia melihatku dalam keadaan seperti ini." Yoona bergumam sendiri sembari tetap menatapi dirinya di cermin atau bisa dibilang Dia melamun sekarang.

"Sunbae, Aku rasa penyamaran Kita sudah siap. Ayo bergerak. Tegur Chanyeol yang membuat Yoona jadi membuyarkan lamunannya.

"Ahhh, ne. Kalau begitu Gamsahabnida Suho-ssi. And Yani-ssi " Yoona dan Chanyeol bersamaan menunduk hormat ke arah Suho dan Istrinya.

"Ne Cheonma" jawab Yani pelan

 "Chamkkaman! Kau tak mau kan penyamaranmu terbongkar. Masa ada wanita dan Pria yang bergaya seperti itu menggunakan mobil polisi?." Tegur Suho lalu memberikan sebuah kunci mobil Ferrari X72 kepada Chanyeol.

Chanyeol yang sudah memakai pakaian ala Street style pun siap melancarkan aksi, Chanyeol dan Yoona menyamar sebagai sepasang suami istri, sesampai di daerah Gangnam ada bermacam-macam tempat mencurigakan. Seperti kedai minum yang tak seperti biasanya dan berbagai macam diskotik.

"Chanyeol-ah, Kita mulai berpencar dulu, ingat cuma kedai minuman saja. Daerah diskotik kita bersama-sama untuk mengantisipasi ada yang mengenal kita, Arraseo?." Jelas Yoona yang sedang bersiap-siap memasang alat GPS di tubuhnya, jikalau ada apa-apa pada dirinya, orang-orang akan mudah mencarinya.

"Ne,Arraseo. Aku duluan ya." Ucap Chanyeol yang mulai beranjak, menyelidiki tempat-tempat yang mencurigakan.

2 Jam kemudian, keduanya kembali berkumpul di dalam mobil dari acara penyelidikannya masing-masing.

"Gimana? Laporkan laporanmu duluan." Sergah Yoona sesampai masuk ke dalam mobil. "Begini, setiap kedai yang aku selidiki selalu mempunyai ijin dari pemerintah, jadi ku simpulkan kedai minuman di sini negatif dengan adanya kegiatan perjudian. Karena perjudian illegal tidak mungkin di laksanakan di tempat yang sudah terdaftar oleh negara. Kalau Sunbae?." Balas Chanyeol sembari mencatat hasil laporan di Ipadnya.

"Negatif. Sama sepertimu." Terka Yoona. "Kalau begitu, misi selanjutnya kita lanjutkan ke daerah diskotik. Tapi ada beberapa Diskotik yang sudah Aku selidiki. Hasilnya Nol besar, tidak ada tanda-tanda kegiatan judi di sana." Lanjut Yoona sembari memberi tanda tempat yang sudah mereka jelajahi.


ヾ(`д´)┌┛☆)`з')

"Hyung!!!! Kalian ini bisa tidak sih berhenti tebar pesona seperti itu? Tidak lihat huh? Yeoja-yeoja tersenyum genit kepada Kita." Omel Kibum yang sudah tidak tahan melihat kelakuan kedua hyungnya, Donghae dan Eunhyuk.

"Beginikah yang namanya reunian? Seharusnya reunian itu tidak ketempat seperti ini." Celetuk Siwon sembari meneguk segelas birnya.

"Eiii, Kau juga Hyung sama saja." Terka Kyuhyun kepada Siwon.

"Mwo?! Aku baru minum seteguk. Tidak sebanyak dua orang di sana." Sahut Siwon sembari menunjuk Eunhyuk dan Donghae yang sedang asyik menggoda wanita di diskotik tersebut.

"Hei..hei... Seperti inilah cara reunian yang menyenangkan. Bebas dan bersenang-senang." Cetus Donghae yang sudah dalam keadaan mabuk, tapi masih mampu meneguk segelas bir. "Benar, sudah lamakan Kita tidak seperti ini. Berkumpul bersama. Ya sudah nikmati saja malam ini." Sahut Eunhyuk tiba-tiba yang sudah merangkul tubuh Donghae.

"Kajja!!." Ajak Eunhyuk dan Donghae bersamaan sembari menarik tangan ketiga orang itu.



ヾ(`д´)┌┛☆)`з')

"Eisss, Sunbae semuanya sudah Kita jelajahi tapi tidak ada tanda-tanda kegiatan Berjudi, Apa Komandan bercanda,ya?" Tanya Chanyeol pada Yoona yang nampak kelelahan setelah seharian hingga malam menyusuri daerah gangnam.

"Tidak mungkin lah. Ya sudah Kita beli minum di sini." Tawar Yoona sembari menunjuk ke sebuah club malam.

"Mwo?! Sunbae, tapi di sanakan hanya menjual Minuman keras seperti Bir, soju, alkohol."

"Kau pikir aku juga mau apa minum seperti itu, kita coba saja. Siapa tau mereka jual minuman bersoda."

Akhirnya mereka berdua masuk kedalam club malam tersebut dengan keadaan masih mengenakan pakaian penyamaran, sehingga siapa saja yang melihat keduanya, tidak akan ada yang tahu kalau mereka adalah seorang polisi.

"Pelayan, apa di sini ada jual minuman soda yang tidak berakohlo?" Tanya Yoona pada seorang pramuniaga yang sedang sibuk melayani pesanan minuman.

"Tentu saja ada. Mau yang mana Coca Cola atau sprite." Tawar sang pelayan yang tampak sedang memperhatikan penampilan Yoona dari atas hingga bawah.

"Coca cola saja deh, 2 ya." Balasnya sembari mengedarkan pandangannya. "Baiklah. Tunggu ya." Ucap sang pelayan, lalu beranjak mengantarkan pesanan.

"Sunbae, coba kau lihat itu, apa mereka tidak malu berciuman di depan umum." Dengus Chanyeol geli sembari menunjuk kepada 2 orang yang sedang asyik berciuman itu.

"Omona! Hei, menjijikkan sekali." Yoona mengalihkan pandangannya ke lantai dua. Dari lantai dua terlihat seorang namja yang sedang mengedipkan mata kirinya atau bisa dibilang menggodanya. "Dasar namja kurang ajar, bagaimana bisa dia bertingkah seperti itu kepada seorang polisi wanita." Umpat Yoona yang rupanya tidak menyadari bagaimana glamournya penampilan dirinya.

"Bukankah itu Kapten." Seru Chanyeol menunjuk ke sosok seorang namja yang rupanya tak asing oleh Yoona.

"Mana?." Sahut Yoona sembari menoleh ke arah yang ditunjukkan Chanyeol. "Omo! Benar itu dia. Tapi kenapa dia ke tempat seperti ini." Lanjutnya lagi.

"Lebih baik Kita hampiri saja." Saran Chanyeol lalu bangkit dan beranjak mendatangi Kibum yang hanya duduk memperhatikan teman-temannya sedang asyik berpesta.

"Loh, kapten sedang apa kesini." Tegur Chanyeol yang membuat perhatian Kibum beralih kepadanya.

"Ah, Kau junior baru itu ya? Tidak papa, aku hanya sedang reunian bersama teman-temanku." Sanggahnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal.

"Ohh, ternyata Kapten bisa juga bersenang-senang hehehe." Kekeh Chanyeol, lalu duduk di samping Kibum.

"Eumh? Ne hehehehe." Balasnya dengan kekehan terpaksa. "Ini kalau tidak permintaan si Donghae Hyung, tidak mungkin aku kesini." Geramnya dalam hati sambil mengeluarkan senyum paksaan. "Tapi, Kamu juga ke sini ngapain?." Sambungnya.

"Aku kesini cuma dalam misi yang di perintahkan Komandan, Aku kesini berdua sama Yoona sunbae. Saat ini kami dalam penyamaran." Bisik Chanyeol pada Kibum karena suara club malam yang ribut. "Itu dia." Tunjuk Chanyeol pada Yoona yang juga hendak menghampiri mereka berdua.

"Omo! Kapten? Woahh kau tampan sekali kalau berpakaian yang kasual." Puji Yoona sesampai di tempat duduk Kibum dan Chanyeol.

"Biasa saja, Kau juga terlihat anggun Yoona-ssi." Balas Kibum lalu meneguk birnya bersikap biasa, tetapi dalam hatinya Ia sangat terpesona dengan penampilan Yoona yang 180 derajat berbeda dari yang biasanya.. "Tapi, ada misi apa sampai-sampai Kalian memeriksa tempat seperti ini, menyamar pula." Sambungnya.

"Kami di perintahkan untuk menyelidiki Kawasan Gangnam karena disinyalir telah terjadi kegiatan perjudian illegal. Untuk antisipasi agar tidak ketahuan identitas Kami jadi menyamar." Jelas Yoona sembari meminum coca colanya.

"Oh, begitu." Jawab Kibum singkat, sembari mengeluarkan singgungan kecil di bibirnya. "Karena,mumpung Kita bertiga sudah kesini, ayo Kita menari bagaimana?." Celetuk Chanyeol, yang tidak tahu sejak kapan Ia sudah berdiri. Yoona dan Kibum hanya saling berpandangan "Kau Duluan", tapi ditepis oleh kedatangan Donghae,Kyuhyun, Einhyuk, dan Siwon yang baru saja datang dari lantai dansa. Dengan backsound lagu Boyfriend dari Justin Biebier, suasana malam itu sangat terasa bebasnya.

"Ternyata Kau sudah ada teman, Kalau begitu Aku dan Chanyeol duluan." Pamit Yoona tersenyum sambil menarik kerah baju chanyeol. Hanya saja, saat akan melangkahkan kakinya satu langkah, langkahnya terhenti karena seperti ada seseorang yang menarik dressnya. Yoona pun menoleh ke arah tersebut, nampak seorang teman Kibum yang sedang mabuk, yang menariknya.

"Agasshi, kenapa tidak bersama Kami saja. Ayo Kita bersenang-senang." Racau namja itu yang masih menahan Yoona.

"Hya! Lee Donghae, dia itu juniorku. Lepaskan Dia." Seru Kibum, lalu melepaskan jeratan Donghae.

"Neomu Yeppeo, Agasshi lebih baik pulangnya nanti saja, mari Kita minum bersama." Rayu Eunhyuk sembari menawarkan segelas soju ke arah Yoona.

"Ah, Mianhamnida, tapi saya di sini hanya karena ada urusan pekerjaan." Tolak Yoona yang masih mengeluarkan senyuman ketabahan.

"Aku mengerti. Putih Mulus juga tinggi." Ucap Donghae yang memperhatikan seluruh anggota tubuh Yoona. "Nde?." Tanya Yoona Bingung.

"Badanmu cukup menggoda Honey, juga rasio buah dadamu pas. Tidak kecil dan tidak besar." Cerocos Donghae yang berhasil membuat semuanya terhenyak.

"Apa maksudmu tuan? Saya tidak mengerti?." Tanya Yoona sekali lagi menahan amarah, karena tidak ingin melampiaskannya Karena salah paham.

"Aku mengerti, Kau bilang Kau kesini karena pekerjaan kan? Berapa pria itu membayarmu, tidurlah bersamaku, Aku akan membayarnya 2kali lipat dari Dia." Sergah Donghae lalu meraih dompetnya, seakan memperolok Chanyeol.

"MWO?! Maaf sepertinya Anda salah paham, saya kesini bukan karena Saya wanita malam, tetapi saya ada pekerjaan yang tidak bisa seenaknya saya bongkar identitas saya di tempat seperti ini." Cetus Yoona yang sudah mengepalkan tangannya mencoba menahan amarah.

"Ya! Donghae. Jaga ucapanmu. Jangan menilai orang sembarangan." Tegur Kibum  mencoba mendinginkan suasana yang mulai panas.

"Aigoo, Agasshi ini. Tak usah sungkan-sungkan, Aku sudah sering bertemu dengan wanita semacam dirimu. Pura-pura menolak kalau tipnya kurang cukup, baik aku tambahkan. 1 juta won? Kamu mau?." Oceh Donghae sembari merogoh sebuah cek dari dompetnya.

Karena dirasa sudah kelewatan batas, Yoona pun meraih cek yang di sodorkan Donghae. Lalu membawa Donghae keluar dari tempat itu atau bisa di bilang ke parkiran. Kibum dan yang lainnya hanya mengikuti dari belakang, karena terasa ada yang tidak beres.

Awalnya Donghae tersenyum senang, sebab Yoona mau menerima cek pemberiannya dan mengajak Ia keluar. Akan tetapi ketika keduanya telah sampai di parkiran Yoona langsung merobek cek pemberiannya.

"IGO MWOYA?!." Bentak Donghae yang tidak terima dengan perlakuan Yoona tadi.

"Tuan! Sebaiknya anda jaga ucapan anda. Kau tahu saya ini siapa?. Saya adalah seorang Polisi yang sedang menyamar, itu sebabnya saya tidak dapat memberitahu anda identitas saya  di dalam club malam itu." Bentak Yoona yang sudah dalam keadaan marah luar biasa.

"Kau Polisi?." Donghae melihat sekali lagi penampilan Yoona dari atas hingga bawah, walau dalam keadaan mabuk. "Nyahahaha, kau berpenampilan seperti ini, disebut polisi? Aku rasa kau lebih tepatnya bisa dibilang Wanita Jalang!." Ejek Donghae meremehkan Yoona yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi.

DBUGH!!!

Sekali tonjokkan keras dipipi kanan, Donghae langsung tersungkur di tempat. Di pegang bibirnya, terdapat darah mengalir.
Donghae berusaha bangkit, tapi  gagal, karena Kedua kakinya selalu diinjak Yoona.

"HYA! BRENGSEK! SUDAH KUPERINGATKAN UNTUK MENJAGA KATA-KATAMU, TAPI KAU MASIH SAJA MEREMEHKAN UCAPANKU TADI! RASAKAN INI!." Umpat Yoona yang sudah dalam keadaan emosi tak terpendam lagi. "ALASAN AKU BERPENAMPILAN SEPERTI INI, KARENA PENYAMARAN." Sambungnya lagi dengan nafas tersenggal akibat emosi yang meluap.

Di saat yang bersamaan Kibum, Chanyeol, Siwon, Kyuhyun, dan Eunhuk segera berlari menghentikan perkelahian ini. Siwon,Kyuhyun, dan Eunhyuk membantu Donghae berdiri, sedangkan Chanyeol dan Kibum meredakan emosi Yoona.

"Omo, Kau wanita, tapi mampu melumpuhkan si Babo ini dalam satu tonjokkan." Puji Eunhyuk di sela-sela peleraiannya.

"Permisi semua, Aku bisa berdiri sendiri." Erang Donghae menepis semua pertolongan dari temannya. Ia mencoba bangkit, hanya saja sedikit tertatih akibat keadaannya yang sedang mabuk, ditambah tonjokkan dari Yoona. "Kau!.. Kalau Kau bukan wanita, sudah ku habisi Kau!." Rutuk Donghae yang merasa tak terima.

"Liat si brengsek itu, masih sempat-sempatnya merasa sok jagoan." Cibir Yoona yang masih geram atas perlakuan Donghae tadi.

"Mwo?! Lihat saja nanti, siapa yang akan menang, Nona Polisi amatiran." Cerca Donghae dengan pandangan tajam ke arah Yoona.

"MWO!!! POLISI AMATIRAN. IISH KAU MAU MATI RUPANYA?!!!." Geram Yoona yang mau mengambil ancang-ancang untuk menghajar Donghae lagi, tapi buru-buru di tepis oleh Kibum yang langsung menggendongnya paksa masuk kedalam mobil miliknya, di susul Chanyeol yang sedang memungut high heelsnya yang tadi terjatuh dari kakinya. Dari kejauhan nampak Donghae sedang menjulurkan lidahnya.

"Lepaskan..Lepaskan...Aku mau memberi pelajaran buat Namja Brengsek itu dahulu." Pinta Yoona yang terus meronta-ronta di gendongan Kibum, Yoona tidak dapat melepaskan cengkraman kuat dari Kibum, sehingga Dia tidak dapat berbuat apa-apa selain hanya bisa meronta-ronta sejadinya.

"Im Yoon Ah, bisakah Kau kendalikan amarahmu. Bukannya Aku membela temanku hanya saja, Kau itu wanita, jangan terlalu memperlihatkan kekuatanmu. Cobalah tabah, walau itu sakit. Aku yakin, kau akan menjadi sangat elegan melebihi ini." Ceramah Kibum, lalu menurunkan Yoona dari dari gendongannya. Yoona hanya tertunduk diam. Perlahan-lahan emosinya mereda, tetapi setitik demi setitik bulir air mata mulai berjatuhan.

"Sudahlah, Aku tau Kau wanita yang kuat. Jangan Kau pikirkan ucapan Donghae tadi. Uljima. Yoona-ssi." Hibur Kibum, lalu menarik Yoona ke dalam dekapannya.

Dari kejauhan dua sorot mata memperhatikan adegan pelukan keduanya. "Sunbae dengan Kapten memang cocok." Ucapnya.


ヾ(`д´)┌┛☆)`з')
 
"Yoona-ssi! Kenapa baru sampai sekarang, cepat pakai seragammu ada orang penting yang harus Kau temui." Taeyeon berlari kencang dengan membawa sebuah seragamm polisi wanita di tangannya.

Seusai memasang seragamnya Yoona beranjak menuju ke sebuah ruang tunggu di kantor tersebut. Ia membuka pintu tanpa melihat orang yang akan Ia temui, Ia langsung menunduk hormat ke arah orang itu. Ia pun bangkit dari acara menunduknya itu. Akan tetapi Ia terhenyak, ketika mendapati orang dihadapannya itu adalah seorang Namja yang baru saja Ia Hantam tadi malam.

Sontak Yoona segera mengambil ancang-ancang kendati jika Donghae mau berbuat macam-macam seperti ancamannya tadi malam. Kebalikan dari yang ada di benak Yoona, kenyataannya Donghae hadir di sana hanya untuk menuntut perlakuan Yoona semalam, tak lupa Pengacara pun Ia gandeng untuk meluruskan
permasalahan itu. "Si kunyuk itu ada apa lagi sih mencariku." Geram Yoona membatin.

"Anda yang bernama Im Yoon Ah -ssi ?." Tanya pengacara wanita setengah baya itu.

"Ne. Saya yang bernama Im Yoon Ah."

"Kau tahu apa masalahmu? Client Saya yang bernama Tuan Lee Donghae menuntut anda tindakan kekerasan yang ada lakukan di club malam tadi malam." Jelas Sang pengacara sembari sesekali matanya melirik ke arah laptopnya, Yoona mendelik kesal ke arah Donghae yang dengan entengnya duduk santai di samping sang pengacara.

"Oh, masalah itu, tentu saja saya masih ingat. Apalagi saya sebagai Korban tentu saja kejadian itu masih membekas di otak saya." Ungkap Yoona yang Tersenyum hambar.

"Chamkkaman, masalah tadi malam Kau berdiri sebagai korban. Heiiii, Kau tak Lihat bekas luka yang kau tinggalkan di sekujur tubuhku." Sungut Donghae sembari memperlihatkan bagian tubuhnya yang terdapat luka.

"Ouuuww, kasihan. Tapi luka fisik belum seberapa parahnya dengan luka dalamku, akibat kata-kata absurdmu kemarin. Mwo?! Wanita jalang! KAU PIKIR AKU TAK PUNYA HARGA DIRI HUH?!." Seru Yoona yang nada suaranya mulai meninggi.

"Baiklah, jadi bisa di bilang Tuan Lee Donghae adalah provokator awalnya perkelahian ini bisa terjadi?." Simpul dari sang pengacara yang rupanya bijak.

"Ya, tepat sekali." Sahut Yoona mantab.

"Tapi..tapi.. Biar bagaimanapun akibat insiden semalam, seluruh tubuhku luka memar." Kilah Donghae yang berpura-pura menahan rasa sakitnya itu.

"Aigoo Kau ini payah sekali sih, luka seperti itu sudah biasa bagiku." Ejek Yoona

"Baiklah Aku rasa masalah ini bukanlah masalah besar, jadi Kita tidak harus membawanya sampai ke pengadilan dan Lee Donghae-ssi, Mianhaeyo. Saya tidak dapat membantu masalah Anda sampai akhir, karena Saya rasa cukup sampai di sini penyelesainnya. Gamsahabnida." Ujar sang pengacara sambil berjabat tangan dengan Yoona yang seharusnya bersama Donghae, sebagai clientnya. Lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

"Oh jadi nama si Kunyuk ini Lee Donghae kekekeke. Malang sekali nasib anda Tuan Lee Donghae-ssi Bwahahahaha." Yoona tertawa kemenangan sambil kembali berjalan keruang kerjanya meninggalkan Donghae yang masih terpaku di tempat.

"Ya! Kau Polisi Amatiran! Chamkkaman!." Panggil Donghae, lalu bergegas menyusul Yoona, tapi panggilannya tak digubris oleh Yoona. Entah pura-pura tidak mendengar atau memang sama sekali tidak mendengar. "POLISI AMATIRAN, CHAMKKAMAN!." Panggilnya sekali lagi dengan nada yang tinggi, sehingga suaranya membahana di lorong kantor polisi tersebut. Yoona yang merasa panggilan itu ditujukan pada dirinya,menoleh ke arah suara tersebut. Tapi niatnya gagal setelah mengetahui siapa yang memanggilnya, Ia mencoba mempercepat langkahnya. Sayang, tangannya berhasil di cekal oleh donghae.

"Ikut Aku!." Donghae menarik paksa tangan Yoona menuju mobilnya. "Lepaskan Aku!." Jerit Yoona.

Namun, jeritan Yoona di abaikan olehnya. Donghae tetap menarik paksa Yoona hingga memasukkan Yoona ke dalam mobilnya.

"Hya! Igo Mwoya! Keluarkan Aku sekarang juga!." Pekik Yoona sekencang-kencangnya.

"Ya!ya! Kau bisa tenang tidak? Kau pikir Aku akan menculik Wanita seperti apa?." Cibir Donghae.

"Tch, terus apa maumu membawaku ke mobil bututmu ini." Cetus Yoona sambil menyilangkan tangan di dadanya.

"Aku hanya ingin meminta pertanggung jawaban atas luka lebam yang sekarang sudah memenuhi tubuhku." Jelas Donghae dengan angkuh. "Kau liat biru di mataku ini? Ini gara-gara tinjuanmu tadi malam. Ckckck Kau itu Yeoja atau namja." Tambahnya sembari menggeleng-geleng pelan kepalanya.

"Luka itu karena salahmu sendirikan? Ya sudah siapa suruh membangunkan singa yang sedang tertidur." Sahutnya tanpa merasa beban, lalu beranjak keluar dari dalam mobil. "Kau!!!." Geram Donghae menatap nanar Yoona.

"Hahahahaha rasakan kau!." Ejek Yoona dalam hati yang tersenyum sinis. Yoona pun berjalan kembali masuk ke dalam kantornya.

"Yoona! Kaukah itu?" Terdengar Panggillan seseorang dari belakangnya, lantas Yoona pun menoleh ke arah suara tersebut.

"Oppa..." Ucapnya terhenyak ketika mengetahui siapa yang memanggilnya. "Ne... Bagaimana kabarmu?." Tanya orang itu.

"Baik." Balasnya singkat, nampak aura tidak semangat dari gaya berbicaranya. "Apa yang Oppa lakukan di sini?" Tanyanya lagi.

"Oh itu, aku ingin mencarimu untuk ini." Namja itu memberikan sebuah undangan yang terbalut dengan ikatan pita berwarna putih, di sampul depannya tertulis Taecyeon & Jessica. Yoona mencoba menahan amarahnya, Ia mengepalkan tangan kirinya dan tangan kanannya mencoba meraih undangan tersebut.

"Jadi, rumor tentang kalian berdua itu benar apa adanya? Oppa berselingkuh dengannya di belakangku, terus setelah kita memutuskan untuk berhenti, Kau menjalin hubungan secara terang-terang dengan Dia." Cerca Yoona. Taecyeon hanya tertunduk diam, di dalam benaknya Ia sangat menyesali telah menduakan Yoona, tapi sebaliknya Dia sangat mencintai Jessica. Sudah Ia duga Yoona akan marah, bahkan mungkin saja Ia tidak akan menghadiri pernikahannya.

Tiba-tiba saja ada ide yang muncul di benak Yoona, "Tenang saja, Aku akan datang bersama Namja chinguku." Kilah Yoona, lalu berjalan balik menuju mobil milik Donghae.

"Chagi, Ayo aku kenalkan kamu dengan mantanku dulu." Yoona merangkul lengan Donghae paksa, sehingga mau tidak mau Donghae harus turun lagi dari mobilnya walaupun ada rasa bingung di benaknya. Yeoja yang baru tadi malam dikenalnya memanggilnya 'Chagi'.

"Oh, jadi kamu sudah punya pengganti? Syukurlah. Dengan begitu masalah Kita dulu bisa Kau lupakan." Ungkap Taecyeon sembari tersenyum kecil

"Ahh, tentu saja. Aku akan kepernikahanmu dengannya. Iya kan Chagi?." Yoona menekan rangkulannya dengan mata yang sedikit melotot ke arah Donghae, Donghae hanya mengangguk. Dengan lengan yang kesakitan.

"Tuh Dia bilang Iya. Nantikan Kami ya ." Sergah Yoona puas dalam hati.

"Baiklah, kalau begitu Anyeonghigaseo." Pamit Taecyeon yang langsung menaiki mobilnya.

Hingga mobil Taecyeon hilang dari jarak pandang keduanya, barulah Yoona melepaskan rangkulannya. "Hya! Ini sudah ke dua kalinya, Kau buat aku kesakitan. Dan sekarang yang lebih parah! Apa itu? Kau menyeretku ke dalam sandiwara murahanmu!." Umpat Donghae sembari memegang lengannya yang baru saja di tekan keras oleh Yoona.

"Mianhaeyo, Dia adalah Cinta pertamaku, tapi sahabatku yang bernama Jessica itu telah merebutnya dariku. Aku merasa telah di permainkan oleh permainan mereka. Karena itu Aku juga tak mau kalah. Jeongmal mianhae." Keluh Yoona memutar balikkan kenangan sedihnya dulu.

"Tch, Yeoja ini. Ya! Agasshi, Aku bahkan sama sekali tidak mengenalmu, Eii pokoknya aku tak mau tahu. Dan juga masalah percintaanmu yang rumit itu, Aku sama sekali tidak peduli!." Tolak Donghae sembari menyilangkan tangan di dadanya.

"Ya! Ku mohon bantu aku! Mau ya? Jebbal." Pinta Yoona memelas.

"MWO?!." Pekik Donghae.
 
-To Be Continue-

Readers, gimana ceritanya ? kayaknya ceritanya jelek ya? Mianhae jeongmal mianhae. Comment ya :D, biar saya cepat publish part 2 nya. Tapi kalau Commentnya ga ada, ya terpaksa saya cancel, karena kurangnya minat pada cerita ini. Cepat lambatnya cerita inni dipublish, tergantung pada Comment kalian ya :). Gomawo^^

17 comments:

  1. Wah!! DAEBAK!! Author cepat dipost ya part selanjutnya Penasaran nih?
    Jangan lama" Ok kalo bisa minggu ini atau minggu dpn udah dipost hehehe

    BTW,umur author brp ya? Kyknya lebih tua dari saya?

    ReplyDelete
  2. ayo donk lanjut.
    keren bgt

    ReplyDelete
  3. keren chingu...d tgg next part nya...bnr2 karakter yoong ny kerennn

    ReplyDelete
  4. next..... Like it

    ReplyDelete
  5. ayo dunk chinguu.....next part nya....pensrannn

    ReplyDelete
  6. kerenkeren ffnya, di lanjutin dg ff-nya thor please, pokoknya harus di lanjut jgn ampe ga #maksa#, soalnya makin penasaran ama ceritanya nih, gomawo thor :)

    ReplyDelete
  7. daebak eonnii..
    ayo asap post next part..
    penasaran, ditunggu loh ya eonni next partnya ^^

    ReplyDelete
  8. annyeong aku reader bru, salam kenal ne,:)

    ffx bgus chingu, daebak dah..:)
    paling senang yoonhae shipper,:)

    ditunggu next partx ney,,:)
    mian komentnya kepanjangn,,hee

    idamaryani

    ReplyDelete
  9. keren ffnya......next dtunggu ya......

    ReplyDelete
  10. ayo......lanjut......seru ni ff.....

    tyanengsih

    ReplyDelete
  11. lanjutin lg , min ... rame ><
    GPL ( Gak pake lama ) =D

    ReplyDelete
  12. wah author, baru ni aku baca ff yg main cast nya berperan jadi polisi..
    daebak...

    ReplyDelete
  13. dddaaeebaak ddaaeebbaakk keren banget thor. :D :O (nurul)

    ReplyDelete

gomawo udah membaca
tinggalkan pesan chingu yaa
FF mana yang paling banyak commentnya,
FF itulah yang bakal paling cepat ku publish :D

My Blog List

  • *SOFTWARE SIPD YANG DIDESAIN KHUSUS UNTUK USAHA SIPD adalah Sеbuаh Aрlіkаѕі SIPD yang dilengkapi ѕіѕtеm реrhіtungаn Akuntаnѕі, Pembukuan yang Lengkap, dаn...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...