Cast : Sunny Snsd, Sungmin Super Junior, Tacyeon 2pm, Jessica Snsd, Seohyun Snsd, Kyuhyun, and other cast.
Genre: Romance.
Type: Chapter
Author: Meiliyani
Author: Meiliyani
Saya kembali dengan FF bulukan ini nyahaha. (ʃ▽ƪ) . Gak terasa ya bentar lagi ff ini tamat juga ~(˘▾˘~) ~(˘▾˘)~ (~˘▾˘)~ . ini adalah hadiah buat Readers hari ini. karena hari ini adalah hari dimana hari terakhir saya UTS. dan sekarang saya sudah bebas !!!
next part bakal lanjut kalau komentar melebihi 50. karena di part sebelumnya, udah nyampe 50 comentar. DAN KAU READERS MUNAFIK DIBLOG INI! JANGAN MEMBACA FF INI. KARENA KAMU SENDIRI YG BLG GAK BAKAL BACA FF SAYA LAGI HAHA. INGAT SAYA SUMPAHIN MATA KAMU BELEKAN KALAU BERANI KEMBALI DI BLOG SAYA. JANGAN MENJILAT UCAPANMU KEMBALI! INI BUKTI UCAPAN KAMU! 'SAYA BENCI SUNSUN COUPLE' TOLOL !
Don't Be Silent Reader. Because I Hate Them !
you belong only to me
"Namja itu memang tidak tau malu!" Umpat Appa Sunny marah, Sungmin hanya menunduk lemas di sofa.
"Yeobo ottoke? Anakku" eomma Sunny terus menangis, nampak Seohyun yang terus membelai lembut sang eomma.
"Laporkan hal ini ke polisi aboji" usul Sungmin tiba-tiba.
"Jangan dulu" jawab Appa Sunny.
"Andai kita tahu dimana tempat Sunny di culik, pasti tidak akan serumit ini. Mengapa juga nomor namja sialan itu tidak bisa terlacak" Cerca Appa Sunny, dia tampak frustasi.
"Aboji eomoni aku ijin kekamar mandi" ijin Sungmin, lalu melangkah kekamar mandi.
Sesampai ke kamar mandi Sungmin terus berpikir dan berpikir.
'Bintang yang kita lihat waktu itu'
"Apa maksudnya?" Gumam Sungmin bingung. Namja itu terus memikirkan kalimat itu, tanpa sadar telah menggigit jempolnya.
"Ah!" Serunya girang, Sungmin melangkah ke arah Wastafel, menyalakan kran air, lalu membasuh wajahnya.
"Jeju island" gumamnya lalu tersenyum lebar.
♥♥♥♥
"Kirimkan ini ke alamat ini, ingat jangan sampai ketahuan" perintah Taecyeon kepada ke3 anak buahnya.
"Baik bos" jawab mereka. Lalu pergi.
Sunny menatap jengah Taecyeon, dia terus memperhatikan gerak-gerik taecyeon.
"Apa kau tidak merasa berdosa?" Tanya Sunny tiba-tiba.
Taecyeon berbalik dan menatap Sunny, "untuk apa?" Tanyanya balik.
"Ah baiklah, percuma aku bertanya padamu. Kau itu kan orang jahat. Tidak mungkin tau yang namanya dosa" geram Sunny tertahan. "Lagian sudah banyak orang, yang kau lukai hatinya" imbuh Sunny pelan.
"Kau sudah mengerti kan" Senyum sinis Taecyeon mengembang diwajahnya.
"Sungmin, aku, Jessica, kedua orang tuaku. Apa tidak terbesit dihatimu rasa bersalah?" Tanya Sunny lagi.
Taecyeon kembali menggeram pelan, tangannya terkepal erat dikedua sisi.
"Kau itu apa lahir dengan rasa tidak tau malu?" Sunny kembali bertanya, dengan senyum mengolok. Sebenarnya yeoja itu tidak tega berkata seperti itu, tapi rasa dongkolnya kepada lelaki dihadapannya ini membuat, mulutnya menjadi lancang, untuk berkata yang tidak-tidak.
"sebenarnya apa yang kau inginkan?" Tanya Taecyeon balik, dengan amarah yang berusaha ditahannya.
"Lepaskan aku" ujar Sunny kemudian. "Agar aku bisa kembali dengan keluargaku".
Taecyeon mengepal tangannya kuat, sudah cukup sabar dan penuh dedikasi rasanya apa yang telah dilakukannya untuk yeoja itu. Tapi yeoja itu seperti membencinya. Membuat Taecyeon sedikit terluka dengan sifat Sunny terhadapnya.
♥♥♥♥
"Kau yakin Sunny ada di jeju?" Tanya appa Sunny ragu. Dengan ungkapan yang diberikan Sungmin.
"Ne tentu aku yakin atau mungkin dia akan dibawa kesana, di video call itu dia memberiku petunjuk." Ujar Sungmin, sepintas memory saat bersama Sunny melintas di pikirannya. Membuat namja itu tersenyum sendiri. "Dan aku sangat mengerti maksudnya"
"Jadi kita akan kejeju sekarang juga atau apa?" Tanya appa Sunny.
"Yah aboji apa kau bercanda? Mana mungkin kita langsung kesana hari ini juga, kita juga perlu menyiapkan segalanya bukan? Besok saja bagaimana? Lagian Sunny belum tentu sudah berada disana. Bisa saja dia akan dibawa kesana" Simpul Sungmin, perlu semenit appa Sunny untuk berpikir. Pada akhirnya namja itu tersenyum juga.
"Pulanglah Sungmin kau perlu menyiapkan diri untuk segalanya besok" tawar eomma Seohyun, Sungmin mengangguk lalu membungkuk sopan, dan melangkah pergi.
"Ne eomonim" jawab Sungmin pelan lalu membungkuk sopan dan pergi.
♥♥♥♥
"Dasar bodoh, dia memang pintar membuat nomor teleponnya tidak bisa terlacak. Tapi kau tidak bisa secerdik melebihi otakku" gumam Sungmin yakin. senyuman puas merekah di wajahnya. sambil menjalankan mobilnya menuju rumahnya.
Sungmin tampak berpikir keras untuk menyelamatkan Sunny dari Taecyeon. Namja itu mengigit bibir bawahnya. Berusaha keras memutar otaknya agar bekerja lebih keras. Hingga tanpa dia sadari dia bersama mobilnya sudah berada di komplek perumahannya.
Sebuah mobil berwarna hitam terpakir didepan rumahnya. Sungmin menyernyitkan kepalanya bingung. Siapa orang yang bertamu kerumahnya sore-sore begini. Pandangannya tampak tajam. Dia memperhatikan mobil itu dengan seksama. 3 namja berbadan besar tampak berdiri didepan rumahnya. Salah satu dari mereka tampak menaruh sebuah amplop pas didepan rumah Sungmin 2 lainnya tampak sedang berjaga-jaga. Mengawasi keadaan sekitar.
Sungmin terus memperhatikan mereka. Sudut matanya terus mengawasi sekitarnya lebih tepatnya ketiga namja tersebut. Ketiga namja didepan rumah Sungmin terlihat sedang berbincang-bincang sebentar. Lalu naik kemobil. Dan mulai pergi dengan kecepatan rata-rata.
Sungmin menjalankan mobilnya kearah rumahnya. Dan berlari, diraihnya amplop tersebut dan membukanya.
Matanya terasa ingin keluar saat melihat isi surat tersebut. Foto Sunny yang disekap. Berkas perceraian. Dan...
'Tandatangani surat perceraianmu. Anak buahku akan mengambilnya nanti. Ingat kau tidak boleh melapor polisi, atau nyawa istrimu yang akan menjadi taruhannya'
Sungmin melempar amplop tersebut kesembarangan tempat. Dan berlari dengan kencang menuju mobilnya. Tanpa banyak berkata Sungmin langsung menginjak gas dan menjalankan mobil dengan
kecepatan di atas rata – rata. Sedikit kekecewaan menelusup di
hatinya saat menyadari mobil ketiga namja itu tidak ada di depannya. Dia tampak geram, hingga membanting stir mobilnya sendiri.
"Kumohon jangan biarkan aku gagal lagi" gumamnya cemas. Dia terus menyusuri jalan. dengan perasaan kalut. Melakukan kesalahan untuk ke dua kalinya.
Kelegaan pun menyeruak memasuki dirinya menggantikan
kekhawatiran yang sedari tadi terlintas dibenaknya. Mobil yang tadi dicarinya kini tepat didepannya. Sungmin menyinggungkan senyum kemenangan.
Segera dia raih handset yang sudah terpasang di handphone indroidnya. Dan menyambungkan keseseorang.
"Aboeji..."
♥♥♥♥
"Bawa dirinya secara perlahan. Kita berangkat ke Jeju sekarang juga"
Segera 2 orang suruhan Taecyeon mencengkram kuat lengan Sunny. Sunny sedikit meringis kesakitan saat lengannya yang lecet terbentur pelan tiang tempat dia diikat.
"Yak! Pelan-pelan" ringis Sunny kesal.
Taecyeon yang sedang asyik membereskan barang-barangnya segera mengalihkan perhatiannya kearah Sunny.
"Game di mulai chagi" ucapnya sambil tersenyum tipis pada Sunny.
"Kita bisa berangkat sekarang bos"
Taecyeon tersenyum penuh misterius."Kalau begitu kita berangkat sekarang"
♥♥♥♥
"Yah aboeji..." Sungmin terkejut bukan main saat sang mertua tiba-tiba masuk kedalam mobilnya.
"Ish kau ini, kenapa sampai terkejut seperti itu sih. Aku masuk kemobilmu. Karena aku tidak ingin Seohyun ikut serta dalam rencanamu ini" jelas Appa Sungmin.. Iya tadinya dia berangkat bersama anak bungsunya. Tapi segera dia suruh kembali anak bungsunya itu pulang. Dia tidak ingin Seohyun kenapa-kenapa.
"Aku kira kau salah satu dari mereka. Makanya aku terkejut" sungmin menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal
"Yah kau itu kan jago bela diri. Masa begitu saja takut" cibir ayah Sunny.
"Aboeji kalau itu beda lagi" tukas Sungmin kesal. Karena perkataan mertuanya.
"Kau ini tersinggungan banget sih jadi orang. Aboeji kan hanya bercanda"
"Ya baiklah aboeji. Tapi tetap saja saat ini kau tidak boleh bercanda. Disaat seperti ini"
"Cih kau ini" desis Appa Sunny. Sungmin hanya terkekeh kecil. Keduanya lalu kembali menatap jendela mobil Sungmin.
"Sungmin liat itu!" Teriak appa Sunny. Membuat Sungmin segera melihat kearah yang ditunjuk appa Sunny.
"Itu Sunny bukan? Mau kemana mereka?" Gumam Appa Sunny ingin tau. Dia tampak cemas. Melihat putrinya yang kini sedang tersiksa. Ingin sekali dia cepat menolong Anaknya itu tapi apa daya.
"Mereka akan segera ke jeju appa" jawab Sungmin tetap tenang. Walaupun dia tau kini jantungnya sedang berdebar-debar tidak karuan.
"Eh Itu kenapa Sunny!" Teriak Appa Sunny. Saat melihat putrinya kembali ditarik paksa kesebuah gudang.
"Sungmin kumohon lakukan sesuatu" ucapnya memohon sambil menarik-narik lengan Sungmin agar cepat bergerak. "Sungmin jebbal aku tidak ingin kau menyesal nantinya"imbuh appa Sunny.
Seketika Sungmin merasa terhenyak. Di raihnya telapak tangan Appa Sunny, yang sedang mencengkram lengannya kuat. Dia tersenyum kecil.
"Appa cepatlah telepon polisi, aku akan segera menyelamatkan istriku" pintanya. Sungmin menarik nafas dalam lalu keluar dari mobilnya.
"Tuhan memberkatimu nak"
♥♥♥
"Kenapa kau memanggil kita dan yeoja ini bos?"
Taecyeon hanya tersenyum samar. Dia melangkahkan kakinya kearah anak buahnya. Tak lama dia memegang lengan baju Sunny.
"Pergilah, ada yang ingin ku bicarakan dengannya sebelum kita berangkat" Titah Taecyeon. Anak buahnya mengangguk mengerti dan meninggalkan Sunny bersama Taecyeon. Setelah semua anak buahnya keluar. Dia menarik paksa Sunny. Dan mendudukannnya kasar di sebuah bangku tanpa busa. Sunny membuang muka.
"Aku ingin memberitahumu. Mungkin kau belum tau ini. Tentang penculikanku terhadap mu"
Sunny memandang lurus Taecyeon. "Bukannya ini semua hanya didasari atas saham perusahaan ayahku"
Taecyeon mendekati Sunny. Menjongkokkan badannya. dengan senyuman liciknya dia mengelus pelan pipi Sunny. Dia menatap lurus Sunny, tepat di manik matanya.
"Kau benar-benar cerdas sayang. Tapi jawabanmu kurang tepat. Itu alasan kedua mengapa aku menculikmu, alasan perta-" Sunny memutus cepat ucapan Taecyeon dengan geram. "Kau ingin balas dendam dengan sungmin, cih kau hanya namja pecundang!" Ejeknya miris.
Taecyeon tertawa hambar mendengar ucapan Sunny. Matanya tampak berkilat, ingin marah rupanya. "Ow.. Kau salah sayang. Itu alasan ketiga. Alasan pertamanya adalah..." Taecyeon menyingkirkan beberapa rambut Sunny yang menutupi telinganya. "Karena aku mencintaimu. Dan aku akan gila jika tidak bisa mendapatkanmu"
Sekejab tubuh Sunny langsung mengaku. Dia terkejut setengah mati, tidak menyangka, dengan ucapan Taecyeon. Tapi entahlah, Rasa terkejut yeoja itu bukan didasari karena perasaan bahagia, karena seseorang mengakui mencintainya, tetapi rasa terkejut itu lebih mendominasi karena perasaan cemas yang tak terhingga. Ia benar – benar cemas, pundaknya terus bergetar tak karuan. Ia dapat merasakan beberapa tetesan bening keluar dari pelupuk matanya.
"Ige mwoya!? Kau bercanda kan!? Huh?! Kau bercanda kan" geram Sunny, dia berusaha tetap terlihat kuat didepan Taecyeon.
Taecyeon tertawa sinis. Lalu menjauhkan kepalanya dari telinga Sunny. Perlahan tapi pasti namja itu mendekatkan kepalanya ke wajah Sunny. Sunny kembali terkejut. Dia berusaha menghindar, tapi tentu saja tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Taecyeon apalagi tangan gadis itu terikat kencang di belakang tubuhnya. Pelupuk matanya kembali mengeluarkan cairan bening.
"BRENGSEK!" Pekik Sunny kencang. Tapi tidak diindahkan Taecyeon. Namja itu malah meraih tengkuk Sunny dan menciumnya kasar. Sunny berusaha membrontak. Tapi tetap saja hal itu tidak berguna. Dia ingin sekali menjerit.
BRAAKK!!
Tiba-tiba pintu ruangan tempat Sunny dan Taecyeon kini sudah didobrak Sungmin. Sungmin menendang keras pintu ruangan dengan kaki kanannya. Dan matanya membulat tak percaya melihat apa yang kini terlihat didepannya sekarang. Wajahnya segera berubah merah. Tangannya mengepal erat disetiap sisi.
Sungmin mengambil langkah cepat. Dia berjalan dengan nafas yang tersengal-sengal gemas. segera ia meraih ker ah baju Taecyeon dan menghantam wajah Taecyeon dengan keras berkali-kali. Spontan, tubuh Taecyeon terhempas kelantai. Namja itu tampak mengeluarkan darah dari bibir dan hidungnya.
Melihat lawannya sudah jatuh. Sungmin mengalihkan pandangannya kearah Sunny. Namja itu dapat melihat air mata keluar dari mata indah istrinya. Dia segera melepaskan tali yang yang membuat tangan istrinya terikat kencang, Sungmin segera memeluk erat sang istri. Membiarkan sang istri menumpahkan rasa sakitnya dipundaknya.
"Oppa gomawo huhuhu" isak Sunny kencang. Dia memeluk Sungmin erat. Sungmin hanya tersenyum kecil, perasaan tenang kini telah mengerubunginya. Ia melihat sekilas yeoja dalam bekapannya, dia elus pelan rambut yeoja itu.
Tanpa mereka sadari Taecyeon bangkit dari lantai. Dia menatap geram dua insan yang sedang berpelukan didepannya. Dengan jalan tersoak-soak, dia berjalan perlahan mendekati Sungmin dan Sunny. Taecyeon menggampai kantong belakang celana jeansnya, lalu mengambil sesuatu di balik kantung celananya.
Sunny dan Sungmin tenggelam dalam rasa bahagia, melepaskan rasa rindu mereka, karena selama lima hari ini mereka tidak bertemu. Tanpa mereka ketahui seseorang dibalik punggung Sungmin sedang bersiap menusuknya dengan pisau lipatnya.
Sunny yang tidak sengaja melihat bayangan Taecyeon di lantai, akhirnya tersadar.
"Awas Oppa!" peringatnya kencang, Saat Sunny melihat Taecyeon sudah bersiap menancapkan pisau itu ketubuh Sungmin. tapi terlambat, ketika Sungmin berusaha menghindar, pisau itu langsung menancap pas di bahunya.
"Oppa!" Pekik Sunny histeris. Taecyeon hanya tersenyum puas melihat itu.
Tak lama terdengarlah suara
langkah kaki berat yang terdengar semakin dekat dan dekat. Beberapa orang berseragam muncul, dan mendekati mereka.
"Itu orangnya pak!" Seru appa Sunny. Dengan gerakan cepat 5 polisi langsung menangkap Taecyeon, yang masih tersenyum samar melihat Sungmin di pangkuan Sunny.
"Jebbalyo selamatkan suami saya" titah Sunny lirih dengan air mata yang terus membasahi pipi yeoja cantik itu. "Saranghae oppa" imbuhnya sambil mengecup pelan bibir suaminya.
♥♥♥
Matahari mulai terbit, keadaan alam masih setengah gelap. Karena matahari belum benar-benar menampakkan dirinya.
Angin berhembus sedikit kencang, membuat rambut Seorang yeoja yang sedang duduk dengan nyaman dibangku taman sebuah rumah sakit sedikit bertebangan, yeoja itu tampak menikmati membaca novel ditangannya. Asap kecil keuar dari mulut yeoja itu.
Yeoja itu menoleh kesamping, saat menyadari ada seseorang yang menepuk bahunya pelan. Sedikit rasa terkejut tampak di wajahnya, tapi dengan cepat yeoja itu kembali menyesuaikan keadaannya seperti semula.
"Jessica-ssi.." Ujar yeoja itu ramah. Ditelungkupkan novelnya dipangkuannya, dan sekarang lebih memperhatikan yeoja disampingnya. "Ada apa?" Imbuhnya.
"Sunny-ssi Aku senang kau selamat. Mianhae atas sikapku padamu selama ini" jelas Jessica, dari pancaran matanya, Sunny dapat melihat ketulusan yang keluar dari bibir yeoja itu.
Sunny tersenyum tulus mendengar perkataan Jessica. "Gwenchana yang penting segalanya sudah berakhir"
Mereka saling tersenyum. Tampak wajah bersahabat dari wajah keduanya.
Jessica menghela nafas "coba kita seperti ini dari dulu"
"Pasti akan lebih menyenangkan kan" tuntas Sunny.
"Kau tau, dulu aku sangat mencintai Taecyeon. Tapi disisi yang lain aku juga menyayangi Sungmin. Aku tidak menyangka, menipu Sungmin dengan seolah-olah begitu mencintainya. Malah membuatku yang tersiksa." Dapat terlihat di wajah Jessica, dia tersenyum hambar.
Sunny yang mendengar penuturan Jessica, hanya tersenyum kecil. Dia menepuk pundak yeoja itu, sekedar memberi semangat "Jessica-ssi.. Kau tidak perlu mengatakannya"
"Tapi kau harus tau Sunny-ssi. Aku merasa sangat berdosa denganmu ataupun Sungmin oppa. Apalagi saat mendengar Sungmin oppa yang ditusuk bahunya oleh taecyeon. Aku jadi tambah merasa berdosa, aku malu dengan sikapku. Sunny-ssi maafkan aku.. Maafkan kesalahanku. Aku mengaku salah. Aku tau kalian memang selalu baik. Aku benci diriku, yang mengusik ketenangan kalian. Aku pikir dulu, kau adalah wanita bodoh yang bisa ditipu. Aku dan Taecyeon oppa pun berkerja sama untuk menipu kalian berdua. Aku pikir dengan begitu. Kami dapat dengan mudah merampas saham orang tua kalian. Tapi aku benar-benar salah. Taecyeon oppa lebih mencintaimu dibanding diriku.. Begitu pula rasaku saat bersama Sungmin. Namja itu lebih tulus, hangat, dan baik dibanding Taecyeon. Jebbal hukum aku sekarang Sunny-ssi. Kau boleh melaporkanku kepolisi sekarang. Aku malu dengan diriku yang bodoh ini" kini Jessica sudah berada didepan kaki Sunny. Yeoja itu menangis, sambil berlutut di lutut Sunny. Sunny menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Dia berusaha menahan isak tangisnya yang akan keluar. Segera dia raih lengan Jessica dan menarik yeoja itu agar bangkit .
"Jessica-ssi jangan begitu. Sudahlah.." Jessica segera memeluk erat Sunny, Sunny membalas Jessica. Mereka berpelukan.
Keduanya melepas senyum riang mereka. Melepaskan rasa sedih keduanya.
"Aku akan pergi" Sunny segera melepaskan pelukan Jessica dan menatap yeoja itu tak percaya.
"Nde.. Kau akan pergi" Jessica mengangguk kecil dengan senyuman tulus dari wajahnya.
"Tapi kemana?"
"Kemanapun yang aku suka"
"Yah jessica-ssi" Jessica terkekeh mendengar ucapan Sunny.
"Sunny-ssi bolehkah aku memanggilmu tidak formal?"
"Oh tentu boleh sicca- ah" Sunny memamerkan puppy eyesnya. Membuatnya keduanya tertawa bersama.
Mereka pun mulai mengobrol. Tampak kekehan di bibir keduanya. Dua yeoja itu tampak menikmati obrolan yang sedang mereka bicarakan sekarang. Melupakan waktu yang terus berjalan.
"Baiklah aku pergi ya Sunny. Ini sudah 1 jam kita mengobrol"
"Tapi Kau kan belum bertemu Sungmin oppa"
"Aku sudah melihatnya dibalik pintu kamarnya. Sudahlah, aku tidak ingin bertemu dengannya sekarang"
"Ish kau ini"
"Hei boleh tidak aku memelukmu lagi" Sunny tersenyum mendengar ucapan Jessica, dia segera melebarkan tangannya. Bersiap memeluk yeoja disampingnya.
Jessica segera memeluk Sunny. Sunny ikut membalas. Yeoja itu mengelus pelan pundak Jessica.
"Aku pergi ya" Jessica melangkahkan kakinya. Sunny melambaikan tangannya, jessica pun pergi.
"Gomawo Sicca-ah"
♥♥♥♥
"Panggil aku O.P.P.A" ujar Kyuhyun mengejakan kata Oppa.didepan wajah Seohyun yang terlihat gusar.
"Shiro!"Balas Seohyun sedikit kencang.
"O.O.OPPA"
"Shiro..shiro..shiro"
"Yak! Kenapa susah sekali sih. Kenapa kau tidak mau memanggilku oppa?"
Seohyun yang tampak jengah segera menutup bukunya, dan bersiap pergi. Meninggalkan Kyuhyun duduk sendiri dibangku taman Sma Seohyun.
"Yah mau kemana?" Kyuhyun segera berdiri meraih tangan Seohyun.
"Aku mau pergi ketempat yang tidak ada orang yang terus memaksaku memanggilnya Oppa" tuntas Seohyun ketus.
"Kau ini jutek sekali sih"
"Wae? Kau tidak suka?. "
"Ani bukan begitu. Tapi kenapa kau tidak bisa manis sedikit saja sih"
Seohyun menghela nafas kasar. Gadis itu menyilangkan tangannya di perutnya. Tak lama dia menyingkirkan poninya yang sedikit mengganggu dahinya.
"Oppa mianhae.. Oppa..oppa..oppa. Aigoo Kyu Oppa kau oppaku hihihi " ujar Seohyun sambil beraegyo ria. Dia menampakkan puppy eyesnya yang dipelajarinya dari sang kakak.
Raut wajahnya kembali kesedia kala. "Kau puas?" Lalu meninggalkan Kyuhyun yang masih mematung setelah mendengar ucapan Seohyun.
"Dia memanggilku oppa" tiba-tiba dia tersenyum riang. Dan kembali mengejar Seohyun.
♥♥♥♥
Pagi sudah datang, matahari menerangi bumi dengan teriknya. Tapi tetap saja keadaan dirumah sakit itu masih sejuk. Membuat Sunny tanpa sengaja sudah 3 jam berada di taman rumah sakit tersebut, karena nyamannya berada disana. Sesekali dia menghirup dalam-dalam udara yang ada disekitarnya, matanya terus menyusuri halaman demi halaman novel yang dibacanya.
Novel ditangannya ditutupnya. Diliriknya jam ditangannya. Menunjukan waktu 08:15 am. Segera dia bangkit dari kursi taman tersebut. Dengan langkah ringan, Sunny melangkahkan kakinya menyusuri koridor rumah sakit tersebut. Dia berjalan ringan menuju ruangan tempat namja yang dicintainya setengah mati dirawat.
Dibukanya pintu ruangan tersebut perlahan. Diliriknya ruangan tersebut, sebelum akhirnya yeoja imut itu melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan tersebut.
Mata indahnya mengedarkan pandangannya kesetiap sudut ruangan. Memastikan berada dimana suaminya.
Senyumnya terlukis ketika melihat sang suami sedang duduk diatas ranjang tidurnya, membelakanginya Memandang pemandangan dibalik jendela ruangan tersebut. Sunny mendekati oppanya.
"Oppa.."
Tbc\End :p.
Yo..yo..yo keluar juga lanjutan nih cerita setelah saya tinggalkan nih blog hampir 1 bulan. Jangan lupa comment yo.. Comment berkurang dari part sebelumnya hehehe tenang aja lanjutannya saya publish 5 bulan berikutnya, atau saya pw-in cuma readers-readers kece yang sudah saya hafal idnya comment di ff saya aja yang boleh melihatnya. Makanya sering-sering comment jadi saya tau kalian-kalian semua (ˆ▽ˆ). Jaljayo ~

Ditunggu Part selanjut nya ^^
ReplyDeletejut lanjut^^
ReplyDeletelanjut donk...
ReplyDeleteAkhirnya, FF ini di-post juga :)
ReplyDeleteLanjuut :D
Akhirnya FF nya di post juga :')
ReplyDeleteaku udah nunggu lama banget :')
bagus banget thor :D
lanjut :D sampai sunsun punya anak ya ? Hehe
anggun
iyaa nihh seSUJU eh seTUJU...
Deleteauthor jangan lama" ya. saya tunggu lohh.. :)
huaa kereeeeennnn lanjjuut lanjuuutt
ReplyDeleteLaaaannnnnjjjjuuutttt XD
ReplyDeleteDana
authorr.. saya gemes deh sama author, eh maksudnya sama FFnya.. hehe
ReplyDeletelanjut yah jangan lama" :/ saya menunggu sangatt :))
lanjutt yaa... FFnya baguss bangettt :)
ReplyDeletesaya tungguu o_o
aigooo :O
ReplyDeleteauthor lanjut lanjut lanjut :)
saya cinta FF ini dan SUNSUN haha :D
Kyaaaaaa~ >.<
ReplyDeleteFFnya bagus banget...
Lanjut thor :D sampai ada adek kecil(?) di dalam keluarga imut ntu y thor ?
Cindy
yeay! akhirnya udah dipublish!
ReplyDelete-sara-
this ff is the best. can i know how many part does it have?
ReplyDeletemakin seru nih.....
ReplyDeletecptan di lanjut ya...
~dita soka~
Sekian lama ku menunggu,akhirnya di publish jg.Ditunggu lanjutannya!
ReplyDeleteKeren :) author cepet di lanjutin ya :D
ReplyDelete»Rania«
author lanjut yah
ReplyDeletesampe SUNSUN punya adek kecil gituu
biar tambah unyuu :D
saya tunggu :)
Eon Lanjut ..
ReplyDeleteJdi penasaran :))
Pak Ha Ra
lanjutin , min . ff-nya ... di tunggu ya kelanjutannya =D
ReplyDeleteLanjutttt . Daebak !!
ReplyDeleteeonnie lanjutnya manaa??
ReplyDeleteayolahh.. hehehe :D
Lanjut !! >>>>
ReplyDeleteBagus banget...^^
Jangan lama-lama ya publishnya.....
Ditunggu ya kelanjutannya.....:D sampai ada dedek kecilnya ya....aku juga penasaran sama hubungan seohun dan kyuhyun....
Di tunggu thor.
Daebak !!
thor, di tunggu lanjutannya.. ^_^
ReplyDeleteAyo thor lanjutin ke part selanjutnya!! seru2 ceritanya!! :D -aylla-
ReplyDeleteautor.. jebal dilanjutinn... T^T udah nunggu2 nih kelanjutannyaa... beneran penasarannnn
ReplyDeletelanjut thorr
ReplyDeletehamari
thor lanjut apa.. jangan 5 bulan, kelamaan kali kkk XD janga nyiksa aku thor..
ReplyDeleteDaebak!! >///<)9
ReplyDeleteLanjut ya author~!^^
Fighting! Kaka Authooor~! ^^)9
*Aulia^^
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteKakak-kakak author kapan neh di lanjutin?? penasaran banget.....
ReplyDeleteeonnie author twin, lanjutnya mana? saya tunggu sangat lhoh.. :)
ReplyDeleteLanjutin ya penasaran nih
ReplyDeleteeonniee part 10 nya manaaa ???? :(
ReplyDeleteudahh ngebet soalnya :D
part 10 nya manaa?? sudah ngga sabar nihh :D
ReplyDeleteLanjut ya thorrrrr
ReplyDeleteAku reader baru jd mian di part sebelum nya ga coment jeongmal mianhae u,u
tp aku usahain coment di part selanjut nya :)
»Fairuuz«
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteayo terusin udah gg sabar ni
Deleteseru banget nehhhh..
ReplyDeletelove sunsun couple.. <3
OENNIE LANJUTKAN!!! HWAITING!!!!
ReplyDeletehuaaa..seru oenni seruuu><
ReplyDeletelanjutkan oenni, lanjutkan!!
ga sabar nih, makin seru+bagus nih ff nyaa
hwaiting oenni!!
Lanjutin dong ffny makin bagus aja
ReplyDeletemy name : Cindy~
akhirnya di post juga, unnie aku nunggu ini lamaaa banget. sampe aku stres *lebay*
ReplyDeleteitu tadi masih ada lanjutannya apa udah abis? kalo uda habis, nggantung banget ceritanya.. dilanjut aja yahh? *puppy eyes*
-Eli-
min lanjutt
ReplyDeletepengen cpt" part selanjut ny
ReplyDeleteseru jg
ReplyDeletelanjut donk,,,
ReplyDeleteudh penasaran,,,
Lanjut
ReplyDeleteunnie. jebal :''''(
ReplyDeletekeren
ReplyDeleteunnie commentnya udah 50 ko gak dipublish FF nya?
ReplyDeleteauthor masih ujian ya?
ReplyDelete-selena-
*aku pake ID Eksa Derisa
maaf ya lam, abis sya msih ujian, lgian it msih tahap pmbuatan bntar lg kelar kok :)
Deleteoh ne unnie. gamshahamnida :)
Delete-selena-
Wah ditunggu part selanjutnya
ReplyDeletelanjutttttin donk thor.,.
ReplyDeletepleaseeeeeeee!!!!
yayayayaaaaaa.,.lnjutin ne.,.penasaran niiiiiiiiii
Eonni, lanjut donk..
ReplyDeleteDiriku selalu menunggu kelanjutan dari fanfic sunsun ini, bagus banget :D
kok belum lanjut ???
ReplyDeletecepet lanjut dunkkkkkkk!!!!!!
ReplyDeletelanjut dong u,u
ReplyDeletenana
maaf telat bngt komennya eonnie. .tp q ska bngt sma ff ini soalnya SUNSUN itu bias q di SG. ..
ReplyDelete.eonnie ffnya dibuat sampek sunsun punya anak ya. .hahaha. .
.trus bnyakn dunk m0men kyuseo zg lucu lucu,soalnya menurt q di ff ini tingkah mreka lucu bngt. .hehe. .smangt ya! Lnjt cpt. .
Yaaa!!! Ff nya keren thor!! :) Mian... Baru sempet comment dan bru dapat ff sunsun :( :( *telatlo!! Iya, aku telat.. Mian..
ReplyDelete