Cast : Yoona SNSD
Donghae SUPER JUNIOR
Etc
Genre : Sad, Romance, Thriller
Type : Two Shoot
Author: Meiliyana
Author: Meiliyana
Now you go in peace.
Go to the eternal world.
Leave me alone in this world.
You're not willing is to live with me any longer ....
Anyeonghaseo Readers. Kali ini Author comeback dengan FF yang genrenya sedikit berbeda. Iya (agak) sedih dan (lumayan) menyeramkan. Hiiiii atut *Author meluk Chanyeol* #Plak! . Dan lagi-lagi Author bikin castnya YOONHAE. Kalian Tau dong Author disini Pyro and Wires . Nah,cukup thor. Mana ceritanya?. Oke sabar ya Author mau nyampein sesuatu. WOI, READERS YANG BAIK ADALAH ADALAH READERS YANG MENGHARGAI AUTHOR DENGAN MEMBERIKAN COMMENT! CAPEK NIH AUTHOR NULIS FF EH COMMENTNYA SEKARAT. SO BUAT SIDERS GO AWAY AJA DEH. Dah sekian iya, mianhae jika kata-kata author tadi kelihatan garang, tapi author yang baik ini akan baik juga kepada para Readers yang baik *di cipokin Kyu atu2* . Di baca lalu Comment oke..... Happy Reading, Readers muach *tebar bunga*
♥♥♥
12 MEI 2012
Hisak Tangisan masih jelas terdengar di telingaku. beberapa ada yang sampai terkulai lesu. Nampak Juga terlihat seorang Ahjumma dan Seorang Ahjussi yang dibopong jalannya oleh orang lain,Bahkan seorang Hoobae muda yang pingsan karena tak sanggup menerima kepergian wanita itu. Memang menyakitkan harus ditinggalkan oleh wanita Yang bernama IM YOON AH. Yeoja yang hampir saja menjadi Istriku atau lebih tepatnya tunanganku itu,kini telah pergi dengan tenang meninggalkan dunia ini.
Hya! Yoona Wae? Kau tinggalkan Aku sendiri,Kau saja belum sempat mengucapkan kalimat perpisahan kepadaku .Aku berbisik ke batu nisannya, tanpa sengaja air mataku menetes dengan sendirinya .meratapi kepergiannya,begitu cepat Dia meninggalkan Diriku,Bahkan Aku saja belum menunjukkan rumah Kita berdua yang sudah Aku siapkan buat kehidupan kami di masa depan.Aku masih belum percaya akan kebenaran akhir cerita cinta kami yang berakhir tragis ini.
Ku taburkan makamnya dengan sekeranjang penuh bunga mawar, juga sudah ratusan kali ku kecup batu nisannya.Lalu Berdoa kepada tuhan yang di atas agar Dia tenang di surga. Goodbye my love~
♥♥♥
Sesampai dirumah Aku masih terduduk lesu di sofa,Kupandangi foto yeoja itu dengan tatapan kosong . Eh,kenapa menurutku Ekspresi di foto itu berubah? Seakan memintaku untuk tidak terlalu bersedih memikirkan dirinya yang sudah tiada . Aissh mungkin Aku sudah gila.
Author POV
Donghae yang sepulang dari makam itu , tampak lunglai tak bergairah. Ia menghampiri foto yeoja yang Dia cintai selama ini, lalu duduk di sofa. Dipandanginya Foto Yoona ,Termenung akan memori-memori lama yang dulu Ia buat bersama Yoona.
Klik!
Donghae meraih remote TV yang ada di hadapannya, kemudian mengarahkan ke TV untuk menonton acara yang akan menghibur hatinya. Satu persatu Channel ia cari untuk mendapatkan acara yang pas dengan moodnya saat ini. Saat sampai di no 14 terdapat acara. Kartun Doraemon. *Donghae berasa anak kecil -_- #abaikan!*
"Seandainya Doraemon itu nyata. Aku akan meminta kepadanya untuk memberikanku mesin kwaktu,kemudian memundurkan waktu seperti sediakala saat kita masih bersama,yoong." Guman Donghae sembari memandangi foto Yoona. *Tenang Hae athor manggilin nobita mau? #Plak!*
Donghae melangkahkan kakinya kedapur. Masih terbayang olehnya Yoona yang biasanya sedang menyiapkan makanan untuk dirinya, tapi sekarang pemandangan itu takkan pernah lagi ada. Kini keadaan dirumah benar-benar sunyi. Tak ada lagi senyuman manis dari Yeoja chingunya . Juga tak ada lagi yang akan merengek manja kepada dirinya.
"Tak ada makanan." Guman Donghae dalam hati. Lalu, Dia pun pergi ke kulkas untuk melihat apa saja makanan yang akan ia santap. Di raba-rabanya seisi kulkas itu mencari bahan makanan yang mau dia masak.
"Hmmm, hanya ada ramen,telur,dan seikat kol. " Donghae berguman menu apa yang akan Dia masak. Lalu Ia pun teringat dengan dengan Yoona yang biasa membantu dirinya jika ada kesulitan.
Flashback....
Tuck..Tuck...Tuck..
Donghae yang sedang asyik memainkan komputernya,sekarang mengalihkan focusnya ke bunyi yang ada di dapur. Di matikan komputernya. Lalu,pergi kebawah untuk melihat apa yang terjadi. Disusurinya tangga satu per satu. Mengikuti sumber suara tersebut berasal. "Suaranya dari dapur." Kata Donghae berguman didalam hati. Dilihatnya Yeojachingunya itu sedang asyik memotong wortel untuk makan malam mereka. Namun, terbesit akal jahil di kepala Donghae. Donghae melangkahkan kakinya pelan-pelan ke belakang Yoona. Dengan Evil smilenya, tiba-tiba Dia melakukan back hug kepada Yoona . Yang membuat Yoona kaget bukan main.
"Aigoo, Hya!! Oppa Kau tau itu sangat membuatku kaget hingga mau mati. " Geram Yoona yang jengkel dengan perlakuan Donghae.
"Bagaimana,kalau Aku sampai memotong jariku sendiri. Oppa tak lihat Aku sedang sibuk memotong wortel. " Lagi-lagi Yoona mengoceh dengan raut muka cemberut yang membuat Donghae tersenyum kecil. "Waeyo, ada yang aneh di wajahku." Tanya Yoona Merasa aneh dengan Donghae yang tersenyum seperti itu.
"Ani, hanya saja Kau sangat manis ketika cemberut." Jawab Donghae dengan santainya.
"Aissh,Oppa. Memang Aku ini begitu cantik saat kapanpun baik aku menangis, cemberut, tersenyum, bahkan Aegyo. Tak seperti Kau yang jahil. Tak ada yang bagus dari dirimu. Huh!" Balas Yoona yang kePedean.
"Dasar Yeoja babo." Ujar Donghae seraya menggetok kepala Yoona.
"Hya, Oppa appoo." Gerutu Yoona sembari mengelus-eluskan kepalanya.
"Biarpun Kau mengatakan aku itu tidak ada yang berguna.Tapi ada Yeoja munafik yang selalu mengatakan saranghae kepadaku setiap hari." Goda Donghae kepada Yoona
"Huh,Nugu Oppa? Awas sampai Kau menerimanya." Ancam Yoona yang penasaran kepada donghae dengan polosnya. *Author : Aigoo Yoona Lo lemot amat sih yang di maksud Fishy itu lo. Ya kan Hae?(Sok akrab) | Donghae: Lo siapa ya? Gue ga kenal | Author: Gubrak salah gaul -__-" *
"Iya tentu saja Aku menerimanya. Orang itu sangat Aku cintai. Namanya IM YOON AH." Donghae berbisik kepada Yoona . Mendengarnya Yoona hanya terdiam dengan muka yang memerah. Entah kenapa tiba-tiba Dia menjadi canggung dan cuaca malam ini begitu panas.
15 minutes later.....
"TARA!!!! Masakannya sudah jadi." Yoona memekik histeris sambil meletakkan Kimchi dan Ramen buatannya di atas meja.
"Huwaaa aromnya lezat sekali." Donghae tiba-tiba saja muncul dengan ekspresi laparnya.
"Aisssh, Aku belum mengizinkan Oppa untuk menyantapnya. Jadi Kau tidak bisa. Andwee!."
"Yoong Oppa sudah lapar. Apa yang mau Oppa makan kalau kau tidak mengijinkannya." Ucap Donghae dengan muka memelas.
"Kau bisa memakan itu." Balas Yoona seraya menunjuk ke Kotak makan anjing di atas kulkas. *Yoong sarap ya? Masa Hae d kasih makan anjing tega lu.*
"Mwo?! Kau pikir Aku ini anjing." Protes Donghae yang tidak terima di samakan dengan anjing -_-"
"Ani,Oppa aku hanya menggoda Oppa. Kau boleh memakan masakan Chef Yoona yang baik ini." Ujar Yoona yang luluh dengan raut muka donghae disikapi bak anak kelaparan yang merengek kepada orang tuanya. Donghae memakan makanannya dengan lahap, begitu juga Yoona yang makan di sampingnya. "Bagaimana Oppa, enak?" Yoona memulai pembicaraan di meja makan. "Ne, Jeongmal Hamasita" Puji Donghae bersemangat akan masakan yang dibuat Yoona. Yoona hanya terkekeh mendengar pujian Namja chingunya itu. Kemudian pandangannya beralih pada noda yang menempel di samping bibir Donghae.
"Aigoo,Oppa sudah umur berapa? Kau masih saja makan bercelomotan seperti anak kecil. Tch..tch." Ucap Yoona sembari mengelap bibir Donghae dengan tissue lalu menggelengkan kepalanya.
"Aiss Kau ini bertingkah laku mirip sekali dengan Eomma." Donghae mengelus-elus kepala Yoona. "Hmmm Yoong?"
"Ne Oppa?"
"Jebal Mianhae Yoong. Oppa sekarang jadi tak sempat mengajakmu dinner." Tiba-tiba Donghae merasa bersalah kepada Yoona.
"Ahh Gwenchana Oppa. Makan malam bersamamu saja sudah cukup bagiku." Jawab Yoona sambil mengeluarkan senyuman mautnya kepada Donghae.
"Gomawo Yoong. Kau Yeojaku yang paling pengertian." Pinta Donghae kepada Yoona. "Cheonma Oppa.".
END Flashback...
Masih teringat olehnya kenangan saat Yoona memasak makan malam untuknya. Seusai makan, Donghae pergi mandi untuk membersihkan dirinya serta menghilangkan penat yang ada di otaknya. Donghae mengganti pakaiannya dengan piyama pemberian Yoona. Tapu entah mengapa Donghae ingin melihat kamar Yoona. Ia pun segera pergi menuju kamar Yoona, kemudian Donghae duduk di tepi kasur milik Yoona Dan berbaring. Angin malam saat itu benar-benar menusuk kulit, sehingga membuat Donghae terlelap.
Author POV
Donghae yang sepulang dari makam itu , tampak lunglai tak bergairah. Ia menghampiri foto yeoja yang Dia cintai selama ini, lalu duduk di sofa. Dipandanginya Foto Yoona ,Termenung akan memori-memori lama yang dulu Ia buat bersama Yoona.
Klik!
Donghae meraih remote TV yang ada di hadapannya, kemudian mengarahkan ke TV untuk menonton acara yang akan menghibur hatinya. Satu persatu Channel ia cari untuk mendapatkan acara yang pas dengan moodnya saat ini. Saat sampai di no 14 terdapat acara. Kartun Doraemon. *Donghae berasa anak kecil -_- #abaikan!*
"Seandainya Doraemon itu nyata. Aku akan meminta kepadanya untuk memberikanku mesin kwaktu,kemudian memundurkan waktu seperti sediakala saat kita masih bersama,yoong." Guman Donghae sembari memandangi foto Yoona. *Tenang Hae athor manggilin nobita mau? #Plak!*
Donghae melangkahkan kakinya kedapur. Masih terbayang olehnya Yoona yang biasanya sedang menyiapkan makanan untuk dirinya, tapi sekarang pemandangan itu takkan pernah lagi ada. Kini keadaan dirumah benar-benar sunyi. Tak ada lagi senyuman manis dari Yeoja chingunya . Juga tak ada lagi yang akan merengek manja kepada dirinya.
"Tak ada makanan." Guman Donghae dalam hati. Lalu, Dia pun pergi ke kulkas untuk melihat apa saja makanan yang akan ia santap. Di raba-rabanya seisi kulkas itu mencari bahan makanan yang mau dia masak.
"Hmmm, hanya ada ramen,telur,dan seikat kol. " Donghae berguman menu apa yang akan Dia masak. Lalu Ia pun teringat dengan dengan Yoona yang biasa membantu dirinya jika ada kesulitan.
Flashback....
Tuck..Tuck...Tuck..
Donghae yang sedang asyik memainkan komputernya,sekarang mengalihkan focusnya ke bunyi yang ada di dapur. Di matikan komputernya. Lalu,pergi kebawah untuk melihat apa yang terjadi. Disusurinya tangga satu per satu. Mengikuti sumber suara tersebut berasal. "Suaranya dari dapur." Kata Donghae berguman didalam hati. Dilihatnya Yeojachingunya itu sedang asyik memotong wortel untuk makan malam mereka. Namun, terbesit akal jahil di kepala Donghae. Donghae melangkahkan kakinya pelan-pelan ke belakang Yoona. Dengan Evil smilenya, tiba-tiba Dia melakukan back hug kepada Yoona . Yang membuat Yoona kaget bukan main.
"Aigoo, Hya!! Oppa Kau tau itu sangat membuatku kaget hingga mau mati. " Geram Yoona yang jengkel dengan perlakuan Donghae.
"Bagaimana,kalau Aku sampai memotong jariku sendiri. Oppa tak lihat Aku sedang sibuk memotong wortel. " Lagi-lagi Yoona mengoceh dengan raut muka cemberut yang membuat Donghae tersenyum kecil. "Waeyo, ada yang aneh di wajahku." Tanya Yoona Merasa aneh dengan Donghae yang tersenyum seperti itu.
"Ani, hanya saja Kau sangat manis ketika cemberut." Jawab Donghae dengan santainya.
"Aissh,Oppa. Memang Aku ini begitu cantik saat kapanpun baik aku menangis, cemberut, tersenyum, bahkan Aegyo. Tak seperti Kau yang jahil. Tak ada yang bagus dari dirimu. Huh!" Balas Yoona yang kePedean.
"Dasar Yeoja babo." Ujar Donghae seraya menggetok kepala Yoona.
"Hya, Oppa appoo." Gerutu Yoona sembari mengelus-eluskan kepalanya.
"Biarpun Kau mengatakan aku itu tidak ada yang berguna.Tapi ada Yeoja munafik yang selalu mengatakan saranghae kepadaku setiap hari." Goda Donghae kepada Yoona
"Huh,Nugu Oppa? Awas sampai Kau menerimanya." Ancam Yoona yang penasaran kepada donghae dengan polosnya. *Author : Aigoo Yoona Lo lemot amat sih yang di maksud Fishy itu lo. Ya kan Hae?(Sok akrab) | Donghae: Lo siapa ya? Gue ga kenal | Author: Gubrak salah gaul -__-" *
"Iya tentu saja Aku menerimanya. Orang itu sangat Aku cintai. Namanya IM YOON AH." Donghae berbisik kepada Yoona . Mendengarnya Yoona hanya terdiam dengan muka yang memerah. Entah kenapa tiba-tiba Dia menjadi canggung dan cuaca malam ini begitu panas.
15 minutes later.....
"TARA!!!! Masakannya sudah jadi." Yoona memekik histeris sambil meletakkan Kimchi dan Ramen buatannya di atas meja.
"Huwaaa aromnya lezat sekali." Donghae tiba-tiba saja muncul dengan ekspresi laparnya.
"Aisssh, Aku belum mengizinkan Oppa untuk menyantapnya. Jadi Kau tidak bisa. Andwee!."
"Yoong Oppa sudah lapar. Apa yang mau Oppa makan kalau kau tidak mengijinkannya." Ucap Donghae dengan muka memelas.
"Kau bisa memakan itu." Balas Yoona seraya menunjuk ke Kotak makan anjing di atas kulkas. *Yoong sarap ya? Masa Hae d kasih makan anjing tega lu.*
"Mwo?! Kau pikir Aku ini anjing." Protes Donghae yang tidak terima di samakan dengan anjing -_-"
"Ani,Oppa aku hanya menggoda Oppa. Kau boleh memakan masakan Chef Yoona yang baik ini." Ujar Yoona yang luluh dengan raut muka donghae disikapi bak anak kelaparan yang merengek kepada orang tuanya. Donghae memakan makanannya dengan lahap, begitu juga Yoona yang makan di sampingnya. "Bagaimana Oppa, enak?" Yoona memulai pembicaraan di meja makan. "Ne, Jeongmal Hamasita" Puji Donghae bersemangat akan masakan yang dibuat Yoona. Yoona hanya terkekeh mendengar pujian Namja chingunya itu. Kemudian pandangannya beralih pada noda yang menempel di samping bibir Donghae.
"Aigoo,Oppa sudah umur berapa? Kau masih saja makan bercelomotan seperti anak kecil. Tch..tch." Ucap Yoona sembari mengelap bibir Donghae dengan tissue lalu menggelengkan kepalanya.
"Aiss Kau ini bertingkah laku mirip sekali dengan Eomma." Donghae mengelus-elus kepala Yoona. "Hmmm Yoong?"
"Ne Oppa?"
"Jebal Mianhae Yoong. Oppa sekarang jadi tak sempat mengajakmu dinner." Tiba-tiba Donghae merasa bersalah kepada Yoona.
"Ahh Gwenchana Oppa. Makan malam bersamamu saja sudah cukup bagiku." Jawab Yoona sambil mengeluarkan senyuman mautnya kepada Donghae.
"Gomawo Yoong. Kau Yeojaku yang paling pengertian." Pinta Donghae kepada Yoona. "Cheonma Oppa.".
END Flashback...
Masih teringat olehnya kenangan saat Yoona memasak makan malam untuknya. Seusai makan, Donghae pergi mandi untuk membersihkan dirinya serta menghilangkan penat yang ada di otaknya. Donghae mengganti pakaiannya dengan piyama pemberian Yoona. Tapu entah mengapa Donghae ingin melihat kamar Yoona. Ia pun segera pergi menuju kamar Yoona, kemudian Donghae duduk di tepi kasur milik Yoona Dan berbaring. Angin malam saat itu benar-benar menusuk kulit, sehingga membuat Donghae terlelap.
♥♥♥
"Anyeonghaseo.OPPA!" Suara Yeoja yang memanggilnya membuat Donghae berbalik. Terlintas bayangan seorang yeoja di hadapannya, kian lama bayangan itu kian mendekat seakan-akan mnghampiri Donghae yang bingung,karena tidak tahu dimana dirinya kini berada. "Dimana Aku? mengapa semuanya putih?." Tanya Donghae dalam hati.
"Oppa! kau sombong sekali baru beberapa jam ku tinggal pergi, Kau sudah tidak mnghiraukan salamku tadi." Tiba-tiba seorang Yeoja muncul di hadapan Donghae.
"Kauuuuuuu, Yoong ? benar itu kau?." Donghae terhenyak melihat Yeoja dihadapannya itu rasanya Ia benar-benar tidak percaya akan kemunculan Yoona yang tiba-tiba. Dipandanginya Yeoja itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Ah,tak mungkin Dia itu Yoona. Jelas-jelas tadi siang Aku melihat dengan kepalaku sendiri jasadnya di makamkan." Donghae berguman dalam hati. "Sadarlah Donghae, Kau mitchin?" tambah Donghae sembari memukul-mukul kepalanya
"Waeyo Oppa? Ini Aku Yoong, IM YOON AH. Kau Sakit." Tanya Yeoja itu sembari menyentuh dahi Donghae. Donghae kaget bukan kepalang , kenapa tidak? Sentuhan tangan Yeoja itu sangat mirip sekali dengan Yoona. Telapak tangan Yeoja itu sama halusnya dengan Yoona yang ia cintai. Donghae masih bertanya-tanya dalam hati, apakah benar kalau itu adalah IM YOON AH yeoja yang Ia puja-puja selama ini. Dicubitnya pipi Yeoja itu untuk memastikan kalau wanita di hadapannya itu adalah benar IM YOON AH.
"Hya Oppa Appo!." Yoona menjitak kepala Donghae karena telah mencubit pipinya. "Aishh Yeoja ini. Tapi Kau benar-benar Yoona?" Donghae kembali bertanya apakah Yoja itu Yoona.
Seakan mengerti dengan tingkah laku Donghae yang nampak kebingungan itu Yoona tersenyum kecil.
" Oppa ini benar-benar diriku Yeoja yang selalu mengatakan SARANGHAE kepadamu." Jelas Yoona kepada Donghae.
"Mwo?! Jeongmalyo?! Yoong naneun Jeongmal bogoshipoyeo." Donghae memekik histeris,lalu memeluk Yoona . Rasanya Donghae benar-benar bahagia dapat bertemu kembali dengan Yeoja pujaan hatinya tersebut.
"Hwae Oppa. Aku tidak bisa bernafas." Jerit Yoona sembari melepaskan pelukan Donghae.
" Yoong apakah dirimu akan kembali seperti sedia kala, Mengapa Kau bisa ada disini?"
"Ani Oppa ,Aku hanya ingin melihat wajahmu."Yoona menggelengkan Kepalanya. "Tapi bukankah Oppa sendiri yang bilang kalau Aku bahkan belum sempat mengucapkann salam perpisahan. Jadi kedatanganku kali ini hanya sekedar mengucapkan Gamsahabnida Oppa, karena Oppa telah menjadi namjachinguku juga menjadi appa dan oppa sekaligus untukku. Mianhae Oppa karena Aku pergi diam-diam dan mendahuluimu." Isak Yoona sambil menjauh yang membuat Donghae perlahan-lahan meneteskan air mata.
"Apa maksudmu ini Aku tak mengerti? Apa Kau akan pergi lagi? Andwee Yoona Aku tidak akan membiarkan Kamu pergi lagi!." Geram Donghae sembari memegang pergelangan tangan Yoona, memohon agar Yoona tidak pergi meninggalkan dirinya didalam kesepian lagi.
"Oppa.... biar Kujelaskan, sekarang keadaan Kita tidak sama seperti dulu. Kita tidak bisa bersama seperti dulu,tempat aku sudah tidak didunia lagi, Kita berbeda dunia,tempat,dan dimensi Oppa." Jelas Yoona seraya melepaskan genggaman Donghae.
"ANDWEE!! Kajima Yoong...." Donghae dengan cepat memeluk erat tubuh Yeoja yang dicintainya itu, rasanya sudah lama ia tidak memeluk tubuh Yoona yang mungil. Sedangkan Yoona, Ia tidak merasakan apa-apa, karena keadaannya yang bukan seperti dulu, kini dirinya hanya memiliki rasa yang takkan pernah lenyap sampai akhir hayatnya, rasanya semua sentuhan Donghae tidak terasa sama sekali bak mati rasa, Ia juga tidak merasakan kehangatan dari pelukan Donghae.
"Hya Lee Donghae, Kalau Kau seperti ini terus. Aku takkan pernah tenang sampai kapanpun!!.'' Kali ini giliran Yoona yang memekik keras,lalu melepaskan pelukan Donghae dari tubuhnya. Donghae kaget bukan main,karena baru kali ini ia melihat Yoona membentaknya dengan penuh emosi,kali ini Donghae hanya bisa terdiam kaku.
"Kajima yoong atau Kau bawa saja Aku pergi bersamamu ."Isak Donghae memohon dengan setulus hati agar Yoona dapat bersama dengan dirinya .
"Oppa.." Yoona mengusap air mata yang mengalir di pipi Donghae."Gunakan ini dengan baik,jangan pernah Kau menyia-nyiakan waktu berhargamu." Tambah Yoona sembari memberika sebuah stopwatch kepada Donghae.
"Mengapa Kau memberikan Aku ini Yoong? Aku tak mengerti apa yang Kau maksud?" Tanya Donghae yang kebingungan
"Nanti Kau akan mengerti dengan sendirinya,Oppa." Jawab Yoona pelan.
"Tapi, Yoong ak....." Pembicaraan Donghae terputus..
Chu~
"Yoong.."
Yoona hanya tersenyum dan menghilang entah kemana saat Ia telah mengecup bibir Yoona.
"Yoong...Yoong....IM YOON AH!!!"
"Yoong...Yoong....IM YOON AH!!!"
Aku terbangun dari tidurku ku. "Ternyata hanya mimpi."gumanku dalam hati. Kupandangi sekitarku mengapa Aku bisa tidur dikamarku bukannya tadi Aku ktiduran dikamar milik Yoona. Siapa yang memindahkanku tidur disini.
Ting Tong...Ting Tong...Ting Tong...
Aku melirik ke jam dinding,masih jam setengah 8 pagi. "Siapa yang datang berkunjung jam segini." Geramku kesal. Aku segera kebawah untuk mmastikan siapa yang datang pagi-pagi begini.
"Nugu?." Ujarku sambil membuka pintu rumahku. Betapa terkejutnya Aku, orang itu adalah seorang Yeoja yang jelas-jelas baru kemarin Dia.
"Oppa,mengapa Kau lama sekali? Aku lelah berdiri di depan pintu." Ujar Yeoja itu.
"Yoong? Im Yoon Ah?." Tanyaku ragu-ragu kepada gadis itu.
"Waeyo? Kau sakit?. Tchh Oppa. Hya Oppa Kau tidak mau Aku menjemputmu?.Kalau begitu aku balikk pulang." gerutu Yeoja itu sambil pura-pura akan pergi.
"Chamkkaman, mengapa Kau menjemputku?" Tanyaku kepada Yeoja yang mengaku Yoona itu, entah kenapa hatiku tak berani menanyakan kepada Yeoja itu mengapa dia bisa hidup lagi *Yaelah donghae minta jitak juga nih -___-"*
"Aishhhh Oppa ini, masa Kau lupa dengan hari ulang tahunku. Biarkan kali ini Aku yang mentraktirmu Oppa." Jawab gadis itu sambil mengusapkan tangan mungilnya kekepalaku.
"Ehhh?" Aku hanya terkejut. Ulang tahun? bukannya ulang tahunnya seminggu sebelum kematiannya. "Ada sesuatu di kantong celanaku." gumanku dalam hati sembari merogoh isi kantung celanaku.
"Stopwatch?" Aku makin bingung dengan stopwatch mistrius ini, tunggu-tunggu bukannya stopwatch ini yang diberikan Yoona padaku di mimpi tadi.
"Oppa,Kau kenapa." Tanya Yoona yang memecah lamunannku.
"Ah ne? Gwenchana." jawabku untuk memastikan kepada Yeoja itu Aku tidak apa-apa.
"Hmmm kalau begitu Aku menunggu oppa bersiap-siap sambil menonton TV ya." Ucap yeoja itu lalu masuk.
Aku benar-benar bingung? Aku juga jadi ingat mimpiku tadi malam mengapa Yoona memberikanku sebuah stopwatch.
"Anyeonghaseo, Saya mau mengantarkan koran edisi hari ini." Seorang tukang koran menghampiriku untuk memberikan koran langgananku.
"Ah,Gamsahabnida Ahjussi." Kataku lalu melihat tanggal di koran itu. Mwo?! harii ini tanggal 5 Mei, yang benar saja, jelas-jelas kemarin tanggal 12 mei. Lalu Aku memperhatikan Stopwatch yang ada di genggamanku saat ini, benar waktu menunjukkan tanggal 5 mei tepat jam 8. Tunggu dulu? jam 8 tanggal 10 Mei bukankah itu tragedi yang membuat Yoona Meninggal. Aku melihat ada sebuah kalimat, seprtinya kalimat itu berisi tentang sisa-sisa hari yang harus kuperbaiki sebelum Yoona pergi untuk selamanya.
" Waktu termundur dengan ajaib, apakah stopwatch ini adalah mesin waktu" Gumanku dalam hati yang membuatku terhenyak dari lamunanku
"Oppa.... biar Kujelaskan, sekarang keadaan Kita tidak sama seperti dulu. Kita tidak bisa bersama seperti dulu,tempat aku sudah tidak didunia lagi, Kita berbeda dunia,tempat,dan dimensi Oppa." Jelas Yoona seraya melepaskan genggaman Donghae.
"ANDWEE!! Kajima Yoong...." Donghae dengan cepat memeluk erat tubuh Yeoja yang dicintainya itu, rasanya sudah lama ia tidak memeluk tubuh Yoona yang mungil. Sedangkan Yoona, Ia tidak merasakan apa-apa, karena keadaannya yang bukan seperti dulu, kini dirinya hanya memiliki rasa yang takkan pernah lenyap sampai akhir hayatnya, rasanya semua sentuhan Donghae tidak terasa sama sekali bak mati rasa, Ia juga tidak merasakan kehangatan dari pelukan Donghae.
"Hya Lee Donghae, Kalau Kau seperti ini terus. Aku takkan pernah tenang sampai kapanpun!!.'' Kali ini giliran Yoona yang memekik keras,lalu melepaskan pelukan Donghae dari tubuhnya. Donghae kaget bukan main,karena baru kali ini ia melihat Yoona membentaknya dengan penuh emosi,kali ini Donghae hanya bisa terdiam kaku.
"Kajima yoong atau Kau bawa saja Aku pergi bersamamu ."Isak Donghae memohon dengan setulus hati agar Yoona dapat bersama dengan dirinya .
"Oppa.." Yoona mengusap air mata yang mengalir di pipi Donghae."Gunakan ini dengan baik,jangan pernah Kau menyia-nyiakan waktu berhargamu." Tambah Yoona sembari memberika sebuah stopwatch kepada Donghae.
"Mengapa Kau memberikan Aku ini Yoong? Aku tak mengerti apa yang Kau maksud?" Tanya Donghae yang kebingungan
"Nanti Kau akan mengerti dengan sendirinya,Oppa." Jawab Yoona pelan.
"Tapi, Yoong ak....." Pembicaraan Donghae terputus..
Chu~
"Yoong.."
Yoona hanya tersenyum dan menghilang entah kemana saat Ia telah mengecup bibir Yoona.
"Yoong...Yoong....IM YOON AH!!!"
♥♥♥
Donghae POV
"Yoong...Yoong....IM YOON AH!!!"
Aku terbangun dari tidurku ku. "Ternyata hanya mimpi."gumanku dalam hati. Kupandangi sekitarku mengapa Aku bisa tidur dikamarku bukannya tadi Aku ktiduran dikamar milik Yoona. Siapa yang memindahkanku tidur disini.
Ting Tong...Ting Tong...Ting Tong...
Aku melirik ke jam dinding,masih jam setengah 8 pagi. "Siapa yang datang berkunjung jam segini." Geramku kesal. Aku segera kebawah untuk mmastikan siapa yang datang pagi-pagi begini.
"Nugu?." Ujarku sambil membuka pintu rumahku. Betapa terkejutnya Aku, orang itu adalah seorang Yeoja yang jelas-jelas baru kemarin Dia.
"Oppa,mengapa Kau lama sekali? Aku lelah berdiri di depan pintu." Ujar Yeoja itu.
"Yoong? Im Yoon Ah?." Tanyaku ragu-ragu kepada gadis itu.
"Waeyo? Kau sakit?. Tchh Oppa. Hya Oppa Kau tidak mau Aku menjemputmu?.Kalau begitu aku balikk pulang." gerutu Yeoja itu sambil pura-pura akan pergi.
"Chamkkaman, mengapa Kau menjemputku?" Tanyaku kepada Yeoja yang mengaku Yoona itu, entah kenapa hatiku tak berani menanyakan kepada Yeoja itu mengapa dia bisa hidup lagi *Yaelah donghae minta jitak juga nih -___-"*
"Aishhhh Oppa ini, masa Kau lupa dengan hari ulang tahunku. Biarkan kali ini Aku yang mentraktirmu Oppa." Jawab gadis itu sambil mengusapkan tangan mungilnya kekepalaku.
"Ehhh?" Aku hanya terkejut. Ulang tahun? bukannya ulang tahunnya seminggu sebelum kematiannya. "Ada sesuatu di kantong celanaku." gumanku dalam hati sembari merogoh isi kantung celanaku.
"Stopwatch?" Aku makin bingung dengan stopwatch mistrius ini, tunggu-tunggu bukannya stopwatch ini yang diberikan Yoona padaku di mimpi tadi.
"Oppa,Kau kenapa." Tanya Yoona yang memecah lamunannku.
"Ah ne? Gwenchana." jawabku untuk memastikan kepada Yeoja itu Aku tidak apa-apa.
"Hmmm kalau begitu Aku menunggu oppa bersiap-siap sambil menonton TV ya." Ucap yeoja itu lalu masuk.
Aku benar-benar bingung? Aku juga jadi ingat mimpiku tadi malam mengapa Yoona memberikanku sebuah stopwatch.
"Anyeonghaseo, Saya mau mengantarkan koran edisi hari ini." Seorang tukang koran menghampiriku untuk memberikan koran langgananku.
"Ah,Gamsahabnida Ahjussi." Kataku lalu melihat tanggal di koran itu. Mwo?! harii ini tanggal 5 Mei, yang benar saja, jelas-jelas kemarin tanggal 12 mei. Lalu Aku memperhatikan Stopwatch yang ada di genggamanku saat ini, benar waktu menunjukkan tanggal 5 mei tepat jam 8. Tunggu dulu? jam 8 tanggal 10 Mei bukankah itu tragedi yang membuat Yoona Meninggal. Aku melihat ada sebuah kalimat, seprtinya kalimat itu berisi tentang sisa-sisa hari yang harus kuperbaiki sebelum Yoona pergi untuk selamanya.
" Waktu termundur dengan ajaib, apakah stopwatch ini adalah mesin waktu" Gumanku dalam hati yang membuatku terhenyak dari lamunanku
___CONTINUED___
Huwaaa, akhirnya jadi juga ini FF maaf ya author ga nepatin janjinya mau nyelesain FF Fine Day With My Friend kekeke~. Mianhae buat para Readers yang mau ngoment plus ngebaca FF kami *bow*. DON'T FORGET TO COMMENT!! AUTHOR PALING MALAS KALAU NGELIAT BANYAK READERS YANG TAUNYA CUMA BACA *maksa #Plak* Inga ya Readers Comment hargai dong author capek ngetik+mikir+mental(?). ya udah segitu aja GAMSAHABNIDA :D

Daebak!!! author ditunggu chapter selanjutnya^^^
ReplyDeleteGomawo :D pasti bakal dilanjutin kok :D
Deletedaebakkkkk >.<! next chapter'n harus lebih seru dr ini ya thor
ReplyDeletePasti dong ditunggu ya :D gomawo XD
Deletewaaaoww !!! kereeen !!! aku suka banget sama cerita yg ini !!! XD
ReplyDeleteGomawo kekkekek :D
Deletekok gk bisa comment ya? comment disini aja ya.. :D (dari pada jadi siders :) )
DeleteBagus eon, ada lanjutannya? Lanjut ya..haha, dtunggu lanjutannya.. :D
Pasti dong gomawo ya :D
Deletebagus thor
ReplyDeleteWah gomawo :)
Deletewooaahh...bingung mau comment apa, kekekek^^
ReplyDeletetp bgus kok ffnya, seru!
ditunggu lanjutannya :)
Udh bentar lagi kok. sabar ya. Gomawo hihihi
Deletehhmmm nemu lg deh blog yg muat couple ini..
ReplyDeletelanjutkan y..
sabar2 aja kalo blogspot emang jarang ada yg coment chingu..
yahh sekedar curhatan sesama senasib yg sepi koment di blognya..hhaha
yg penting tetep semangat lanjutin ff y.. ;)
akhirnya nemu lagi FF YoonHae hehehe ^^
ReplyDeletedaebakk jadi bingung mau comment apa soalnya mau cepet2 baca part selanjutnya..
pokoknya sebelum baca berdo'a dulu semoga di end partnya happy end heheh #jiwa pyro kumat
Wah kyaknya author terinspirasi dari lgunya FT ISLAND *lupa judulnya
ReplyDeleteLanjut...