Cast : Sunny Snsd, Sungmin Super Junior, Tacyeon 2pm, Jessica Snsd, Seohyun Snsd, Kyuhyun, and other cast.
Genre: Romance.
Type: Chapter
Author: Meiliyani
Author: Meiliyani
anyeong Reader mianhae saya baru kembali. Komputer saya error makanya saya lama gak muncul di nih blog. Nih entry saya ketik di handphone publish di warnet. #CurcolAbaikan. karena itu saya minta dihargai tinggalin comment gitu. biar saya makin semangat. dan terima kasih atas comment-comment chingu sekalian Saranghae .
Will You Marrie Me !! Loveless Marriage
"kau tidak turun?" tanya Sungmin
"anio aku disini saja oppa" jawab Sunny. "baiklah aku masuk dulu ya"
"ne oppa"
Sungmin pun turun dari mobil,
meninggalkan Sunny. Dia masuk kedalam Bar yang dimaksud Jessica. Sunny
meniup-niup poninya, sekedar menghilangkan rasa bosannya, Dia tampak
tersenyum sendiri. Dia mengingat kembali saat Sungmin meraih tangannya.
untuk masuk kembali kedalam mobilnya.
Nice show! Nice show! Opera!
Odoru yo opera utau yo opera
Ne ii kara! Kūru ni iko u ka!
Nice show! Nice show! Opera!
Kiwadoi opera taito na opera
Sa ii kara! Kore ga ii kara!
Odoru yo opera utau yo opera
Ne ii kara! Kūru ni iko u ka!
Nice show! Nice show! Opera!
Kiwadoi opera taito na opera
Sa ii kara! Kore ga ii kara!
"Hoh bukannya itu suara handphone Sungmin Oppa" Sunny langsung meraih handphone Sungmin, tapi suara panggilan itu berhenti, mungkin
karena lama tidak di angkat. Akhirnya Sunny berniat menyusul Sungmin ke
dalam bar. Dia melihat ke sekeliling bar, dan akhirnya dia melihat
sosok Sungmin berjalan menghampiri Seorang yeoja yang duduk dengan
pandangan menerawang.
Dia memberanikan diri mendekati mereka.
tapi baru saja dia hampir dekat dengan mereka, betapa terkejutnya Sunny
melihat Jessica langsung mencium bibir Sungmin yang baru saja
menghampirinya.
"Oppa" ujar Sunny lirih, dia berusaha
menahan air matanya. Sungmin yang tidak sengaja melihat bayangan Sunny
di kaca, langsung melepas ciuman Jessica, dan membalikkan badannya untuk
melihat Sunny, yang tampak akan menangis melihatnya berciuman dengan
jessica.
♥♥♥♥
"Sunny-ah.." Titah Sungmin cemas. Dia takut Sunny akan salah paham terhadapnya. Karena dia melihat mata Sunny yang berkaca-kaca menahan air matanya yang akan keluar. Tapi Sunny tidak menghiraukannya dia berjalan cepat meninggalkan Sungmin dan Jessika, kini dia berani mengeluarkan airmatanya, jalannya bergetar, tapi dengan cepat dia hapus air matanya.
"Oppa.." Kini Jessica memeluk Sungmin dari belakang. "Biarkan dia pergi kau bersamaku saja malam ini" lanjutnya manja. Sungmin menggigit bibir bawahnya cemas. Dia tampak berpikir agak lama. Sementara Jessica tampak mengelus dada Sungmin.
"Oppa Saranghae" Kini Jessica mencium punggung Sungmin.
"Apa yang kau lakukan Huh?!" Suara Sungmin meninggi, melepaskan pelukan Jessica, dan berlari mengejar Sunny.
"Oppa" gumam Jessica tak percaya oppanya berani membentaknya. "Apa bagusnya yeoja bodoh sepertinya" jessica menggigit bibir bawahnya. Kesal mengingat kejadian tadi.
"Harusnya aku tidak datang kedalam. Kenapa kau begitu bodoh Sunny-ah" Sunny berjalan pelan, kakinya terasa gemetar, dia menangis tertahan. Dia memukul pelan dahinya. "Sunny kau benar-benar babo" kini dia membuat sebuah tawa yang dipaksakan, untuk menghibur dirinya walaupun dia tau tawa bohongannya tetap tidak akan memudarkan rasa sedihnya.
"Sunny sudahlah. Kau tidak boleh menangis. Kau jadi tampak sedang cemburu sekarang" gumamnya lagi dengan senyum paksa yang di keluarkannya.
Tapi tak lama air matanya terasa ingin keluar lagi, dia tidak bisa membendungnya, akhirnya dia kembali menangis. Sunny tampak berjongkok. Dia menyembunyikan setengah kepalanya di balik dengkulnya (reader ngerti gak?).
"Hei hentikan tangisanmu itu. Kau tampak jelek tau" Kini Sungmin berdiri di depan Sunny, Sunny mendongakkan kepalanya keatas. Tampak Sungmin yang sedang tersenyum manis. Segera Sunny menghapus air matanya berdiri, dan berjalan meninggalkan Sungmin.
"Seharusnya bukan wajah seperti itu yang dia tampakan padaku" Gumam Sunny dongkol. "Terus aku harus seperti apa?" Timpal Sungmin polos.
"Seperti yang ada dipikiranku saat ini" jawab Sunny agak kesal. "Ya harus seperti apa?"
"Entahlah" Sunny tetap berjalan meninggalkan Sungmin. Tapi dengan cepat Sungmin meraih tangan Sunny hingga Sunny menoleh ke belakang.
"Sunny-ah kau salah paham. Jangan pikirkan hal itu" Sungmin membelai rambut Sunny dan menyingkirkan rambut Sunny yang menutupi wajah Sunny dan meletakannya di belakang kuping Sunny, lalu dia menghapus air mata Sunny.
"Oppa hentikan ini" Sunny meraih tangan Sungmin yang membelai rambutnya. Sungmin menatap heran Sunny.
"Aku benci mengatakannya. Tapi apa kau bisa tidak tersenyum untukku sekarang. Saat ini aku benar-benar tidak ingin melihat senyumanmu oppa"
"Kenapa kau jadi seperti ini?" Tanya Sungmin, raut wajahnya berubah menjadi serius.
"Aku pikir kau sudah tau kenapa"
"Sunny kau salah, kau benar-benar salah paham"
"Jika ini hanya kesalahpahaman, mengapa kalian berciuman agak lama?"
"Sunny ku pikir itu tidak terlalu lama"
"Tapi bagiku itu lama!" Kini suara Sunny agak menaik.
"Oh god! Mengapa kau menjadi se sensitive ini sih?"
"Kau tidak suka ?"
"Ne aku benar-benar tidak suka. Aku jadi membencimu ketika kau menjadi seperti ini!"
"Mwo? Kau membenciku Istrimu sendiri, apa kau lupa dengan apa yang kau lakukan tadi. Berciuman didepan istrimu"
"Sunny!"
"Lalu kau mengejarku dengan senyuman manis, tanpa merasa bersalah sekalipun! Apa maksudmu!"
"Kau benar-benar keterlaluan Sunny-ah" tampaknya Sungmin mulai terpancing amarahnya saat mendengar ucapan Sunny.
"Dan kau tidak mengeluarkan kata maaf dari mulutmu!" Seru Sunny. Membuat Sungmin tampak geram.
"KAU BAHKAN TIDAK MEMBIARKANKU MENJELASKAN SEMUANYA!" Sungmin berteriak. Membuat Sunny benar-benar terpaku Shock. Bibirnya bergetar dan akhirnya air matanya kini meluncur bebas, membasahi pipinya.
"Aku membencimu oppa" titah Sunny lirih. Lalu membalikkan badannya berjalan pelan dengan kaki gemetarnya. Dia menangis tanpa suara. Ya dia berusaha menutupi mulutnya agar tidak mengeluarkan bunyi. Sungmin tidak tinggal diam, dia mengejar Sunny dan dengan cepat dia menahan lengan Sunny dan dengan cepat tubuh Sunny terputar. Dia menarik tubuh mungil Sunny kedalam dekapannya yang hangat.
Sunny benar-benar terkejut sekarang. Karena saat ini wajahnya dihadapkan dengan dada bidang Sungmin, aroma Khas Sungmin dapat dirasakannya. Sungmin merubah tempat tangannya. Kini tangannya sudah melingkari pinggang mungil Sunny, yang semakin membuat Sunny terpaku kaku, Sunny benar-benar terkejut, nafasnya tercekat.
Sungmin mengelap air mata Sunny. Dia kembali melingkarkan tangannya di pinggang Sunny. Raut wajah Sungmin kini berubah. Dia tidak tersenyum manis seperti tadi. Lalu tangan kanannya mengelus pelan rambut Sunny.
"Mianhae sudah membuatmu menangis"
Sunny langung merasa badannya panas. Padahal malam ini adalah malam yang dingin. Sungmin kembali tersenyum.
"Mianhae sudah membentakmu. Aku benar-benar tidak ingin membentakmu. Tapi aku tidak suka jika tidak diberikan celah untuk berbicara"
Sunny benar-benar lemas sekarang. Detak jantungnya berdetak cepat. Dia membiarkan tubuhnya terlena di pelukan Sungmin.
Dia mendongakkan wajahnya ke atas dengan pelan untuk menatap wajah Sungmin yang kini tengah menatapnya. Dia tersenyum pelan. Melihat senyuman Sunny. Sungmin pun langsung membalas senyuman Sunny.
Membuat Sunny benar-benar lupa sekarang, dia membalas pelukan Sungmin erat. Namja itu menaruh dagunya di puncak kepala Sunny. "Kau menyukai ku mrs Lee?" Tanya namja itu tiba-tiba.
"Mwo?!" Sunny meleparkan tatapan miris, sembari melepaskan dirinya cepat dari pelukan sungmin. "Kau pede sekali sih oppa" Sunny langsung mengerucutkan bibirnya, yang membuat Sungmin tersenyum lebar.
"Baiklah aku tidak akan menanyakan hal itu padamu, tapi.." Ucapan sungmin terhenti, dia kembali menarik Sunny kedalam dekapannya. "Siapa yang menyuruhmu melepaskan pelukan ku" lanjut Sungmin. Sunny tersenyum lega. Ada perasaan baru, yang sulit untuk dijelaskan sekarang.
"Oppa.." Kini Jessica memeluk Sungmin dari belakang. "Biarkan dia pergi kau bersamaku saja malam ini" lanjutnya manja. Sungmin menggigit bibir bawahnya cemas. Dia tampak berpikir agak lama. Sementara Jessica tampak mengelus dada Sungmin.
"Oppa Saranghae" Kini Jessica mencium punggung Sungmin.
"Apa yang kau lakukan Huh?!" Suara Sungmin meninggi, melepaskan pelukan Jessica, dan berlari mengejar Sunny.
"Oppa" gumam Jessica tak percaya oppanya berani membentaknya. "Apa bagusnya yeoja bodoh sepertinya" jessica menggigit bibir bawahnya. Kesal mengingat kejadian tadi.
"Harusnya aku tidak datang kedalam. Kenapa kau begitu bodoh Sunny-ah" Sunny berjalan pelan, kakinya terasa gemetar, dia menangis tertahan. Dia memukul pelan dahinya. "Sunny kau benar-benar babo" kini dia membuat sebuah tawa yang dipaksakan, untuk menghibur dirinya walaupun dia tau tawa bohongannya tetap tidak akan memudarkan rasa sedihnya.
"Sunny sudahlah. Kau tidak boleh menangis. Kau jadi tampak sedang cemburu sekarang" gumamnya lagi dengan senyum paksa yang di keluarkannya.
Tapi tak lama air matanya terasa ingin keluar lagi, dia tidak bisa membendungnya, akhirnya dia kembali menangis. Sunny tampak berjongkok. Dia menyembunyikan setengah kepalanya di balik dengkulnya (reader ngerti gak?).
"Hei hentikan tangisanmu itu. Kau tampak jelek tau" Kini Sungmin berdiri di depan Sunny, Sunny mendongakkan kepalanya keatas. Tampak Sungmin yang sedang tersenyum manis. Segera Sunny menghapus air matanya berdiri, dan berjalan meninggalkan Sungmin.
"Seharusnya bukan wajah seperti itu yang dia tampakan padaku" Gumam Sunny dongkol. "Terus aku harus seperti apa?" Timpal Sungmin polos.
"Seperti yang ada dipikiranku saat ini" jawab Sunny agak kesal. "Ya harus seperti apa?"
"Entahlah" Sunny tetap berjalan meninggalkan Sungmin. Tapi dengan cepat Sungmin meraih tangan Sunny hingga Sunny menoleh ke belakang.
"Sunny-ah kau salah paham. Jangan pikirkan hal itu" Sungmin membelai rambut Sunny dan menyingkirkan rambut Sunny yang menutupi wajah Sunny dan meletakannya di belakang kuping Sunny, lalu dia menghapus air mata Sunny.
"Oppa hentikan ini" Sunny meraih tangan Sungmin yang membelai rambutnya. Sungmin menatap heran Sunny.
"Aku benci mengatakannya. Tapi apa kau bisa tidak tersenyum untukku sekarang. Saat ini aku benar-benar tidak ingin melihat senyumanmu oppa"
"Kenapa kau jadi seperti ini?" Tanya Sungmin, raut wajahnya berubah menjadi serius.
"Aku pikir kau sudah tau kenapa"
"Sunny kau salah, kau benar-benar salah paham"
"Jika ini hanya kesalahpahaman, mengapa kalian berciuman agak lama?"
"Sunny ku pikir itu tidak terlalu lama"
"Tapi bagiku itu lama!" Kini suara Sunny agak menaik.
"Oh god! Mengapa kau menjadi se sensitive ini sih?"
"Kau tidak suka ?"
"Ne aku benar-benar tidak suka. Aku jadi membencimu ketika kau menjadi seperti ini!"
"Mwo? Kau membenciku Istrimu sendiri, apa kau lupa dengan apa yang kau lakukan tadi. Berciuman didepan istrimu"
"Sunny!"
"Lalu kau mengejarku dengan senyuman manis, tanpa merasa bersalah sekalipun! Apa maksudmu!"
"Kau benar-benar keterlaluan Sunny-ah" tampaknya Sungmin mulai terpancing amarahnya saat mendengar ucapan Sunny.
"Dan kau tidak mengeluarkan kata maaf dari mulutmu!" Seru Sunny. Membuat Sungmin tampak geram.
"KAU BAHKAN TIDAK MEMBIARKANKU MENJELASKAN SEMUANYA!" Sungmin berteriak. Membuat Sunny benar-benar terpaku Shock. Bibirnya bergetar dan akhirnya air matanya kini meluncur bebas, membasahi pipinya.
"Aku membencimu oppa" titah Sunny lirih. Lalu membalikkan badannya berjalan pelan dengan kaki gemetarnya. Dia menangis tanpa suara. Ya dia berusaha menutupi mulutnya agar tidak mengeluarkan bunyi. Sungmin tidak tinggal diam, dia mengejar Sunny dan dengan cepat dia menahan lengan Sunny dan dengan cepat tubuh Sunny terputar. Dia menarik tubuh mungil Sunny kedalam dekapannya yang hangat.
Sunny benar-benar terkejut sekarang. Karena saat ini wajahnya dihadapkan dengan dada bidang Sungmin, aroma Khas Sungmin dapat dirasakannya. Sungmin merubah tempat tangannya. Kini tangannya sudah melingkari pinggang mungil Sunny, yang semakin membuat Sunny terpaku kaku, Sunny benar-benar terkejut, nafasnya tercekat.
Sungmin mengelap air mata Sunny. Dia kembali melingkarkan tangannya di pinggang Sunny. Raut wajah Sungmin kini berubah. Dia tidak tersenyum manis seperti tadi. Lalu tangan kanannya mengelus pelan rambut Sunny.
"Mianhae sudah membuatmu menangis"
Sunny langung merasa badannya panas. Padahal malam ini adalah malam yang dingin. Sungmin kembali tersenyum.
"Mianhae sudah membentakmu. Aku benar-benar tidak ingin membentakmu. Tapi aku tidak suka jika tidak diberikan celah untuk berbicara"
Sunny benar-benar lemas sekarang. Detak jantungnya berdetak cepat. Dia membiarkan tubuhnya terlena di pelukan Sungmin.
Dia mendongakkan wajahnya ke atas dengan pelan untuk menatap wajah Sungmin yang kini tengah menatapnya. Dia tersenyum pelan. Melihat senyuman Sunny. Sungmin pun langsung membalas senyuman Sunny.
Membuat Sunny benar-benar lupa sekarang, dia membalas pelukan Sungmin erat. Namja itu menaruh dagunya di puncak kepala Sunny. "Kau menyukai ku mrs Lee?" Tanya namja itu tiba-tiba.
"Mwo?!" Sunny meleparkan tatapan miris, sembari melepaskan dirinya cepat dari pelukan sungmin. "Kau pede sekali sih oppa" Sunny langsung mengerucutkan bibirnya, yang membuat Sungmin tersenyum lebar.
"Baiklah aku tidak akan menanyakan hal itu padamu, tapi.." Ucapan sungmin terhenti, dia kembali menarik Sunny kedalam dekapannya. "Siapa yang menyuruhmu melepaskan pelukan ku" lanjut Sungmin. Sunny tersenyum lega. Ada perasaan baru, yang sulit untuk dijelaskan sekarang.
♥♥♥♥
"Bukan yang ini! ini namanya brokoli bukan bayam! Kau ini bodoh sekali sih!" Teriak Seohyun, lalu mengambil bayam, dan merampak brokoli dari tangan Kyuhyun dan meletakannya kembali kedalam tempat brokoli (g tau author namanya u,u). Dan segera mendorong keranjang belanjaannya.
"Aku kan tidak tau.." Balas Kyuhyun bingung. "
"Kau tidak suka sayuran yah?"
"Eh. Kok tau?" Tanya Kyuhyun heran.
"Ketahuan dari gelagatmu" balas Seohyun.
"Begitu ya. Hahahaha. Seo"
"Umhh?"
"Mianhae. Karena Ammaku. Kau jadi harus belanja begini deh.
"Gwenchana. Ammamu tidak semuanya salah. Ammaku juga bersalah. Karena dia yang mengadakan pesta daging panggang ini" gerutu Seohyun.
"Ammaku bahkan memberiku upah tapi aku tidak tau mau dibelikan apa" lanjut Seohyun.
"Beli aku saja" goda Kyuhyun dengan senyum evilnya. Membuat Seohyun tersipu malu.
Seohyun mencubit lengan Kyuhyun "aw Sikerooo!" Rintih Kyuhyun sembari memegangi lengannya yang tadi di cubit Seohyun.
"Makanya jangan menggodaku"
♥♥♥♥
"Ibu guru mengapa kau senyum-senyum sendiri" bocah Lelaki menyadarkan Sunny dari lamunannya.
"Nde? Ah anio Sehunnie. Apa kau sudah selesai melukisnya?" Sunny langsung mengalihkan pembicaraan, agar anak manis tersebut tidak bertanya-tanya lagi tentang lamunannya.
"Ini" Sehun menunjukkan gambarnya, gambar orang yang lebih mirip dengan tubuh orang-orangan sawah di sawah.
"Ah ini bagus sekali" puji Sunny. Lalu memberi nilai A di gambar bocah lelaki bernama Sehun tersebut.
"Luhan lihat gambarku. Aku mendapat nilai A" Sehun memamerkan gambarnya kepada Luhan, sahabatnya. "Oh baguslah kalau begitu" Luhan langsung tersenyum manis ke arah Sehun.
"Luhan, Sehun sini! Kita main yuk!" Ajak bocah lelaki dengan wajah kharismatiknya.
"Ne Tao!" Luhan dan Sehun menghampiri tao yang sedang berkumpul dengan anak laki-laki lainnya.
Sunny tersenyum melihat tingkah anak didiknya. mereka sangat lucu. Membuat Sunny gemas sendiri. Perlahan pikirannya kembali lagi ke kejadian tadi malam, dimana saat Sungmin memeluknya hangat.
"Ibu guru kenapa kau tersenyum sendiri lagi?" Sehun menatap Sunny dalam. Yang membuat Sunny gelagapan.
"Kau jangan ganggu ibu guru. Ibu guru sedang menatapku tau" celetuk luhan tiba-tiba.
"Ibu guru kau menyukai Luhan?" Kini bocah laki-laki bernama Jongin menatap tajam Sunny.
"Anio jongin. Hei kenapa kau pede sekali Luhan?" Sunny membuat raut wajah berpura-pura marah. Membuat Luhan tersenyum garing. Sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
♥♥♥♥
"Oppa kenapa kau menatapku seperti itu" ujar Sunny Risih. Karena dari tadi suaminya terus menatapnya dalam.
"Bahkan saat aku melihatmu, aku masih saja merindukanmu" gumam Sungmin pelan.
"Nde?" Tanya Sunny tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia takut salah dengar.
"Anio tidak ada apa-apa. Ayo masuk" tawar Sungmin kepada Sunny agar masuk kedalam mobilnya. Yang pintunya sudah dibukakannya.
Sungmin langsung membawa Sunny pergi.
"Oppa coba rasakan ini. Es krim ini enak" Sunny menawarkan es krimnya kepada Sungmin. Sungmin tersenyum. Lalu mencoba es krim Sunny. "Enak" ujarnya pelan.
"Oppa ayo duduk. Aku capek berdiri seharian" sunny menarik tangan Sungmin untuk duduk di suatu bangku. Sungmin terkekeh kecil lalu mengacak-acak rambut sunny pelan.
♥♥♥♥
"Sungmin oppa.." Tangis Jessica, sambil mengelap air matanya. Dia sudah seharian menangis membuat matanya bengkak.
"Sudahlah Jessica. Lupakan saja dia" sahabat dekat Jessica mengelus punggung Jessica.
"Mana bisa begitu Tiffani. Padahal dulu Oppa sangat mencintaiku, hingga aku bisa dengan leluasa memainkannya.. Tapi.." Ucapan Jessica terpotong dia kembali menangis.
"di saat aku mulai mengharapnya dia malah meninggalkanku" lanjutnya lalu kembali menangis. Tiffani langsung mendekap sahabatnya tersebut.
"Seseorang bakal terasa berharga saat kita kehilangannya." Balas Tiffani lalu mengelus pelan rambut jessica.
"Aku yakin Sunny dan Sungmin oppa sangat membenciku sekarang"
♥♥♥♥
"Sunny.."
"Apa oppa?"
"Apa kau masih marah dengan Jessica tau Taecyeon?"
Sunny tersenyum dia menghembuskan nafas kecil "Suatu yg mengagumkan itu adalah ketika diri kita menjadi seorang pribadi yg pemaaf. Memaafkan sebuah kesalahan yg kecil ataupun yg besar" jelasnya.
"Kau tidak marah lagi dengan mereka" tanya Sungmin memastikan.
"Ne oppa.tidak ada untungnya juga jika aku dendam dengan jessica dan Taecyeon"
Sungmin tersenyum mendengar perkataan Sunny.
Mereka kemudian diam. Berfokus pada pikiran masing-masing. Sunny masih tampak asyik menatap bintang. Tanpa dia ketahui Sungmin tengah asyik menatapnya.
"Bagaimana kalau kita memulainya dari awal" ujar Sungmin membuat Sunny menatapnya bingung.
Sungmin meraih tangan Sunny. "Kita memulai dari awal, menjadi sepasang suami-istri yang sebenarnya" Sunny semakin di buat heran.
"Terserah oppa saja" jawab Sunny. Lalu menyenderkan kepalanya di bahu Sungmin. Sembari menghela nafas pelan.
"Aku serius.." Titah Sungmin. Tapi Sunny malah asyik menyenderkan kepalanya di bahu Sungmin. "Hey kau mendengarku tidak.." Sungmin menggoyang-goyangkan pundaknya.
"Aku mendengarnya oppa" jawab Sunny kesal. Dia bangkit dari pundak Sungmin. Mengelus lengan Sungmin.
"Oppa"
"Mmh"
"Bagaimana jika aku belum juga mencintaimu?"
"Tentu aku akan membuatmu mencintaiku. Bagaimanapun caranya" jawab Sungmin
"Bagaimana caranya?"
"Dengan caraku" tangan Sunny yang sedari tadi di genggam Sungmin. Kini dikecupnya. Membuat detak jantung Sunny menjadi tak menentu
Pernyataan Sungmin membuat Sunny menjadi kaku, dia tidak bisa mengendalikan detak jantungnya. Tepat saat itu Sunny merasakan sensasi yang membuatnya bingung. Dia sangat gelisah akhirnya dia menyadari apa penyebab sensasi itu. Walaupun dia masih ragu.
Continued ...

Author !!? *teriak pake toa
ReplyDeleteaku anggun :D
yaampunnn FF ini baagggguussss banget *alay kumat*
lanjut thor :D
jangan lama lama ya ? Fans setia FF ini :D
Mksih >o< saya jdi terharu. Ok ntar saya lanjutin. Di tunggu ya. Klw lama atw engganya saya g tau. Trgantung dgn comment para readernya aj. Klw mau cepat jang jadi Siders. Mau lama atau g lanjut sama skali silahkan jadi aj Siders. Mksih ya anggun sy suka sma km, good readers :)
ReplyDeleteIya thor :D
Deletesekali lagi saya bilang FF nya keren :D
saya akan setia menunggu FF ini XD
hi thor ,,
ReplyDeletemakin baguss ni ff nyaa :D
saya sukaa ..
ditunggu lanjutannyaa ^^
Oke ditunggu ya. Gomawo ^^
DeleteFFnya bagus banget
ReplyDeleteinget lanjut thor
Ok ditunggu ya :)
DeleteUpdate soon unnie....
ReplyDeleteLanjut dong thor
ReplyDeletekeren banget
lanjut thor, keren banget :D
ReplyDeletejangan lama lama ya
terus lanjutin yahh.. suka banget kok. aku uda baca berkali2 malah. saking senengnya.. heheh :D
ReplyDeleteLanjut ya thor ?
ReplyDeleteFFnya makin keren aja :)
nice FF :D
AUTHORRR *caps jebol..
ReplyDeletekenalin aku new reader namaku amel... ^^
nglanjutin FF nya jangan lama lama ya
Author :D
ReplyDeleteFF nya keren
lanjut
jangan lama lama
Lanjut
ReplyDeletejangan lama lama dan panjangin :)
author:D
ReplyDeletelanjutin yaahh yahhhh :D
jangan lama lamaa..
ku tunggu:D
semua part ff ini KERENNNNNNN SEMUA heheh.
maaf rusuh ya thor-.-v
update soon please!!!
ReplyDeleteCepetan dong thor postnya
ReplyDeleteudah ga sabar baca
lanjutinn dongzz.. makinn seruu nih.. jd nge bacanyaa assiikk..!! :D
ReplyDeleteLanjut dong authorrrrr.....aku galau menunggunyaaaaa...ff Nya Keren bangetttt...gomawo ^^
ReplyDeletenih ff keren dahh.. aku suka semua chapter ff ini.. seneng banget dahh.. lanjut terus yaa..
ReplyDeleteThor , lanjutin dong TwT
ReplyDeleteKebelet pengen baca dan penasaran nih TAT
( Dinda )
Lanjutttttt !! :D *maksa*
ReplyDeleteAUTHOR #tereak pake toa.
ReplyDeletelanjut dong....tp sunsun hrs bersatu yah
lanjutttt...lanjutttt #demo di dpn rmh author.kkkkkk
-hamari-
author,, perfect... ditunggu kelanjutannya... gomawo author.. :)
ReplyDeleteblm ada lanjutan nya ???
ReplyDeleteayo dongg
pengen nihh...
hahaha
btw, makasih ya min,
wkwkwk
lanjutan nya mana ?
ReplyDeletehehehe.
thxx
bagus thor
ReplyDeleteLANJUUTT!!!!!
jangan lama-lama ya
saya gak bisa bilang apa apa lagi unn.. ini bagus banget!
ReplyDeletenice FF
ReplyDeleteKya akhirnya mulai saling suka jugaaaaaaaa ^^
part selanjutnya d tunggu ^^
AUTHORRR!!!!
ReplyDeletebagus banget bikin iri sama sunny
oppa sungmin punyaku! #digampar sunny *kidding
lanjutin ya thor ^^
~Sella~
agak kecepetan alurnya tapi tetep bikin penasaran..lanjutkan thor..aku gag sabar nunggu lanjutannya (nyari pipinya author buat dicubitin saking gemesnya)
ReplyDeleteAuthorrr!!!
ReplyDeleteIni bangus banget...
Lanjutttt!!!
Jangan lama lama ya..
LANJUT THORR!
ReplyDeletedemi apa FFnya keren pakek banget
ReplyDeletelanjutin lagi ya bikinnya :)
sukaaaaaaa
ReplyDeletesukaaaaa sekallleeeeee
mwwww
baca lanjutannyaaa :D
bagusss banget. jangan lama-lama ya publishnya dah gak sabar nih
ReplyDeleteLanjutin dong chingu
ReplyDelete#hetty
min yg ini publis publish PUBLISH!!!! *capslock jebol pliss aku udah cinta bgt yg ini o.O plis plis plis komohon
ReplyDelete_anastasiaPutri_
pokoknya yg sunsun cepet publish!!
min aku news reader cepet publish yah min ga sabar aku^^
ReplyDeletemudah mudah sunsun diperbanyak _Annnisya_
Author dilanjutkan ya..gak sabar nie..
ReplyDeleteAuthor fighting!!!^^
-elli-
Ditunggu Part 8 nya ya Eonnie >w<
ReplyDeleteSuka banget sama cerita yang ini =3
aku tunggu part 8 nya...
ReplyDeleteudah gak sabar liat kelanjutannya...><
Saya tunggu part 8...
ReplyDeletesuka banget...cerita nya lanjutkan terus ya...
><
authooor.....aku seneng bgt waktu sungmin ngejar sunny...apalgi waktu peluk2an..hhhaa romantis....
ReplyDeletesunsun....
so sweet bgt
ReplyDeletesica unnie sm taecyeon oppa
salah udh mainin perasaan
Sungmin oppa sm sunny unnie
sekarang baru deh sedih
kena batunya (hihi)
thor ini ffnya keren! saya baru nemu ff ini._. udah tertarik banget :* daebak. mian baru comment di part7, soalnya tadi seru banget .-.
ReplyDelete