Wednesday, July 4, 2012

love from metropolitan city


  Cast:          Sunny snsd, Sungmin suju, Seohyun Snsd, Kyuhyun suju.

Other Cast: Yoona snsd, Donghae suju, Tiffany.

genre: Romance, glamour (maybe)

Author: Meiliyani

anyeong Reader saya author Meiliyani kembali membawa FF Sunsun baru dibaca ya. jangan lupa Comment kalau gak saya gak bakal lanjutin nih FF. jadi Good Reader ya ^^ selamat membaca


"Sunny-ah... Kau dimana?, kenapa kau tidak langsung pulang huh? Kenapa kau malah meninggalkan Seohyun di bandara" Tutur seseorang yang terlihat cemas.

"Hya ahjumma!. Aku ini sudah besar, tidak perlu di jemput-jemput segala. Siapa suruh bocah bodoh itu mau menjemputku!" Pekik seorang yeoja, dialah yang bernama Sunny. Saat ini dia ada di dalam mobil temannya Tiffany Hwang, mereka dalam perjalanan menuju klub malam.

"Sunny....! Kau itu pulang dari amerika, malah menjadi seorang pembangkang!" Suara seorang wanita yang berbicara dengan Sunny pun tak kalah nyaring dengan Suara Sunny.

"Siapa yang mau menjadi pembangkang, aku hanya ingin bebas sebentar saja. Sudahlah ahjumma anyeong" Sunny langsung menekan tombol merah di handphonenya.

"Huft~" Sunny menghela nafas dalam, lalu menyandarkan badannya di bangku mobil. Tiffany melirik ke arahnya. "Aigoo kau kenapa?."

"Aku kena marah lagi sama Seo eun son Ahjumma. Dia itu benar-benar menyebalkan!" Jawab Sunny, sembari memukul-mukul bangku mobil Tiffany.

"Hey kau bisa merusak bangku mobilku" tangan kiri Tiffany tiba-tiba mencengkram lengan Sunny agar lepas dari bangku mobilnya. "Makanya ayo kita berpesta malam ini, menyambut kedatanganmu" lanjutnya, dan tangan kirinya kembali membantu tangan kanannya menyetir mobil. Sunny hanya mengangguk.

"Tapi bajumu ini sangat konyol untuk kau pakai ke klub malam. Bagaimana kalau kita beli baju untukmu?, tenang deh, aku yang belikan" Tiffani mengedipkan mata sebelah kanannya.

"Haha baiklah. Kajja Tiffany Hwang" jawab Sunny sambil terkekeh pelan.

 ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌

Sunny dan Tiffany sampai di sebuah butik. Dan mereka terlihat asyik memilih-milih baju.

"Tadaa !!! " Sunny keluar dari kamar pas. Dengan gaun mini berwarna merah.

"Yeoppeo..." Puji Tiffani sambil mengancungkan jempol kanannya. "Jeongmal? Kalau begitu aku pilih ini" jawab Sunny mantap dengan pilihannnya.

"Oke, tapi kau akan lebih anggun kalau memakai high heels yang cocok dengan gaun itu" Saran Tiffani sambil melihat ke arah high heels Tiffany.

"Biar saja.. Sudah ini cukup kok" Tukas Sunny. Tapi Tiffany malah menarik tangan Sunny.

"Pilihlah.." Ucap Tiffany "kunde.." Jawab Sunny, yang langsung di putuskan Tiffany.

"Sunny-ah aku hanya ingin berterima kasih kepada, budimu dulu kepada ku" Titah Tiffany, Sunny hanya diam.

"Kau berpikir apa lagi? Pilihlah" sergah Tiffany, Sunny langsung terhenyak. Dan mengangguk lalu dia memilih-milih High heelsnya.


 ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌

Sunny dan Tiffany sudah sampai di klub malam. Mereka masuk dengan gaun mereka yang tampak glamour. Banyak mata namja yang menatap mereka. Para namja itu terpesona dengan penampilan Sunny dan Tiffany.

"Lama sekali aku tidak berkunjung ke sini" Sunny mengedarkan pandangannya ke segala arah di klub malam tersebut.

"Yups, selama 2 tahun" jawab Tiffany tersenyum sambil mengeluarkan eye smilenya. "Lama sekali ya" Sunny tersenyum lirih. "Kajja, waktunya kita menyambut kedatanganmu" Tiffany meraih tangan Sunny, dan mereka berjalan beriringan.

Di club malam mereka berpesta-pesta,tidak terasa mereka sudah berada di klub malam hingga jam 2 malam.

 ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌

"MWOYA! Sunny tidak langsung pulang kerumah!" Pekik seorang yeoja paruh baya, yang memakai gaun hitam panjang, hingga membuatnya tampak anggun.

"Ne, ahjumma, saat aku menjemput Sunny pulang ke bandara, aku tidak menemukannya" jawab yeoja satunya lagi, yeoja itu muda, dan tampak pintar.

"Baiklah Seo, gomawo sudah mau menjemput unnie bodohmu itu, pulanglah, ammamu pasti sudah cemas" Titah yeoja paruh baya tersebut. Yeoja yang bernama Seohyun itu tersenyum, lalu memeluk bibinya. "Baiklah ahjumma aku pulang ya. Anyeong"

Lalu Seohyun pergi dan dengan mobilnya dia meninggalkan rumah Sunny. "Andai anakku bisa patuh seperti sepupunya itu. Pasti akan Membuatku bahagia" Yeoja paruh baya itu menatap kepergian Seohyun

 ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌

"Sunny ini sudah malam, kau pulanglah duluan. Pakai saja mobilku, lagipula aku sudah di jemput sopirku" Tiffani memberikan kunci mobilnya kepada sunny

"Baiklah, gomawo fani" ujar Sunny, sambil menerima kunci mobil Tiffani. "Ne cheon. Hati-hati ya" jawab Tiffani dari dalam mobil.

"Aku yakin saat aku sampai rumah, amma akan marah besar kepadaku" Sunny mengeluh, lalu masuk ke dalam mobil Tiffani, dan menyetir mobil tersebut.

 ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌

"Hoam aku ngantuk" Sunny menguap, dia menyetir dengan keadaan yang tidak baik sekarang.  Matanya sudah terlihat mengantuk.

"Ahh indahnya hidup" Guman Sunny sambil menyetir dengan pandangan mata yang bisa membahayakan nyawanya.

"PRAKK !"

Mobil Sunny menabrak mobil seseorang.

"AWW! Leherku!" Geram Sunny sambil memegang lehernya. Lalu dia keluar dari mobil Tiffany.

"Hya! Apa yang kau lakukan!, kau menghancurkan jok mobilku!" Pekik Seorang namja, dengan tatapan marah.

"Kau pikir mobilku juga tidak menjadi korban, leherku pun ikut sakit" jawab Sunny dengan mata yang sayup.

"Aku tidak mau tau, kau harus ganti kerusakan mobilku. Biar bagaimana pun. Kau yang salah" Teriak namja itu, membuat Sunny sedikit bergidik takut.

"Andwae! Kau tidak lihat, mobilku juga rusak" Teriak Sunny tidak kalah nyaring, walaupun sebenarnya dia takut.

"Itu bukan urusanku. Intinya, kau lah yang bersalah!" Kini namja itu mendekat ke arah Sunny, sunny yang merasa risih, mundur terus kebelakang, hingga kini keadaannya terpepet. Karena badannya sudah pas bersandar di pintu mobilnya.

"Kau mabuk kan? Ku lihat jalanmu agak sempoyongan" Namja itu tersenyum evil, dia meraih tangan Sunny. Sunny menampakkan wajah takutnya.

"Ayo ikut aku ke kantor polisi" ujar namja itu tiba-tiba, dan menarik paksa tangan Sunny.

"MWO!? Andwae" Sunny berusaha menarik tangannya, tapi apa daya, dia tetap kalah dengan kekuatan namja itu. Dan akhirnya Sunny pasrah.

"Masa dengan perempuan kau begitu" titah Sunny. Namja itu tetap menyetir mobilnya. Lalu dia menatap sunny sebentar, dan kembali menyetir mobilnya.

"Hukum tidak mengenal gender" jawab namja itu datar. Sunny yang merasa kesal langsung meraih tasnya, dan mencari handphonenya.

"Seohyun?!" Seru Sunny "Hoam, ada apa unnie?" Jawab Seohyun yang terdengar mengantuk "Seo-ah bantu unniemu ini. Aku Sunny, datanglah ke kanto polisi"ujar Sunny. "Mwo!?kantor polisi? kau melakukan apa Unnie?" tanya Seohyun kaget, "pokoknya datang saja" jawab Sunny lalu menekan tombol merah di Handphonenya.

"namja gila" ujar Sunny kesal.

┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ 

"Unnie!" Seru Seohyun saat melihat Sunny yang di tanya-tanya polisi. Sunny langsung membalik, dan melihat ke arah Seohyun. "seo ah" ujarnya lirih.

"kau kenapa unnie?" tanya Seohyun cemas."unnie anda menabrak mobil namja ini..." Celetuk polisi tapi langsung di potong Seohyun. "oke berapa kerugiannya biar aku yang ganti"

"Ani.. kau tidak boleh menggantinya, namja ini juga bersalah" Sunny melirik Sinis Sungmin.


"Mwo?! Hei kau itu mabuk, jadi kau lah yang bersalah" Celetuk Sungmin tiba-tiba, dia merasa jengkel dengan Sunny.


"Aku tidak mabuk!" Cetus Sunny, tidak mau kalah. Sungmin dan Sunny tampak saling menatap tajam. Seohyun yang melihat keadaan itu memutar bola matanya, lalu menarik nafas, dan mengeluarkannya pelan dari mulutnya.


"Stop..stop. Maafkan unnieku. Baiklah akan ku ganti semuanya" Seohyun pun mengeluarkan dompetnya dan mengganti kerugian sungmin, Sunny tampak sebal dengan tingkah Sepupunya.


 ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌


"Kenapa kau mau mengganti semuanya, namja itu juga bersalah tau" omel Sunny, Seohyun hanya diam, "hei dengarkan aku" Sunny memegang lengan Seohyun untuk berhenti.


"Dengar ya unnie, kalau aku tidak menggantinya. Masalah akan semakin rumit. Apa kau mau masuk ke dalam penjara, dan melupakan semua kehidupan glamourmu " jawab Seohyun kesal lalu berjalan meninggalkan Sunny. "Seo-ah tunggu aku" seru Sunny.


Tak lama Sunny dan Seohyun bertemu dengan Sungmin di depan kantor polisi. Seohyun langsung membungkuk hormat, Sungmin yang melihat itu langsung membalas membungkuk hormat juga kepada Seohyun. Lalu Seohyun pergi, Sunny yang ada disampingnya menatap geram Sungmin.


"Tch.. Yeoja sok hebat" dengus Sungmin, sambil menatap Sunny tajam.


"TEET-TEET!"


"Hey Kyu!" Sungmin melambai kearah mobil sport berwarna biru. Mobil Sport itu langsung berjalan ke arah Sungmin. Namja tinggi dengan kaos tidur, dan celana jeans keluar dari mobil tersebut. "Kau kenapa disini?" Tanya namja tersebut, yang bernama Kyuhyun. Kyuhyun adalah sahabat dekat Sungmin, mereka sudah seperti saudara. Mereka bersahabat dari SD.


"Tadi ada yeoja amatiran, menabrak mobilku"


"Terus?"


"Untungnya dongsaengnya mau mengganti kerugian mobilku. Dongsaengnya itu cantik, dan beribawa" jawab Sungmin sambil senyum-senyum sendiri. Kyuhyun yang melihat itu langsung mengerutkan dahinya. "Hey! Ayo kita ke bar" Kyuhyun melambai-lambaikan tangannya pas di depan wajah Sungmin, sontak membuat Sungmin terkejut.


"Kajja" jawab Sungmin. Mereka pun masuk kedalam mobil Kyuhyun. "Ini sudah jam 3 pagi" gumam Sungmin sambil melihat jam di mobil Kyuhyun. "Terus kenapa?" Tanya Kyuhyun heran.


"Kau kan bukan orang yang suka berkeliaran di jam seperti ini, biasanya kau berkutat pada diktat kuliahmu" Timpal Sungmin.


"Karena aku sedang liburan"


"Benarkah? Hoah kau terlihat bebas malam ini kyu"


"Malam ini aku ingin membebaskan diriku, kan penat belajar melulu"


"Benar. Akhirnya kau mau juga menemaniku"


"Kudengar kau besok akan bertemu dengan calon istrimu?"


"Iya,itu semua karena perjodohan, eomma dan appaku benar-benar kuno, ya Kyu?"


"Kudengar Istrimu itu orang Korea, tapi kuliah di amerika?"


"Ne, ku harap dia sama denganku..."


"Glamour" seru kedua namja itu. Lalu mereka tertawa bersama.


"AYO BERPESTA!" teriak Sungmin, "woah!" Seru Kyuhyun, lalu dia menancap gas, hingga mobil Kyuhyun berjalan dengan sangat laju.

 ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌


"Unnie ayo kita pulang, ini sudah jam 3 pagi. Mau sampai kapan kau menghabiskan waktumu disini?" Tanya Seohyun cemas, dia menarik-narik kecil lengan Sunny. Tetapi yang ditarik, malah asyik meminum Sojunya. "Namja itu!"Dengus Sunny.


"Unnie ayo pulang" Seohyun terus saja meminta pulang.


"Yah! Kau ini. Minum ini" Sunny melepaskan lengannya dari Seohyun dan memaksa Seohyun meminum Soju di dalam gelas kecilnya. Seohyun berusaha melawan. Sunny akhirnya menaruh gelas sojunya di meja. Dia menatap Seohyun lekat, Seohyun hanya menatap takut unnienya.


"Lama tidak bertemu Seo, kau semakin yeoppo" ucap Sunny sambil tersenyum, lalu dia berjalan sempoyongan menuju lantai dansa.


"Unnie" gumam Seohyun cemas melihat Sunny. Dia pun menyusul Sunny menuju lantai dansa. Sunny tampak asyik menari mengikuti alunan musik yang diberikan Dj. Seohyun terus berjaga di samping Sunny. Dia takut unnienya jatuh di lantai dansa.


"Yak! Seohyun ayo kita menari" Sunny merai tangan Seohyun, dan mengajaknya menari, Seohyun awalnya menjaga imagenya. Tapi karena melihat Sunny yang tampak tertawa bahagia, akhirnya dia pun ikut tenggelam karena musik yang di berikan Dj. Dia menari bersama Sunny, tapi tariannya tidak seliar Sunny.


"Ah mianhae" Seohyun membungkuk, saat merasa seseorang tertabrak punggungnya. "Gwenchana" jawab orang yang ditabrak Seohyun. Seohyun mendongakkan wajahnya untuk melihat ke arah orang yang ditabraknya.


"Sunbae? Kau Cho Kyuhyun kan?" ujar Seohyun kaget. Kyuhyun langsung menatap Seohyun tajam.


"Hoh Seohyun-ssi. Kenapa kau ada ditempat ini? Kurasa kau bukan orang yang suka ketempat seperti ini"


"Kau jangan salah paham. Menyentuh soju saja aku tidak pernah"


"Terus kenapa kau berada disini?"


"Unnie ku memintaku menemaninya kesini. Terpaksa aku mau menemaninya. Tapi kalau Sunbae?" Seohyun menatap Kyuhyun dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Aku hanya ingin melepas penat" jawab Kyuhyun sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Ditempat seperti ini?" Tanya Seohyun heran. "Anio, biasanya aku ke mall atau bermain game. Aku kesini hanya menemani temanku" Tukas Kyuhyun berbohong. "Tapi Seohyun-ssi, kau hebat juga menari" Kyuhyun memamerkan Senyum evilnya.


"Mwo! Haha! Sunbaenim. Aku hanya mencoba, ternyata rasanya mengasyikan" tawa Seohyun langsung pecah, tapi tetap saja. Walaupun dia tertawa, wajahnya tetap terlihat innocent.


"Kau mau mencoba menari bersamaku?" Tawar Kyuhyun, sambil menawarkan tangannya untuk dijabat oleh Seohyun. "Baiklah" Seohyun menerima tawaran Kyuhyun, dan akhirnya mereka menari bersama.


Sunny terus menari mengikuti alunan musik. Tak sengaja tangannya tersenggol seseorang. "Hey liat-liat dong!" Pekik Sunny. "Mianhae" balas orang tersebut ogah-ogahan. Sunny mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang telah menyenggolnya. "NEO!" ujar Sunny dan namja itu bersamaan. Namja itu adalah namja yang membuat Sunny kesal sedari tadi, yah namja itu Lee Sungmin.


"Kenapa kita bisa bertemu lagi disini?kau menguntitku?" Ujar Sungmin ketus. "Tch! Harusnya kata-kata itu dilontarkan padamu" balas Sunny, tak kalah ketusnya.


Sungmin menatap Sunny,sedangkan yang dilihat malah tampak ayik menari. "Kau kenapa? Kau menyukaiku" Tanya Sunny heran, karena Sungmin terus menatapnya. Merasa pertanyaannya tidak ada jawaban Sunny melangkah menuju meja tempat dia dan Seohyun duduk tadi.


Seohyun yang sedari tadi asyik menari bersama Kyuhyun. Akhirnya terkejut sendiri "Omo Sunny unnie!" Tukasnya. "Sunbae,aku ijin pulang" Seohyun melepaskan tangan Kyuhyun, dan berlari tergesa-gesa menuju meja tempat dia dan Sunny duduk.


"Unnie!" Seru Seohyun, saat melihat Sunny teridur di sofa. Dia pun menaruh lengan Sunny di pundaknya. Dia menopang tubuh Sunny berjalan bersamanya keluar Bar.

 ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌


"BANGUN!..BANGUN" Sunny mengerjab-ngerjabkan matanya, dia membuka pelan matanya, begitu matanya benar-benar terbuka lebar. Betapa kagetnya dia sosok dua wanita setengah baya berdiri disamping tempat tidurnya. Raut wajah Sunny berubah cemas.


"Amma ahjumma hehe" ujar Sunny dengan tawa garingnya (?). "Kau dari mana saja semalam? Kenapa kau tidak langsung pulang" wanita tinggi dengan wajah Innocentnya mulai menegur Sunny.


"Aku hanya.. Aku hanya.. Hanya mampir ketempat chingu, sebenta amma" jawab Sunny terbata-bata.


"Kunde.. Kalau kau ketempat teman, mengapa kau memakai baju seperti ini. Seohyun bilang kau mabuk. Kau dari klub malam kan?" Kini sang bibi tampak memojokan Sunny.


"Anak itu.." Geram Sunny dalam hati "anio bibi, baju ini adalah baju pemberian. Mereka menyuruh ku mencoba baju ini. Aku juga tidak mabuk kok" Tukas Sunny berbohong, walaupun sudah ketahuan dia berbohong.


"JANGAN COBA BERBOHONG SUNNY! AMMA TAU KAU BERBOHONG!" Kini Amma Sunny berteriak. Membuat Sunny semakin ciut nyalinya untuk melihat wajah ammanya. Dia menundukkan wajahnya. "Sudahlah.. Jangan terlalu membentaknya" ahjumma Sunny, tampak mengelus-elus pundak saudaranya yang tak lain Sunny.


Amma Sunny dan ahjumma Sunny melangkahkan kakinya keluar.


"kartu creditmu sudah amma blokir, silahkan lakukan semaumu nona Sunny" ujar amma Sunny pelan. Kini keadaanya kembali stabil.


Sunny langsung beranjak dari tempat tidurnya. "Amma!.." Pekiknya. Dia tidak terima kartu creditnya di blokir. "ARGGH" Desis Sunny kesal. "Aw kepalaku" ujarnya pelan lalu memegangi dahinya. Sunny menyusuri rumahnya menuju dapur. Dia mengambil air putih, lalu meneguknya. "Kau.." Gumam Sunny, saat melihat Seohyun sepupunya, sedang membaca koran dengan santainya di meja makan,


"Anyeong unnie.. Bagaimana pagimu" ujar Seohyun tanpa mengalihkan pandangannya dari koran. Sunny merasa jengkel. Diambilnya korsi dan duduk di sebelah Seohyun. "Puas kau. Sudah mengadukanku kepada ammaku. Tch anak bandel" omel Sunny, sambil menatap miris Seohyun.


"Kau mau makan? Ini makanlah sandwich ini" ujar Seohyun sambil menaruh piring berisi sandwich. Tapi pandangannya tetap pada korannya. "Hya Seo Joo Hyun!" Pekik Sunny kesal. "Waeyo Lee Sunkyu" balas Seohyun malas.


Sunny akhirnya meninggalkan Seohyun sendiri didapur. Seohyun langsung melirik Sunny yang meninggalkannya. Lalu menggeleng-geleng kecil. Dia menyesap teh hangat di cangkirnya. Lalu memulai lagi aktivitas membacanya.


"Wae..wae..wae.." Geram Sunny, lalu dia baringkan kasar tubuhnya ke atas bed tidurnya. "Kenapa semua orang menyebalkan!" Omel Sunny.


Sunny terus saja mengoceh didalam kamarnya menumpahkan semua kekesalannya, dia bahkan berguling-guling di atas tempat tidurnya. Sampai ketukan pintu menghentikan aktivitasnya.


"Masuklah" ujar Sunny malas.


"Kau bahkan tampak konyol" Sunny langsung bangkit dari tempat tidurnya. Dia merapikan keadaan rambutnya.


"Bersiaplah, jam 4 sore nanti kita akan bertemu dengan kenalan amma" Ujar Amma dingin, pandangannya sangat dingin membuat Sunny agak bergidik ngeri. "Amma.. " Panggil Sunny.


Amma Sunny langsung berbalik "mmh" balas amma Sunny dingin. "Aku menyayangimu amma" ujar Sunny lembut. "Mianhae, sudah membuatmu kesal" lanjutnya lagi.


Amma Sunny agak bingung awalnya, tapi senyuman kecil langsung mengembang di bibirnya. Dia melangkah mendekati Sunny, yang tengah menunduk takut. Dia memeluk putri semata wayangnya.


"Amma selalu memaafkanmu, Chagi" ujar Amma Sunny kecil.


Sunny membalas pelukan ammanya. "Amma Saranghae I love you" gumam Sunny di balik pelukan Ammanya.


"Nado saranghae chagi. I love you more honey" balas Amma Sunny sambil membelai Rambut Sunny.


 ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ 

Amma Sunny agak bingung awalnya, tapi senyuman kecil langsung mengembang di bibirnya. Dia melangkah mendekati Sunny, yang tengah menunduk takut. Dia memeluk putri semata wayangnya.

"Amma selalu memaafkanmu, Chagi" ujar Amma Sunny kecil.

Sunny membalas pelukan ammanya. "Amma Saranghae I love you" gumam Sunny di balik pelukan Ammanya.

"Nado saranghae chagi. I love you more honey" balas Amma Sunny sambil membelai Rambut Sunny.

                                                      ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌

"Amma kita akan kemana?" Tanya Sunny heran, dia memandang bingung ammanya yang sedang menyetir.

"Kita akan bertemu calon menantu Amma" jawab Ammanya Singkat, pandangannya masih lurus kedepan. Dia tampak tersenyum kecil.

"Oh begitu" jawab Sunny polos, berusaha memahami maksud Ammanya. "MWO.. Menantu!? Amma maksudmu calon Suamiku" lanjut Sunny agar berteriak, dia terkejut saat berhasil memahami maksud Ammanya.

"Ne" jawab Ammanya Singkat.

"Amma andwae.. Aku masih mau bebas" Sergah Sunny sambil menatap seperti orang memohon kepada Ammanya.

"Kau harus menerimanya Sunkyu" Jawab Ammanya lagi.

"Andwae.. Aku tidak mau."

"Sunkyu-ah"

"Eomma! Ku bilang panggil aku Sunny, bukan Sunkyu"

"Hei Sejak kapan sunkyu berubah menjadi Sunny?" Amma Sunny tertawa, tapi Anaknya malah menatap tajam Ammanya.

"itu tidak lucu amma" geram Sunny sambil mengerucutkan bibirnya.

"Ok chagi kita Sampai" Amma Sunny memarkirkan mobilnya disebuah kafe, Sunny menarik nafas dalam, dan mengeluarkan Kasar melalui mulutnya.

"Kajja kita masuk chagi" ucap Amma Sunny dengan mata berbinar-binar. Sunny berjalan beriringan dengan Ammanya, dengan wajah cemberut.

"Kalau wajahmu tetap seperti itu, amma tidak akan memberikanmu ini" Amma Sunny meunjukkan kartu kredit Sunny, yang membuat mata Sunny melebar.

Segera Sunny merapikan rambutnya dan tersenyum lebar. "Amma aku tidak akan cemberut lagi" ujar Sunny. tiba-tiba nada suaranya melengking.

Amma Sunny tersenyum lalu menggenggam tangan anaknya dan masuk.

"Nyonya Lee!" Teriak Seorang wanita sambil melambai kearah Sunny dan Ammanya. Sunny dan ammanya yang melihat itu langsung berjalan mendekati meja tersebut.

"Kenalkan ini anakku bernama Lee Sunkyu" amma Sunny memperkenalkan putrinya kepada calon besannya.

"Oh ne, anyeong Sunkyu-ah" sunny langsung membungkuk "ne anyeong" balas Sunny ramah. "Dan ini putra ku Lee Sungmin" tampak seorang namja sedang mengarahkan pandangannya ke arah jendela. Dilihat dari raut wajahnya, tampaknya dia tidak tertarik untuk perjodohannya.

"Anyeong Sungmin" kali ini Amma Sunny yang menyapa calon menantunya. Sungmin pun mengalihkan pandangannya lalu membungkuk sopan.

Tidak sengaja mata Sunny dan Sungmin bertemu.

"NEO!" Ujar mereka bersamaan.

     TBC

34 comments:

  1. Author :)
    aku anggun :)
    lanjut thor :D
    aku sunsun shipper dan FF ini keren banget !! Keren ! Bagus !
    Lanjut ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Anggun, Anyeong^o^

      Makasih udah mau mampir :) dan menjadi Good Readers. FF will U Marrie me pasti bakal lanjut. Hanya saja modem komputer author lagi bermasalah. Sekarng aja author mesti ON lewat Hp, T.T

      Gomawo ya :)

      Delete
    2. Typo: maksud Author Love From Metropolitan City -_-"

      Delete
    3. Iya thor :D
      aku akan setia menunggu XD *apadeh ==''
      hehe :D

      Delete
  2. Umnie aku suka
    please update lebih cepat #maksa
    author jjang!!!

    ReplyDelete
  3. Author
    aku dana
    sunsunshippers tp inget aku namja -_- haha
    cepetan post nya ya thor ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iye2 author ingat km namja bkn yeoja.
      Bakal q post kok lanjutannya tenang aj.

      Delete
  4. aku sunsun shipper.. lanjutin yahh.. :)

    ReplyDelete
  5. Good thor :)
    Lanjut ya thor!
    Hehehe... Critany bgus bgt thor.. :D

    ReplyDelete
  6. Lanjut thor :)
    ceritanya bagus :)
    di postnya cepet yaw ?

    ReplyDelete
  7. Thor
    kenalin new readers
    FFnya bagus. Bikin penasaran. Lanjut cepetan ya thor ?

    ReplyDelete
  8. thor..
    aku riri *ngikutyglain._.
    aku sunsun shipper *barubilang._.
    ini ada lanjutannya thor? keren ff ini:D
    kalo ada cepetan update ya thorr:D

    ReplyDelete
  9. Author
    FFnya bagus
    lanjut cepet dong

    ReplyDelete
  10. Lanjut
    jgan lama lama

    ReplyDelete
  11. good FF,, next ya author. gomawo :)

    ReplyDelete
  12. Author
    ak hamari
    daebakk....lanjutin ya...
    jng lama2 ok...

    ReplyDelete
  13. new sunsun fanfic..yeahhhh..
    ceritanya daebakk..lanjut jgan lama lama ya...

    ReplyDelete
  14. author, aku jadi betah deh di blog ini, soalnya banyak FF sunsun nya.. haha :D lanjut yahh..

    ReplyDelete
  15. lanjut thor..tapi idenya hampir sama ya tentang pernikahan hehehe..tapi beda cerita..pokoknya ditunggu :D

    ReplyDelete
  16. Hello aku dewiputri,maap belom bisa koment semua ff kalian,aku baru liat blog ini masalahnya hehe,
    Aku suka deh sama pasangan sunsun+seokyu hehe.
    Lanjut chingu,

    ReplyDelete
  17. Bagus....
    lanjutin yah...^^

    ReplyDelete
  18. lanjutin lajutin ceritanya yah
    (ulfah)

    ReplyDelete
  19. selalu senang dengan sunsun Couple. next next ~(^o^~) (~^o^)~

    ReplyDelete
  20. Keren thorr

    Aku reader baru salam kenal *jabat tangan*

    Ko sunny eonni gitu ya? Wkwk
    Banyakin ff sunsun ya jangan seokyu aja thor ne ne? *aegyo ala sunny* wkwkwk xD

    Nice ff

    »Fairuuz«

    ReplyDelete
  21. authoor~ sukasukaa
    lanjutin lagi dong, jeball :)
    hehe, author jjang, hwaitting~!!

    ReplyDelete
  22. author, this FF is so funny... i like it very much...
    author, maybe you confuse when you look my comment so fast on your another FF... you don't have to confuse because i'm a people type who can read fast so please don't misunderstanding if i can comment on your another FF so fast. it's not like i don't read you FF and just pass the story up there...

    but, really i love your FF it's interesting enough for me..

    Name : Daniel Glynnheaven Mc.Clarent

    ReplyDelete

gomawo udah membaca
tinggalkan pesan chingu yaa
FF mana yang paling banyak commentnya,
FF itulah yang bakal paling cepat ku publish :D

My Blog List

  • *SOFTWARE SIPD YANG DIDESAIN KHUSUS UNTUK USAHA SIPD adalah Sеbuаh Aрlіkаѕі SIPD yang dilengkapi ѕіѕtеm реrhіtungаn Akuntаnѕі, Pembukuan yang Lengkap, dаn...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...