Cast : Yoona SNSD
Donghae SUPER JUNIOR
Etc
Genre : Sad, Romance, Thriller (?)
Type : Two Shoot
Author: Meiliyana
Author: Meiliyana
You're now back
as you understand that I want
Any time withdraw
as if the world is magic
as you understand that I want
Any time withdraw
as if the world is magic
Hola Readers Author Comeback lagi dengan fanfiction Thriller gadungan author (?), mian kalau Author lambat nulis kelanjutannya. Ini adalah part kedua sekaligus part terakhir buat Twoshot Life Or Death. Kali ini kita akan tahu jawabannya, dari mengapa Yoona meninggal dan apakah Yoona nanti akan meninggal lagi setelah tanggal 10 mei. Hiii Author kejam amat ya ama nasib Yoona.Hmmm sudah pada penasaran kan? Ya udah cekidot KYUkkk Readers :).
" Waktu termundur dengan ajaib, apakah
stopwatch ini adalah mesin waktu" Gumanku dalam hati yang membuatku
terhenyak dari lamunanku. Ahh benar-benar aneh, ternyata di dunia ini yang namanya mesin waktu itu nyata atau hanya Khayalanku saja." Hyaaa Lee Donghae sadarlah saat ini Kau dalam keadaan yang tak seharusnya memimpikan Hal bodoh seperti itu." sembari memukul pelan dahiku , lalu mencubit permukaan kulit tanganku. "Kyaaak!!!!" Rintihku seketika.Ini nyata, Aku tak sedang bermimpi. Aissh aku rasa aku akan gila!
"Apa yang Oppa lakukan disini? Kajja Oppa. Lihatlah,Oppa bahkan belum mandi.Ppali." Yeoja itu menepuk pundakku dari belakang, yang sontak membuatku tersadar dari kebingunganku saat ini.
"Oh iya, Aissh Aku lupa. Ne, Oppa akan segera bersiap-siap Kau tunggulah." Ucapku yang masih ragu. " Omo Gamsahabnida Hananim, ternyata selama ini Kau mendengar rintihanku, Aigoo Yoona kembali hidup." Gumanku sembari mengucapkan syukur karena ini bukanlah mimpi.
Sesampai di Kamar mandi, Akupun segera membasuh tubuku dengan air hangat serta mengusap sabun dikulitku. Aku tak ingin Yoona menungguku lama,jadi Aku mempercepat gerakanku. Setelah keluar dari kamar mandi, aku pun menuju ke lemariku untuk memilih pakaian apa yang akan ku pakai. Aku pun memilih untuk menggunakan atasan Kaus kasual dengan blazer biru awan dan bawahan celana semata kaki.
"Kajja,Kita pergi." Ajakku kepada Yoona, akan tetapi saat Aku merogoh kantung celanaku ada sesuatu yang didalamnya.
"Mwo? Stopwatch ini? Bagaimana bisa ada di dalam kantung celanaku? Bukankah tadi aku menaruhnya didalam laci? " Gumanku yang keheranan. Kutekan tombol stopwatch itu,namun tiba-tiba saja semua ikut berhenti. Ramainya suara orang lewat di depan rumahku menjadi diam dalam sekejap. Bahkan Yoona yang berada di sampingku ikut mematung.
"Ada apa ini? Mengapa semuanya jadi diam? " Seruku yang menjadi linglung. Ku tekan tombol itu lagi, namun bukannya kembali seperti semula, Stopwatch itu tampak mengeluarkan cahaya diibaratkan bak projector film. Stopwatch itu memutar memori lampau dimana pada waktu itu ada seorang Yeoja yang mirip seperti Yoona sedang berdiri di depan rumahku.
Flashback...
5 Mei 2012 : 08:00 KST (before the time of retreat)
Seorang Yeoja sedang menekan tombol bel depan pintu rumahku. Namun tak ada jawaban dari dalan rumah itu. Yeoja itu tak berhenti di situ saja dia juga mengetok pintu rumahku dan berseru memanggil namaku.
"Oppa!"
Namun sang pemilik rumah itu tak kunjung juga membuka rumah itu.
Akhirnya,wanita itupun mengambil handphone dari tasnya, kemudian menekan tombol 1 dan tak lama tersambunglah dengan orang yang akan dia Hubungi.
".........."
"Yeoboseyo. Oppa, Aku sedang berada di depan rumahmu. Apakah hari ini Oppa sedang sibuk?" Kata Yoona berbicara dengan orang diseberang teleponnya.
".........."
"Oppa, Apa Kau tidak ingat Hari ini adalah Hari apa?." Seru Yoona sambil tersenyum sendiri.
".........."
"Mwo?! Hya Oppa aku tidak bercanda sekarang. Kau benar-benar tidak tau?." Dengus yoona
".........."
"Oh baiklah Oppa. Mianhae jika Aku telah mengganggumu." Yoona tampaknya sedih tersirat kekecewaan di wajahnya. Kemudian Ia menutup panggilan di teleponnya. "Yoong,Kau tidak boleh egois. Ini demi kebaikan dirinya ." Guman Yoona kecil, kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah Donghae.
@somewhere
Author POV
Donghae yang sedang melaksanakan rapat di ruangan direkturnya, berhenti sebentar, akibat Handphone miliknya bergetar. Ia pun segera meraba-raba Kantung celana kirinya,lalu mengambil handphonenya.
"Chamkkaman." Ujarnya sesaat meminta ijin keluar ruangan kepada peserta rapat yang hadir di situ. Dilihatnya layar Handphonenya mengecek siapa yang meneleponnya, Yoona ternyata.
"Yeoboseyo Yoona, ada apa?" Kata Donghae memulai pembicaraan.
".........."
" Ne, cepatlah Karena saat ini Oppa sedang sibuk." Ujarnya terburu-buru.
".........."
"Hari ini? bukankah hari ini, hari sabtu.?"
".........."
"Ne Oppa benar-benar tidak tahu. Sudah ya Yoong. Oppa sedang rapat sekarang, nanti Oppa telepon ya."
".........."
Kemudian, Ia pun menekan tombol merah handphonenya menandakan panggilan telah terputus, lalu Ia masuk kembali keruang rapat.
[Flashback End]
[Flashback (10 Mei before the time of retreat)]
Yoona POV....
"Lagi...lagi rapat!Huh sampai kapan Dia bisa mengerti. Bahkan sampai sekarang pun Dia belum mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepadaku." Aku mengoceh sendiri sembari duduk di halte bus untuk menunggu bus.
"Oppa,Sudah 5 hari ini sejak Kau menjadi wakil direktur, Kau menjadi sibuk. Bahkan sampai-sampai Kau tak sempat makan. Aishh Oppa,Kau benar-benar Nappeun namja, kenapa Kau tak bisa menjaga kesehatanmu,bahkan untuk diriku saja Kau tak punya waktu." Keluhku sendiri saat melihat wajahnya di layar handphone ku
"Oppa Bogoshipeoyo....sesibuk itukah dirimu ,sampai-sampai tak punya waktu untuk meneleponku. Apa susahnya telepon atau tidak mengirim sms kepadaku? sekiranya dapat membuat Aku tenang." Ucapku sendiri. Tak lama kerinduanku yang membendung dihati, sudah tak dapat ditahan lagi. Satu persatu tetesan air mata sudah mengaliri pipiku. Tapi Aku harus bisa menekan egoisku.
"Jangan Egois,Yoong!. Itu demi kebahagiaannya." Gumanku sambil menyeka air mata yang ada di pipiku. Ku alihkan perhatianku pada Bus yang belum juga datang. Akhirnya,Aku memutuskan untuk berjalan Kaki saja. Aku segera beranjak dari tempat dudukku. Lalu mengambil headset dari tasku,kemudian memasangnya ditelingaku,dan mendengarkan music dari MP3 handphoneku.
Sebelum menyeberang Kulihat Lampu traffic light untuk para penyeberang berwarna Hijau. Ah ini saat yang aman untukku menyeberang. Dengan pikiran yang masih kalut akupun menyeberangi jalan raya tersebut, akan tetapi saat aku sudah hampir sampai di seberang, tiba-tiba saja sebuah mobil sedang melaju kencang kearahku. Tak ada waktu buatku menghindar dan..
Brakkk!!!!
Aku dapat merasakan benda keras itu menghantam tubuhku hingga Aku terpelanting dengan jarak yang lumayan jauh dari tempatku semula.Apa ini kenapa rasanya sakit sekali?. Aku melihat orang-orang mulai mengerumuni tubuhku. Dan dari saat itu Aku tak pernah tersadar.
(Flashback end)
Author POV
Tock!Tick!Tack!
Jarum detik di stopwatch itu mulai bergerak, seakan semua kembali seperti semula, Yoona yang mematung itupun kembali seperti sedia kala. Ia tidak menyadari hal apa yang sedang terjadi barusan.
Donghae POV
"Oppa Kajja Kita berangkat." Ajaknya penuh ria seolah tak tahu tentang hal aneh yang terjadi barusan, ia pun menggandeng lengan kananku dan menarikku keluar.Hahaha rupanya Kau sudah tak sabar.
"Kajja!." Aku pun membalasnya dengan hati yang berbahagia. Yoong,Oppa akan segera memperbaiki semua kekacauan yang telah Oppa perbuat. Mianhae telah membuatmu kesepian.
Yoona dan Donghae pun pergi ke sebuah taman menggunakan mobil milik Donghae. Di dalam mobil mereka bernyanyi bersama
neoui sesangeuro yeorin barameul tago
Ne gyeoteuro eodieseo wannyago
Haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo
Manyang idaero hamkke georeumyeonEodideun cheongugilteni (Angel-EXO-K)
Handphone Donghae tiba-tiba saja berdering, tepatnya ada pesan singkat yang masuk."Oh, ternyata Eunhyuk yang telah mengirm pesan ini. Aku baca pesan itu dengan nyaring,sehingga Yoona juga dapat mendengarnya.
Hae,Chukkae Kau telah naik jabatan menjadi wakil direktur.
"Mwo?! Jeongmal?Kyaaa chukkae." Pekik Yoona histeris.
"Ah ne." Balasku dengan senyum yang dipaksakan. Sebenarnya Aku tidak suka menjadi wakil direktur, Karena aku takut tidak bisa membagi waktuku buat Yoona.
"Wae,Oppa? Kau terlihat muram?." Tanya Yoona yang melihat expresi wajahku. "Ani, gwenchana." Sahutku dengan gelengan kecil. Mianhae Yoona,Oppa telah berbohong.
"Yoona, sepertinya Oppa harus kembali secepatnya dengan pekerjaan Oppa yang ada di kantor. Jadi, bagaimana kalau Kita ke Coffe Shop saja." Tawarku.
"Ya sudahlah." Jawabnya pasrah, terdengar seperti dia kecewa.
Sesampai disana Aku dan Yoona memilih moccahino.
"Yoona, bisakah aku ijin ke wc sebentar?." Ijinku
"Yah jangan alasan untuk pergi keluar ya?." Ancamnya
"Baik-baik, sebentar saja kok." Jawabku sembari mengusapkan tanganku di kepalanya.
20 minutes later.
"Oppa, kemana sih? Kok belum balik juga ya.Minumannya sudah mau dingin." Yoona berbicara sendiri. Aku berjalan pelan menuju meja kami.
"Baa!." Ucapku sembari menepuk pundaknya. "Hya,Oppa! Kau membuat ku hampir mati karena terkejut. Bagaimana Kalau aku jantungan!" Omelnya kepadaku
"Hahahaha mian...mian.."Kekehku melihat raut wajahnya yang sedang kesal.
"Haisssh ,Oppa darimana saja? daritadi Aku menunggu Oppa.Cih Itu hal yang sangat membosankan." Gerutunya gara-gara kelamaan menunggu diriku. "Atau jangan-jangan Kau mau kabur hah?" Tambahnya lagi sambil melayangkan tatapan sengit kepadaku.
"Anii, Hyaa! kalau aku kabur, mana mungkin Aku kembali lagi kepadamu." Jawabku gelagapan.
"Ne..ne Arraseo, tadi aku hanya menggoda Oppa." sahutnya sambil tersenyum kecil. "Tapi.... mengapa Oppa jadi gugup seperti ini.Seperti ada yang Oppa sembunyikan dariku." tutur Yoona yang tampak mencurigai ada yang tak beres.
"Pelayan!." Seruku memanggil pelayan yang ada di belakang meja kasir. Sang pelayan pun langsung berjalan menghampiri meja tempatku dan Yoona sembari membawa sebuah hidangan. Setelah pelayan itu sampai dimejaku, dia membuka loyang hidangan tersebut, yang ternyata isi dari hidangan itu adalah sebuah liontin yang indah. Nampak ekspresi penuh haru dari wajah Yoona, matanya sesaat melihat kejutan yang ada di depannya.
"Happy Birthday Yoona." Bisikku pelan ditelinganya,lalu memasangkan liontin tersebut di lehernya yang indah. Yoona hanya terdiam, Dia begitu terharu sampai-sampai tak dapat mengungkapkannya dengan sebuah kata.
"Apa yang Oppa lakukan disini? Kajja Oppa. Lihatlah,Oppa bahkan belum mandi.Ppali." Yeoja itu menepuk pundakku dari belakang, yang sontak membuatku tersadar dari kebingunganku saat ini.
"Oh iya, Aissh Aku lupa. Ne, Oppa akan segera bersiap-siap Kau tunggulah." Ucapku yang masih ragu. " Omo Gamsahabnida Hananim, ternyata selama ini Kau mendengar rintihanku, Aigoo Yoona kembali hidup." Gumanku sembari mengucapkan syukur karena ini bukanlah mimpi.
Sesampai di Kamar mandi, Akupun segera membasuh tubuku dengan air hangat serta mengusap sabun dikulitku. Aku tak ingin Yoona menungguku lama,jadi Aku mempercepat gerakanku. Setelah keluar dari kamar mandi, aku pun menuju ke lemariku untuk memilih pakaian apa yang akan ku pakai. Aku pun memilih untuk menggunakan atasan Kaus kasual dengan blazer biru awan dan bawahan celana semata kaki.
"Kajja,Kita pergi." Ajakku kepada Yoona, akan tetapi saat Aku merogoh kantung celanaku ada sesuatu yang didalamnya.
"Mwo? Stopwatch ini? Bagaimana bisa ada di dalam kantung celanaku? Bukankah tadi aku menaruhnya didalam laci? " Gumanku yang keheranan. Kutekan tombol stopwatch itu,namun tiba-tiba saja semua ikut berhenti. Ramainya suara orang lewat di depan rumahku menjadi diam dalam sekejap. Bahkan Yoona yang berada di sampingku ikut mematung.
"Ada apa ini? Mengapa semuanya jadi diam? " Seruku yang menjadi linglung. Ku tekan tombol itu lagi, namun bukannya kembali seperti semula, Stopwatch itu tampak mengeluarkan cahaya diibaratkan bak projector film. Stopwatch itu memutar memori lampau dimana pada waktu itu ada seorang Yeoja yang mirip seperti Yoona sedang berdiri di depan rumahku.
Flashback...
5 Mei 2012 : 08:00 KST (before the time of retreat)
Seorang Yeoja sedang menekan tombol bel depan pintu rumahku. Namun tak ada jawaban dari dalan rumah itu. Yeoja itu tak berhenti di situ saja dia juga mengetok pintu rumahku dan berseru memanggil namaku.
"Oppa!"
Namun sang pemilik rumah itu tak kunjung juga membuka rumah itu.
Akhirnya,wanita itupun mengambil handphone dari tasnya, kemudian menekan tombol 1 dan tak lama tersambunglah dengan orang yang akan dia Hubungi.
".........."
"Yeoboseyo. Oppa, Aku sedang berada di depan rumahmu. Apakah hari ini Oppa sedang sibuk?" Kata Yoona berbicara dengan orang diseberang teleponnya.
".........."
"Oppa, Apa Kau tidak ingat Hari ini adalah Hari apa?." Seru Yoona sambil tersenyum sendiri.
".........."
"Mwo?! Hya Oppa aku tidak bercanda sekarang. Kau benar-benar tidak tau?." Dengus yoona
".........."
"Oh baiklah Oppa. Mianhae jika Aku telah mengganggumu." Yoona tampaknya sedih tersirat kekecewaan di wajahnya. Kemudian Ia menutup panggilan di teleponnya. "Yoong,Kau tidak boleh egois. Ini demi kebaikan dirinya ." Guman Yoona kecil, kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah Donghae.
@somewhere
Author POV
Donghae yang sedang melaksanakan rapat di ruangan direkturnya, berhenti sebentar, akibat Handphone miliknya bergetar. Ia pun segera meraba-raba Kantung celana kirinya,lalu mengambil handphonenya.
"Chamkkaman." Ujarnya sesaat meminta ijin keluar ruangan kepada peserta rapat yang hadir di situ. Dilihatnya layar Handphonenya mengecek siapa yang meneleponnya, Yoona ternyata.
"Yeoboseyo Yoona, ada apa?" Kata Donghae memulai pembicaraan.
".........."
" Ne, cepatlah Karena saat ini Oppa sedang sibuk." Ujarnya terburu-buru.
".........."
"Hari ini? bukankah hari ini, hari sabtu.?"
".........."
"Ne Oppa benar-benar tidak tahu. Sudah ya Yoong. Oppa sedang rapat sekarang, nanti Oppa telepon ya."
".........."
Kemudian, Ia pun menekan tombol merah handphonenya menandakan panggilan telah terputus, lalu Ia masuk kembali keruang rapat.
[Flashback End]
[Flashback (10 Mei before the time of retreat)]
Yoona POV....
"Lagi...lagi rapat!Huh sampai kapan Dia bisa mengerti. Bahkan sampai sekarang pun Dia belum mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepadaku." Aku mengoceh sendiri sembari duduk di halte bus untuk menunggu bus.
"Oppa,Sudah 5 hari ini sejak Kau menjadi wakil direktur, Kau menjadi sibuk. Bahkan sampai-sampai Kau tak sempat makan. Aishh Oppa,Kau benar-benar Nappeun namja, kenapa Kau tak bisa menjaga kesehatanmu,bahkan untuk diriku saja Kau tak punya waktu." Keluhku sendiri saat melihat wajahnya di layar handphone ku
"Oppa Bogoshipeoyo....sesibuk itukah dirimu ,sampai-sampai tak punya waktu untuk meneleponku. Apa susahnya telepon atau tidak mengirim sms kepadaku? sekiranya dapat membuat Aku tenang." Ucapku sendiri. Tak lama kerinduanku yang membendung dihati, sudah tak dapat ditahan lagi. Satu persatu tetesan air mata sudah mengaliri pipiku. Tapi Aku harus bisa menekan egoisku.
"Jangan Egois,Yoong!. Itu demi kebahagiaannya." Gumanku sambil menyeka air mata yang ada di pipiku. Ku alihkan perhatianku pada Bus yang belum juga datang. Akhirnya,Aku memutuskan untuk berjalan Kaki saja. Aku segera beranjak dari tempat dudukku. Lalu mengambil headset dari tasku,kemudian memasangnya ditelingaku,dan mendengarkan music dari MP3 handphoneku.
Sebelum menyeberang Kulihat Lampu traffic light untuk para penyeberang berwarna Hijau. Ah ini saat yang aman untukku menyeberang. Dengan pikiran yang masih kalut akupun menyeberangi jalan raya tersebut, akan tetapi saat aku sudah hampir sampai di seberang, tiba-tiba saja sebuah mobil sedang melaju kencang kearahku. Tak ada waktu buatku menghindar dan..
Brakkk!!!!
Aku dapat merasakan benda keras itu menghantam tubuhku hingga Aku terpelanting dengan jarak yang lumayan jauh dari tempatku semula.Apa ini kenapa rasanya sakit sekali?. Aku melihat orang-orang mulai mengerumuni tubuhku. Dan dari saat itu Aku tak pernah tersadar.
(Flashback end)
Author POV
Tock!Tick!Tack!
Jarum detik di stopwatch itu mulai bergerak, seakan semua kembali seperti semula, Yoona yang mematung itupun kembali seperti sedia kala. Ia tidak menyadari hal apa yang sedang terjadi barusan.
Donghae POV
"Oppa Kajja Kita berangkat." Ajaknya penuh ria seolah tak tahu tentang hal aneh yang terjadi barusan, ia pun menggandeng lengan kananku dan menarikku keluar.Hahaha rupanya Kau sudah tak sabar.
"Kajja!." Aku pun membalasnya dengan hati yang berbahagia. Yoong,Oppa akan segera memperbaiki semua kekacauan yang telah Oppa perbuat. Mianhae telah membuatmu kesepian.
Yoona dan Donghae pun pergi ke sebuah taman menggunakan mobil milik Donghae. Di dalam mobil mereka bernyanyi bersama
neoui sesangeuro yeorin barameul tago
Ne gyeoteuro eodieseo wannyago
Haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo
Manyang idaero hamkke georeumyeonEodideun cheongugilteni (Angel-EXO-K)
Handphone Donghae tiba-tiba saja berdering, tepatnya ada pesan singkat yang masuk."Oh, ternyata Eunhyuk yang telah mengirm pesan ini. Aku baca pesan itu dengan nyaring,sehingga Yoona juga dapat mendengarnya.
Hae,Chukkae Kau telah naik jabatan menjadi wakil direktur.
"Mwo?! Jeongmal?Kyaaa chukkae." Pekik Yoona histeris.
"Ah ne." Balasku dengan senyum yang dipaksakan. Sebenarnya Aku tidak suka menjadi wakil direktur, Karena aku takut tidak bisa membagi waktuku buat Yoona.
"Wae,Oppa? Kau terlihat muram?." Tanya Yoona yang melihat expresi wajahku. "Ani, gwenchana." Sahutku dengan gelengan kecil. Mianhae Yoona,Oppa telah berbohong.
"Yoona, sepertinya Oppa harus kembali secepatnya dengan pekerjaan Oppa yang ada di kantor. Jadi, bagaimana kalau Kita ke Coffe Shop saja." Tawarku.
"Ya sudahlah." Jawabnya pasrah, terdengar seperti dia kecewa.
***
Sesampai disana Aku dan Yoona memilih moccahino.
"Yoona, bisakah aku ijin ke wc sebentar?." Ijinku
"Yah jangan alasan untuk pergi keluar ya?." Ancamnya
"Baik-baik, sebentar saja kok." Jawabku sembari mengusapkan tanganku di kepalanya.
20 minutes later.
"Oppa, kemana sih? Kok belum balik juga ya.Minumannya sudah mau dingin." Yoona berbicara sendiri. Aku berjalan pelan menuju meja kami.
"Baa!." Ucapku sembari menepuk pundaknya. "Hya,Oppa! Kau membuat ku hampir mati karena terkejut. Bagaimana Kalau aku jantungan!" Omelnya kepadaku
"Hahahaha mian...mian.."Kekehku melihat raut wajahnya yang sedang kesal.
"Haisssh ,Oppa darimana saja? daritadi Aku menunggu Oppa.Cih Itu hal yang sangat membosankan." Gerutunya gara-gara kelamaan menunggu diriku. "Atau jangan-jangan Kau mau kabur hah?" Tambahnya lagi sambil melayangkan tatapan sengit kepadaku.
"Anii, Hyaa! kalau aku kabur, mana mungkin Aku kembali lagi kepadamu." Jawabku gelagapan.
"Ne..ne Arraseo, tadi aku hanya menggoda Oppa." sahutnya sambil tersenyum kecil. "Tapi.... mengapa Oppa jadi gugup seperti ini.Seperti ada yang Oppa sembunyikan dariku." tutur Yoona yang tampak mencurigai ada yang tak beres.
"Pelayan!." Seruku memanggil pelayan yang ada di belakang meja kasir. Sang pelayan pun langsung berjalan menghampiri meja tempatku dan Yoona sembari membawa sebuah hidangan. Setelah pelayan itu sampai dimejaku, dia membuka loyang hidangan tersebut, yang ternyata isi dari hidangan itu adalah sebuah liontin yang indah. Nampak ekspresi penuh haru dari wajah Yoona, matanya sesaat melihat kejutan yang ada di depannya.
"Happy Birthday Yoona." Bisikku pelan ditelinganya,lalu memasangkan liontin tersebut di lehernya yang indah. Yoona hanya terdiam, Dia begitu terharu sampai-sampai tak dapat mengungkapkannya dengan sebuah kata.
♥♥♥
Tak terasa hari sudah menjadi gelap dan Aku mengantar Yoona pulang hingga tak terasa sudah sampai di depan rumahnya.
"Gomawo oppa, telah memberikan ini kepadaku ." Titahnya sembari menujukkan liontin pemberianku yang tergantung di leher jenjangnya.
"Ne, Cheonma Yoong." Jawabku sembari menebarkan sebuah senyuman di wajahku. "Baiklah,kurasa sampai disini dulu pertemuan kita hari ini. Cepatlah masuk, nanti Ahjussi akan memarahiku, karena membawa tuan putri ini terlalu malam." ocehku sembari mencubit pipinya.
"Hmmm, Oppa. ada yang ingin ku berikan kepadamu."
"Apa itu?"
Chu~
Yoona memberikanku kecupan singkat di bibirku. "Oppa, itu balasan hadiahku. Jaljayo." Pamitnya kemudian berlari kedalam rumahnya.
Aku pun langsung beranjak pergi setelah melihat Yoona masuk ke dalam rumahnya. Betapa bahagianya aku saat ini mendapat kesempatan bersama
dengannya lagi meski hanya sebentar. Aku berjanji akan menebus waktu yang selama ini telah
terbuang percuma dan takkan pernah membuatnya kecewa.
Tiba di rumah, Aku langsung pergi mandi. selesai mandi Aku langsung mengganti pakaianku dengan piyama. Kali ini pandanganku kembali fokus dengan stopwatch yang ada di meja riasku. Ku ambil jam itu dan melihat sisa waktu yang diberikan untuk Yoona . Hanya 5 hari. karena tepat 5 hari setelah ini adalah hari kepergiannya. Tuhan hanya memberiku waktu 5 hari untuk menebus kesalahanku terhadap Yoona.
Tiba-tiba saja Handphoneku berdering, kulihat siapa yang meneleponku, ternyata orang itu adalah rekan kerjaku Eunhyuk.
"Yeoboseyo, ahhh Eunhyuk. ada keperluan apa meneleponku."
"Aku disuruh menyampaikan pesan dari direktur. bahwa besok akan ada rapat yang direktur tak bisa menghadiri karena alasan personal, jadi Kau besok diberi tugas untuk mewakilkannya."
"Mwo?! apa-apaan ini, Aku tak bisa, aku harus terus bersama Yoona hingga 5 hari nanti. Aku tak mau waktuku terbuang percuma." Gumanku dalam hati. "Hmmm, Eunhyuk. apa tak ada lagi yang bisa mewakilkan direktur selain aku?." Tawarku mencoba-coba.
"Hya! Lee Donghae, Kau itu baru saja diangkat menjadi wakil direktur. Seharusnya Kau harus semakin giat dalam bekerja. Sudah jangan banyak omong. Kerjakan apa yang diperintahkan direktur kepadamu." Racau Eunhyuk dari seberang telepon, kemudian ia memutuskan pembicaraan kami berdua.
♥♥♥
Tiba di rumah, Aku langsung pergi mandi. selesai mandi Aku langsung mengganti pakaianku dengan piyama. Kali ini pandanganku kembali fokus dengan stopwatch yang ada di meja riasku. Ku ambil jam itu dan melihat sisa waktu yang diberikan untuk Yoona . Hanya 5 hari. karena tepat 5 hari setelah ini adalah hari kepergiannya. Tuhan hanya memberiku waktu 5 hari untuk menebus kesalahanku terhadap Yoona.
Tiba-tiba saja Handphoneku berdering, kulihat siapa yang meneleponku, ternyata orang itu adalah rekan kerjaku Eunhyuk.
"Yeoboseyo, ahhh Eunhyuk. ada keperluan apa meneleponku."
"Aku disuruh menyampaikan pesan dari direktur. bahwa besok akan ada rapat yang direktur tak bisa menghadiri karena alasan personal, jadi Kau besok diberi tugas untuk mewakilkannya."
"Mwo?! apa-apaan ini, Aku tak bisa, aku harus terus bersama Yoona hingga 5 hari nanti. Aku tak mau waktuku terbuang percuma." Gumanku dalam hati. "Hmmm, Eunhyuk. apa tak ada lagi yang bisa mewakilkan direktur selain aku?." Tawarku mencoba-coba.
"Hya! Lee Donghae, Kau itu baru saja diangkat menjadi wakil direktur. Seharusnya Kau harus semakin giat dalam bekerja. Sudah jangan banyak omong. Kerjakan apa yang diperintahkan direktur kepadamu." Racau Eunhyuk dari seberang telepon, kemudian ia memutuskan pembicaraan kami berdua.
♥♥♥
Keesokan harinya Akupun dengan terpaksa harus menghadiri rapat. Rapat pun segera dimulai. Semua yang hadir pada rapat tersebut sedang sibuk dengan usulan-usulan mereka, tapi tidak dengan aku yang ogah-ogahan mengikuti rapat ini. Aku hanya terfokus dengan stopwatch yang sedang Aku pandangi saat ini. Bagaimana tidak, hari ini adalah tanggal 6 Mei, berarti tinggal 4 hari menjelang kematian Yoona.
"Donghae-ssi, bagaimana dengan anda, apa anda setuju atau tidak. Semuanya sudah setuju, tinggal anda yang belum memberikan jawaban." Ucap seseorang peserta rapat yang membuyarkan lamunanku.
"Hah? apa? bisa diulang kembali." jawabku dengan gelagapan, karena sama sekali tidak mengerti topik yang dibahas tadi.
♥♥♥
"Fiuh, untunglah rapat berjalan lancar dan singkat." kataku dalam hati sembari mengeluarkan senyuman lega. Masih tersisa banyak waktu kali ini Aku akan mengajak Yoona pergi Ketaman yang kemarin tidak jadi kami datangi, karena Yoona begitu kecewa saat aku membatalkan keinginannya untuk kencan ditaman.
Akupun menjemput Yoona dari kediamannya. Kelihatannya Dia sangat bahagia ku ajak kesana. Ditaman kita habiskan waktu untuk bersenang-senang, dari mencoba semua wahana permainan dan mencicipi semua camilan yang tersedia di taman itu.
"Hya, kamu yang disana. bisakah Kau menolong Kami untuk mengambil gambar Kami." Au memanggil dua pelajar yang mungkin sedang berjalan jalan di taman itu.
"Ne, aku bisa kok." Jawabnya ramah. Kemudian akupun menyodorkan Kameraku kepadanya. Diapun mulai memotret Kami berdua. "Cukup...cukup. Gamsahabnida." ucapku.
Sebenarnya Aku kesini bukan karena kemauanku, hanya saja Yoona sangat ingin kesini. Jadi untuk menebus penyesalanku, Akupun melakukannya. Aku juga sengaja mengambil gambar dengannya agar ada sedikit kenangan yang tercipta jika Dia tidak ada. "Apa ini?" gumanku dalam hati saat melihat hasil gambar kami. mengapa background foto kami adalah jam raksasa. saat Aku berbalik kebelakan, benar ada bangunan raksasa.
"Ayo,Kita pergi." Ajakku sembari menarik tangannya.
"Ayo,Kita pergi." Ajakku sembari menarik tangannya.
waktu semakin berlalu tanpa terasa sekarang sudah tanggal 10. Aku
semakin kalut dan takut. Aku belum siap menghadapi ini. Tuhan….! bisa
kau beri aku sebuah keajaiban lagi?. Ku tengok jam di tanganku, waktu menunjukkan jam 8. masih tersisa waktu 12 jam lagi, sebelum jam 8 malam nanti. Tapi mengapa disaat hari terakhirnya ini Aku harus menghadiri rapat, rasanya ingin mundur dari jabatan ini. Hanya saja sudah terlambat, rapat sudah dimulai dan Aku tak dapat melakukan apa-apa lagi.
Sepanjang rapat pikiranku benar-benar kalut, aku tidak dapat berpikir jernih. Jam sudah menunjukkan di angka 6, Mwo?! tinggal 2 jam? mengapa rapat kali ini benar-benar lama. Aku tahu, aku sudah mengucapkan selamat ulang tahun untuknya sehingga Dia tidak akan kecewa, hanya saja, jika aku bisa keluar dari ruangan ini sekarang juga, mungkin saja jika aku membatalkan kematiannya.
bla...bla..bla, sama sekali belum ada penyelesaian dari rapat kali ini. Sekali lagi aku menengok ke arah jam dengan ragu-ragu, Aku terhenyak tinggal 15 menit lagi. Aku pun nekat segera beranjak pergi meninggalkan acara rapat yang belum selesai hanya untuk pergi ke Halte bus tempat Yoona menunggu bus, untung saja letaknya tak terlalu jauh dari kantorku. Tapi terlambat Yoona sudah menyebrang dan Aku lihat dari kejauhan ada sebuah mobil yang melaju kencang kearahnya. Aku memanggilnya, tapi Yoona tak dapat mendengar, karena telinganya telah tertutupi oleh headset yang menyumpal telinganya.
tiba-tiba saja kakiku secara spontan berlari ke jalan untuk menghentikan mobil itu, tapi...
BRAKKKKKK…..!!!!
Mobil itu bukannya berhenti, tapi malah menghantam keras tubuhku hingga terpelanting keras ke aspal. Rasanya semua tulang-tulangku remuk, sangat sakit. Yoona berlari ke arahku, syukurlah Dia tidak tertabrak, setidaknya dia tidak akan meninggalkan Aku sendirian disini.
"Oppa...." Pekiknya histeris menguncangkan tubuhku yang sudah tak berdaya.
"Oppa bangun Oppa, jangan tinggalkan Aku sendiri." Jeritnya.
Sebelum Aku memejamkan mataku Aku melihat sekumpulan orang mengampiri kami dan seorang polisi yang mengamankan jalanan, serta Yoona yang memeluk tubuhku erat.
Seketika semuanya menjadi gelap....
Sepanjang rapat pikiranku benar-benar kalut, aku tidak dapat berpikir jernih. Jam sudah menunjukkan di angka 6, Mwo?! tinggal 2 jam? mengapa rapat kali ini benar-benar lama. Aku tahu, aku sudah mengucapkan selamat ulang tahun untuknya sehingga Dia tidak akan kecewa, hanya saja, jika aku bisa keluar dari ruangan ini sekarang juga, mungkin saja jika aku membatalkan kematiannya.
bla...bla..bla, sama sekali belum ada penyelesaian dari rapat kali ini. Sekali lagi aku menengok ke arah jam dengan ragu-ragu, Aku terhenyak tinggal 15 menit lagi. Aku pun nekat segera beranjak pergi meninggalkan acara rapat yang belum selesai hanya untuk pergi ke Halte bus tempat Yoona menunggu bus, untung saja letaknya tak terlalu jauh dari kantorku. Tapi terlambat Yoona sudah menyebrang dan Aku lihat dari kejauhan ada sebuah mobil yang melaju kencang kearahnya. Aku memanggilnya, tapi Yoona tak dapat mendengar, karena telinganya telah tertutupi oleh headset yang menyumpal telinganya.
tiba-tiba saja kakiku secara spontan berlari ke jalan untuk menghentikan mobil itu, tapi...
BRAKKKKKK…..!!!!
Mobil itu bukannya berhenti, tapi malah menghantam keras tubuhku hingga terpelanting keras ke aspal. Rasanya semua tulang-tulangku remuk, sangat sakit. Yoona berlari ke arahku, syukurlah Dia tidak tertabrak, setidaknya dia tidak akan meninggalkan Aku sendirian disini.
"Oppa...." Pekiknya histeris menguncangkan tubuhku yang sudah tak berdaya.
"Oppa bangun Oppa, jangan tinggalkan Aku sendiri." Jeritnya.
Sebelum Aku memejamkan mataku Aku melihat sekumpulan orang mengampiri kami dan seorang polisi yang mengamankan jalanan, serta Yoona yang memeluk tubuhku erat.
Seketika semuanya menjadi gelap....
♥♥♥
"Oppa..Oppa!" Panggil seorang Yeoja sembari mengguncang-guncangkan tubuhku. Akupun membuka mataku, tapi mengapa Aku bisa disini. Bukankah ini kamarku. Kulihat tangan dan kakiku tidak apa apa-apa, lalu kucek lagi wajahku di kaca tak ada luka sedikitpun.
" Hya, Kau ini kenapa,Yeobo. dari bangun tidur kok, menjadi aneh begini." Oceh Yeoja yang tadi membangunkanku. Hah?! Yoona. Aku jadi bengong sendiri, apalagi saat melihat foto pernikahan Kami berdua, yang tertata rapi di meja samping ranjangku.
Ku hampiri kalender yang tergantung di dinding kamarku. Apa ini?! sekarang tanggal 4 Juni 2017 (AuthorNgasal -_-"V). Berarti sudah 5 tahun sejak kecelakaan itu. Berarti sekarang Aku sedang berada di masa depanku. Betapa bahagianya Aku kalau ternyata sekarang aku sudah menjadi Suami sah dari Yoona, terlebih lagi ini bukan mimpi.
♥♥♥
"Stopwatch? stopwatch apa?" Tanya Yoona yang kebingungan sambil memasangkan dasi untukku (Kyaaa>,< co cwiit cekale).
"Stopwatch yang mengembalikanmu dari kecelakaan itu."
" Kecelakaan? kecelakaan apa, aku tak pernah mengalami kecelakaan. Oppa,Kau mimpi apa? Kau jadi aneh begitu bangun tidur. Sudah sarapan jangan lupa sekalian mengantarkan Haeyoon ke playgroupnya." Ujarnya seusai memasangkan dasiku.
"Haeyoon, siapa dia?" Gumanku dalam hati sambil berjalan menuju ruang makan. diruang tamu mengapa ada foto anak kecil yang sangat mirip denganku.
♥♥♥
"Appa, eomma menyuruhku memakan brokoli, tapi aku tak mau appa." Rengek seorang anak kecil kearahku. Ternyata, Dia adalah haeyoon dan dia adalah anakku sendiri.
"Omo, jangan merepotkan appamu di pagi hari,Kau harus memakan brokoli itu agar sehat. Kalau tidak siap-siap kena hukuman dari eomma." Ancam Yoona, hya itu sangat menyeramkan.
"Anak appa jangan menangis ya, turuti kata eommamu yang cerewet itu. Kalau kau tidak makan Brokoli, nanti kau bakal sakit." ucapku tersenyum sembari menggendong anakku ke meja makan.
"Appa akan memberikan hadiah untukmu kalau anak appa ini mau makan sayuran."
"Jeongmal? baik appa aku akan memakannya dengan lahap."Serunya bahagia lalu mencium pipiku. Omo anakku ini sangat aegyo.
Seusai makan Aku dan Haeyoon pun beranjak menuju mobil. Tapi Aku kembali lagi kedalam rumah.
"Hya! Suami mu akan bekerja, kau tak memberikanku sebuah kecupan." Godaku kepada Yoona. "Hya, cepat pergi,kasihan Haeyoon sendirian di mo.." Omongannya terputus karena aku mengecup bibirnya,lalu kabur ke mobil (Hae nakal!-_-"), sedangkan Yoona hanya tersenyum sipu.
Mulai sekarang kehidupanku menjadi lebih baik. bahkan sekarang kami telah dikaruniai seorang malaikat kecil. Stopwatch itu menghilang secara tiba-tiba, mungkin jika aku menemukannya kembali ,Yoona akan kembali waktu Ia tiada.
__The End__
Bagaiman Readers, ff author yang abal-abal ini?. jangan lupa COMMENT YA :D. oh iya ada sedikit nih yg mw author ksih tau. Haeyoon,tw g makna nama anak YoonHae itu? author jelasin ya, artinya adlh dongHAEYOONa. :D. sekian jgn lupa COMMENT oke ;) gamsahabnida



Bagus author !! XD ending yg membahagiakan :')
ReplyDeleteWah gomawo hihihi, sbnrnya mw sad ending. tpi kejam deh :D
Deleteyes, akhirx end juga. masih teraru thor. daebak!!!! :D
ReplyDeleteWkwkwkwk Gamsahabnida ya :)
Deletebagus thor, ceritax bikin merinding. :D hehehehe
ReplyDeletegomawo :)
DeleteBagus thor.. :D
ReplyDeleteSuka sama FF nya.. Kereeenn..!!
Pkoknya Daebaakk lha~
Bikin FF YoonHae lagi ya.. dtunggu..!!
Gamsahabnida :D, terus dukung ya :D!
Deletedaebak thor :)
ReplyDeleteGomawo:D
Deletekapan ada update an lagi ? udah nunggu niih XD
ReplyDeletesippp, ditunggu ya :)
Deletewaahhh.. Happy Ending..!! baguslahh..!!! tp gimanaa caranyaa tuchh bisa nikah tp pas dia duluu dia ngeliat batu nisannyaa..?? jd maksudnyaa dia udh di masadepan trs gituu..?? jg nggakk ke masa lalu lg pas Yoona udh nggakk adaa..?? agakk bingung jg tp ceritanyaa tetap BEST bgt..!!! :D
ReplyDeleteGini2 saya jelasin, bener Donghae udah di masadepan, benar juga dy ga kembali ke masa lampau. ibaratnya alur cerita ini maju. gitu :)
DeleteGamsahabnida ya atas pujian, Comment, dan mau mmbaca FF gadungan ini :)
baguss thorr,,
ReplyDeleteoh ea, knalin aq fanny reader bru d sni,,,
slm knal ea thorr
ahh daebakkkk akhirnya happy end kekeke :))
ReplyDeletesesuai harapan!! ditunggu yahh eonni FF YoonHae lainnya :)
daebak thor.... keren ceritanya....
ReplyDelete