Main Cast:Yoona Snsd, Donghae Super Junior
Other cast: Seohyun snsd, Kyuhyun Suju, Yuri snsd, Sooyoung snsd, Siwon Suju, Hankyung Suju.
Genre: friendship, and romance.
Author: Meiliyani
Anyeong saya balik lagi ama kelanjutan ff saya Fine Day With My friend Part 2. Comment ya ^^ woke cukup sambutan dari saya, silahkan di Baca. Sekalian saya mau promosi. kalau kalian punya twitter follow twitter saya y. @Luhan_siwon mau Follback? Mention :) wkwkwk.
Fine Day With My Friend ......
"TING-TONG" bel kediaman keluarga Im berbunyi.
"Siapa?" Tanya seseorang dari dalam rumah.
"Ini aku Seo. Yoona" ujar Yoona. Dan langsung di bukakan pintu oleh Seohyun.
"Unnie kau kok baru pulang sekarang sih. Amma dan appa cemas tuh!" Seru Seohyun yang membukakan pintu untuk Yoona.
"Tadi lama sekali baru ada bis datang" jawab Yoona singkat lalu berjalan ke kamarnya.
"Hey! Kau kan bisa menelepon amma atau appa untuk menjemputmu!" Pekik Seohyun kesal sambil menutup pintu.
Yoona berhenti berjalan "aku tidak membawa handphone bodoh" jawabnya singkat lalu menutup pintu kamarnya.
"SIAPA YANG KAU BILANG BODOH STRANGEYOONG!" Teriak Seohyun. yang membuat mereka mendapat omelan dari Amma mereka.
"KALIAN INI BERISIK SEKALI SIH!. HYA YOONA DARIMANA SAJA KAU?!" Teriak sang amma. Dari balik dapur
the cry which made me annoyed. but the cry is always my love in the end.
beautiful day with my family.
***
"Yoona kau dipanggil Taeyeon songsenim tuh!"Sooyoung dan Seohyun menghampiri Yoona dan yuri yang sedang asyik bergosip ria.
"Mwo?! Ada apa lagi. Dari kemarin dia membuatku kesal terus! Sekarang apa lagi maunya! "geram Yoona. Dia langsung bangkit dari tempat duduknya, dia berjalan dengan ogah-ogahan. Dan berjalan keluar kelas. Yuri, Sooyoung dan, Seohyun saling bertatapan wajah menampakan wajah keheranannya.
"Pasti tugas dan tugas. Ah bisa gak sih, Taeyeon gila itu berhenti memberiku tugas!" Umpat Yoona, sambil menendang-nendang kecil kerikil-kerikil yang ada di sekitarnya.
"HAHAHA!" Tampak dua anak laki-laki berlari yang satunya berusaha mengejar anak laki-laki yang ber lari di depannya, sedangkan yang didepannya terus berlari dengan tawa yang keluar dari mulutnya.
"DUKK!" Yoona terjatuh karena tersandung kaki namja yang sedang dikejar temannya itu, dahinya terbentur kerikil-kerikil yang di tendangnya tadi.
"Aww!" Rintihnya sambil mengelus-elus dahinya.
"Hey liat dahimu berdarah"Seru namja itu lalu berlari mendekati Yoona.
Yoona yang mendengar perkataan namja itu langsung melihat tangannya, "akh!" Pekiknya kaget karena melihat darah. Namja yang membuat Yoona jatuh itu langsung mengambil sapu tangan di saku celananya dan berjongkok untuk mengelap darah yang mengalir di dahi Yoona.
Yoona mendongakkan wajahnya, melihat wajah namja yang membuatnya jatuh. "Anyeong kita bertemu lagi" Namja itu tampak tersenyum kepada Yoona. "K..kau Donghae ssi" ujar yoona terbata-bata karena rasa sakit di dahinya.
"Omo Taeyeon Songsenim...! Aku lupa lagi!"Pekik Yoona tiba-tiba. Dia berusaha bangkit, walaupun agak susah tapi dia akhirnya berhasil. Donghae hanya menatap bingung melihat Yoona yang bangkit, padahal dia belum selesai mengobati Yeoja itu.
"Kau mau kemana? Darah di dahimu masih banyak. Ayo kita ke uks" Donghae menahan lengan Yoona yang akan pergi.
"Aku ada urusan. Tolong jangan menghalangiku" ucap Yoona ketus. Karena rasa takutnya pada Taeyeon. Tapi Donghae tidak melepaskan tangannya. "Hya! Lepasakan aku!"
"Kau tidak lihat, dahimu" Donghae berdiri, dan melanjutkan mengelap dahi Yoona "ayo kita ke uks" anjur donghae bersiap menarik Yoona ke uks.
Yoona menghepaskan tangan Donghae lalu berusaha berlari dari namja itu. Donghae menatap cemas. Melihat lari Yoona yang tampak tersoak-soak.
"Jeongsohamida aku terlambat menemuimu songsenim" Yoona membungkuk hormat di depan meja Taeyeon.
"Hmm.. Arraso duduklah" jawabnya. Yoona duduk di depan Taeyeon, yang asyik mengubrak-abrik laci tempat dia menyimpan berkas-berkasnya.
"Mengapa kau bisa terlambat Yoona, bukankah aku menyuruh Sooyoung dan Seohyun memanggilmu 30 menit yang lalu. Harusnya kau sampai dimejaku 20 menit yang lalu" Cerca Taeyeon tiba-tiba tanpa memalingkan wajahnya dari laci mejanya.
Yoona terus menunduk, telunjuk tangan kanan dan telunjuk tangan kirinya saling berhentakkan. Dia tampak takut untuk menatap Taeyeon.
"Tadi ada masalah kecil. Mianhamida telah membuatmu menunggu" ucapnya pelan dan terus menunduk.
"Ini.." Taeyeon menyerahkan sesuatu kepada Yoona. Yoona mendongak pelan, di lihatnya itu sebuah kertas, lalu di ambilnya pelan kertas itu dari tangan Taeyeon.
Dia melirik dengan sedikit slow motion ¬_¬V. Ya itu adalah kertas remedialnya kemarin.
"B+...." Yoona tertegun melihat nilai Remedialnya. "Ibu yakin kau bisa Yoona.." Taeyeon menyilangkan tangannya di perutnya. "Omo Gamsahamida songsenim!!" Seru Yoona lalu membungkuk hormat.
Taeyeon tersenyum lebar melihat tingkah Yoona. "Kembalilah ke kelas" ujarnya.
"Ne songsenim!" Yoona kembali membungkuk, dia menampakkan wajah bahagianya. Yoona mulai berjalan meninggalkan Taeyeon.
"Chamkamman!!" Yoona berhenti berjalan dan berbalik. "Ada apa songsenim?" Tanya Yoona heran. "Sini kau" panggil Taeyeon.
"Dahimu..ada apa dengan dahimu" Tanya Taeyeon cemas.
"Hmm ini. Ini karena anu..."
"Kau berkelahi?" Taeyeon tampak curiga.
"Anio songsenim.." Jawab Yoona langsung.
"Yoona duduklah... Kau tau. Ibu sangat tertarik dengan siswi sepertimu. Yang selalu ceria, dan ramah kepada siapa saja. Tapi kenapa tiba-tiba kau mengecewakan ibu. Kau berkelahi kan?" Desak Taeyeon, yang membuat Yoona tampak jengah.
"Anio songsenim. Sungguh aku tidak berkelahi. Tadi aku tersandung dan jatuh"
"Aigoo! Kau ini babo sekali. Ibu tidak mau melihat dahimu yang luka itu, cepat ke uks obati lukamu. Kau ini tidak sayang badanmu ya. Badan bagus tidak mau di rawat ckck"
"Ne Songsenim" jawab Yoona lalu pergi ke uks.
***
"Gara-gara namja itu sih. Aku jadi jatuh kan, kena omel lagi sama Taeyeon songsenim!" Yoona terus saja menggerutu. Sembari menaruh plester di dahinya tempat dia terjatuh. Juga menaruh obat antiseptik ke lutunya. "Dahiku jadi cacat begini kan!" Desisnya marah.
"Yoona !" Yuri, Seohyun, dan Sooyoung menghampiri Yoona yang mengobati lukanya sendiri di uks.
"Unnie gwenchana.." Tanya Seohyun cemas. "Gwenchana Seohyun-ah" jawab Yoona lemas. "Aigoo kok bisa begini sih" ujar Sooyoung sambil mengelus dahi Yoona.
"Aw! Yah Choi sooyoung appo" jerit Yoona yang membuat yuri, sooyoung, dan seohyun terkejut. "Kau ini seperti anak kecil saja" kritik Yuri yang langsung mendapat tatapan tajam dari Yoona.
"Kalian ini membuatku kesal saja. Aku lagi gak mood nih buat bercanda kalau kalian datang kesini untuk mengejekku lebih baik jangan deh" jawab Yoona tanpa memalingkan wajahnya dari lutunya yang sedang di bersihkannya.
"Mian-mian. Kau ini kenapa sih?" Heran yuri lalu duduk di samping Yoona.
"Kau tidak liat aku jatuh" jawab Yoona kesal.
"Hei! Santai aja kali maksudku itu kau itu kenapa sih kok daritadi marah-marah aja" balas Yuri heran.
Yoona menghela nafas kasar. "Begini, tadi aku jatuh karena tersandung kaki seorang namja, dan namja itu adalah namja yang membuat ku jatuh dulu di kantin" jelas Yoona.
"Kau bertabrakan lagi dengan Lee Donghae!" Seru Sooyoung dan Yuri kaget. "Kalian ini kenapa sih?" Seohyun menatap Sooyoung dan Yuri miris.
"kok kalian tau namanya Donghae?"
"kau tidak tau Lee Donghae? ya ampun Yoona dia itu namja yang sangat populer di sekolah kita.." jawab Yuri. "Dia namja yang baik sepertinya" Sooyoung ikut menambahi.
"tidak mungkin dia namja yang baik. kalau dia namja yang baik seharusnya, dia membantu unnie ku mengobati lukanya"Potong Seohyun.
"Seohyun..."Ucap Yoona terharu, lalu memeluk Seohyun. Seohyun membalas pelukan unnienya.
"Yuri ayo kita pergi, drama saudara mulai lagi.." Celetuk Sooyoung, dan menarik Yuri pergi. Seohyun dan Yoona yang melihat itu langsung melepaskan pelukan mereka.
"hey! kalian ini" Seru keduanya.
***
"Mwo! tadi malam Yuri mengompol, karena cerita hantu dari Seohyun kemarin!" Pekik Sooyoung, Yoona dan Seohyun tertawa terbahak-bahak. Sedangkan yuri memukul sikut Sooyoung, karena malu.
"kalian ini ....!"
"DUK!"
"Aw!" Rintih Yuri. lalu mendongakkan kepalanya. betapa terkejutnya dia, saat melihat Siwon berdiri di depannya.
"Gwenchana?" tanya Siwon.
"ah ne gwenchana.." jawab Yuri tersipu malu, Siwon langsung membantu Yuri berdiri. "ayo kita ke uks, aku takut kepalamu kenapa-napa" ucap Siwon.
"aku tidak apa-apa kok" jawab yuri sambil tersenyum.
"ini pakailah, dahimu sedikit berdarah" Titah Siwon. "Hem" Yuri menampakkan wajah polosnya. Siwon langsung terkekeh kecil. "kau ini." Siwon mencubit pelan pipi Yuri lalu memasangkan plester di dahinya.
"aku Choi Siwon" Siwon mengulurkan tangannya kepada Yuri, "aku Kwon yuri" Yuri tersenyum dan menyambut tangan Siwon lalu bersalaman.
Yoona, Seohyun,dan Sooyoung, terbengong-bengong melihat Yuri, tapi ada rasa bahagia di hati mereka.
"kenapa hari ini, kepala mereka terluka karena cowok ya" Sooyoung menyenggol tangan Seohyun. "iya, jangan-jangan calon jodoh tuh" timpal Seohyun lalu keduanya terkekeh kecil.
"kalian ini, aku tidak mau di pasangkan dengan Lee Donghae" sergah Yoona tiba-tiba.
***
"kau kenapa" Yoona mengernyit heran melihat Yuri yang tersenyum sendiri.
"kau ini pura-pura tidak tau ya" ucap Yuri dengan nada yang sengaja di imut-imutkan. Yoona jadi merasa geli dengan tingkah sahabatnya ini.
"pasti karena Siwonmu itu" tebak Yoona.
"pasti. kau pikir karena siapa lagi kalau bukan dia" jawab Yuri
"Haishhh, dasar genit." Ejek yoona
"Hya IM YOONA!!!! awas kau." ancam Yuri .
"sudah...sudah. Hei, bukankah Kita nanti akan praktek olahraga?." Celetuk Seohyun.
"Oh, iya. Oh My God, Olahraga adalah pelajaran paling membahagaikan. Ada yang tahu pemirsa." tutur Sooyoung yang belagak seperti serius
"Aku tahu! tentu saja karena Leeteuk Songsenim itu baik, tak mudah marah." Jawab Yoona asal.
"Ani." Sooyoung menggelengkan kepalanya.
"Aigoo, Kalian tidak tahu? itu karena Kelas Kita satu jadwal dengan kelas para flower boy disini. benarkan tebakanku?." Oceh Yuri dengan sok pintarnya.
"ah Yuri, kau benar" Sooyoung langsung menari-nari tak jelas, yang membuat 3 sahabatnya menelan saliva mereka.
"Sooyoung, kau tampak mengerikan" ucap Seohyun ngeri, Yoona langsung menyentuh telunjuk kanannya, di dahinya.
"YAH YOONA" Pekik Sooyoung tiba-tiba
"masa kecil kurang bahagia" ujar Seohyun tanpa expresi sambil melihat Sooyoung dan Yoona kejar-kejaran.
"mereka memang gila.." jawab Yuri sambil tertawa garing. "Sudah ah Seo. daripada kita melihat mereka kejar-kejaran kaya anak kecil, mending kita ke lapangan." lanjutnya.
Seohyun mengangguk, lalu mereka meninggalkan Sooyoung dan Yoona yang kejar-kejaran di koridor sekitar kelas mereka.
"Woi! tungguin kami dong!" Teriak Sooyoung sambil memegang kerah baju Yoona. tetapi dia langsung melepaskan,hingga Yoona hampir terjatuh, sedangkan dia mengejar Yuri dan Seohyun.
***
"anak-anak hari ini kita akan praktek basket. Sekarang waktunya kalian pemanasan" ujar Leeteuk, guru olahraga di Sma Yoona.
"Yo!" Jawab anak-anak kelas Yoona serempak.
Semua anak-anak langsung melakukan pemanasan. Ketua kelas memandu temannya melakukan pemanasan
semuanya tampak menikmati pemanasan. ada beberapa anak pempuan yang melirik ke dekat ring basket."Yo!" Jawab anak-anak kelas Yoona serempak.
Semua anak-anak langsung melakukan pemanasan. Ketua kelas memandu temannya melakukan pemanasan
"Cho Kyuhyun sangat keren" bisik seorang yeoja kepada temannya di sampingnya.
"Anio Lee donghae lebih keren." Seru siswi yang lain
"Hish..Hish. Menurutku itu cuma tebar pesona saja. Tak ada yang Spesial." Gerutu Yoona yang langsung mendapatkan tatapan Sinis dari kedua siswi tersebut ."Mwo?! ada yang salah?. Kenapa Kalian melihat kearah ku?." Ujar Yoona heran.
"Hya Yoona! Kau tahu Mereka itu adalah Flower Boys di SMA Kita. Aku curiga kalau dirimu itu adalah seorang namja, masa sama sekali tidak terpesona akan ketampanan mereka." Oceh Yeoja disampingnya.
"Apa kamu bilang, NAMJA? Aku ini wanita tulen!." Bentak Yoona pada Yeoja itu yang sukses membuat semua orang fokus pada mereka berdua
"Hya! Yang disana, cepat maju!." Tunjuk Leeteuk songsenim pada Yoona dan Yeoja itu.
"Saya?." Jawab keduanya. "Bukan yang di sampinya." Tunjuk leeteuk Ke arah Yoona.
" Tapi Songsenim yang ribut bukan aku saja, Dia juga." Protes Yoona tidak terima.
"Saya tidak peduli, yang teriak tadi kan Kamu bukan Dia. Jadi, maju sekarang!" Gertak Leeteuk Songsenim.
"Ah,Ne Cheosohamnida Songsenim." Ucap Yoona tertunduk pasrah lalu maju. "Bweeek!."Ejek Yeoja disampinya.
"Hiiii! AWAS KAU!." Geram Yoona dalam hati sembari mengepalkan kedua tangannya.
"Kau berdiri di depan!." Seru Leeteuk menberitahu hukuman untuk Yoona.
Yoona hanya bisa menuruti apa yang diperintahkan Leeteuk Songsenim kepadanya walaupun ada rasa dongkol di hatinya.
"karma haha" Sooyoung terkekeh kecil, Seohyun yang berada di sampingnya langsung mencubitnya. "Kau mau sepertinya juga?" ujarnya pelan.
"Kau yang disana..." Leeteuk Songsenim menunjuk Seohyun. Sedangkan Seohyun, dia langsung mengedarkan pandangannya ke semua temannya. Karena bingung dia menatap bingung Leeteuk Songsenim, dengan telunjuk tangan kanannya menunjuk dirinya sendiri "naega seonsaengnim?"
"iya kau" jawab Leeteuk Songsenim.
"kenapa Songsenim?" tanya Seohyun sembari berjalan ke depan. "tolong kau ambil bola basket yang ada di sana"
"bisakah kau mengambilkan bola basket yang ada disana" Tunjuk Leeteuk songsenim ke arah ring basket.
"Ne songsenim" Seohyun langsung berlari ke arah Ring basket yang dimaksud Leeteuk. Didekat ring basket tersebut ada beberapa anak laki-laki yang bermain basket. Mereka bermain begitu semangat hingga Seohyun merasa risih.
"permisi, aku mau mengambil bola basket" Ucap Seohyun agar di beri jalan mendekati ring basket.
"ah ne, silahkan" Salah sau namja di antara pemain memberikan jalan untuk Seohyun. Seohyun tersenyum kecil lalu berjalan agak kikuk ke arah ring basket. Namja tinggi yang memberikan Seohyun jalan itu tersenyum lebar melihat ke arah Seohyun.
ada empat namja yang menghentikan permainan basketnya, agar Seohyun bisa mengambil bola basket. tapi ada 5 namja yang mengacuhkan Seohyun dan terus bermain basket. tapi Seohyun terus memperhatikan langkahnya agar tidak terkena lemparan bola basket. Dia menarik keranjang yang berisi bola basket, dia agak tampak kesusahan.
"Gwenchana? apa mau aku bantu?" Namja tinggi yang memberikan Seohyun jalan menawarkan bantuan ke arah Seohyun.
"ah ne" jawab Seohyun ramah lalu melihat ke wajah namja tersebut. Dia merasa pernah bertemu dengan namja tersebut.
"ayo sini aku bantu" Namja itu membantu Seohyun mengangkat keranjang yang berisi bola basket itu
"permisi, aku rasa kita pernah bertemu sebelumnya?" Seohyun memberanikan diri bertanya, dengan pikiran yang penuh tanda tanya.
"ah iya, kau itu yang membantuku mengambilbuku di perpustakaan itu kan?." lanjut Seohyun.
"Ne kau benar kenalkan aku Cho Kyuhyun" Kyuhyun mengulurkan tangan kanannya.
"anyeong aku im Seohyun" Seohyun menerima tangan Kyuhyun dan mereka bersalaman.
CONTINUED
anyeong saya balik lagi dengan FF baru. mian ya kalau lanjutannya makin gak jelas. saya lagi gak mood bikin FF u,u . Comment ya jaljayo ^^

Semakin Seru dan bikin penasaran.. :D
ReplyDeleteYoong Eonnie pura" benci Donghae Oppa, nanti malah jatuh cinta lho eon.. wkwk.. :D
Dilanjut ya.. secepatnya.. :D
mksih,ok saya bkl lanjutin. di tunggu ya:D
DeleteOmo! Cerita cinta SMA. Yuri kok jadi genit gitu ya wkwkwk, seokyu kyaaa~. Lanjut cepat ya, author :D
ReplyDeletentar saya lanjutin di tunggu ya ;D
Deletewaahh eonni, banyakin moment YH sama SK nya yahh :D
ReplyDeleteaku bias couple itu, kkkk~
ditunggu yahh eonni, next partnya..
KEEP WRITING!! ^^
Gomawo:) pasti deh :D
Deletelupa kasih nama
Deleteudah keluar belum part 3 nya?
ReplyDeletedituggu kalo belum (y)
belum, sering2 cek ya :)
Deletethor... part 3 udah kelar belom?
ReplyDeleteAuthor lanjut part 3 jangan lama"
ReplyDeletekakak-kakak author, tlng dong secepatnya bikin part 3nya.. Penasaran nih.... >_< ^_^
ReplyDeleteeh maaf kakak-kakak author aku kira td part3nya blum keluar
Delete