Cast : Taeyeon SNSD
Leeteuk SUPER JUNIOR
Etc
Genre : Romance
Type : One Shoot
Author: Meiliyana
Author: Meiliyana
Anyeong Readers Author Comeback dengan new couple TAETEUK, semoga Kalian suka ya :). Don't Forget Comment,Oke :)
Di bawah sinar rembulan yang terang benderang, terdapat sepasang kekasih sedang menikmati suasana saat itu. Tapi tak lama suasana itu berubah menjadi mencekam, saat sang namja memberitahu keikutsertaan dirinya dalam perang antara Korea Selatan dan Korea Utara pada waktu itu.
"Tuan Putri bisakah Kau menungguku." Ujar lelaki itu pada wanita yang duduk disampingnya sambil menundukkan kepalanya.
"Menunggu? untuk apa Kamerad Park Jungsoo?." Balas sang Wanita dengan herannya.
"Hmmm, itu... Karena Aku harus berpatisipasi dalam Perang kali ini. Kuharap Engkau mau menantikan diriku hingga kepulanganku dari perang ini." Jelas sang Namja sambil mengeluarkan senyumannya.
"Mwo?! Jeongmal? Lalu bagaimana dengan pernikahan Kita? Bukankah tinggal seminggu lagi." Lirih Taeyeon panik.
"Ne Tuan Putri. Tentang pernikahan Kita, yang mulia telah mengundurkan wakturnya. Putri tidak mungkin Kita menikah disaat sedang ada pertempuran. Itu akan sangat bahaya buat dirimu.
"Tapi, mengapa harus dirimu juga diikutsertakan, masih banyak yang lain." Ringis sang Tuan Putri.
"Bukan begitu, tapi sudah kewajibanku sebagai pemimpin prajurit keluarga kerajaan untuk melindungi negara Kita." Jawab Leeteuk mantab.
"Park Jungsoo, jebbal tinggalah disini, disisiku untuk menjagaku. Biar Aku yang berbicara kepada Kakak agar Kau tidak ikut bertempur." Mohon Taeyeon kepada Leeteuk dengan suara parau.
"Cheosohamnida, Tuan Putri. Ikut berperang bagiku adalah untuk mempertahankan, melindungi, memperjuangkan harga diri bangsa Rakyat Republik Korea Selatan. Aku tidak dapat mudah begitu saja untuk mengundurkan diri perang." Ucap Leeteuk sembari mengusap air mata di pipi Taeyeon. " Tuan Putri, Aku adalah pemimpin Prajurit. Aku harus memimpin para prajurit kedalam peperangan, tanpa diriku mungkin saja anak buahku akan kehilangan strategi atau mereka akan kehilangan semangat juangnya." Tambahnya lagi.
Kali ini Taeyeon semakin terisak. Air matanya tak dapat Ia bendungi lagi. Ia tak rela melepaskan tunangannya itu untuk mengikuti peperangan yang mungkin saja dapat menghilangkan nyawa namjanya tersebut. Rasanya Ia sangat ingin menjerit sejadi-jadinya.
"Babo..babo.. Kau sungguh Babo. Jangan bilang kau sudah tak mencintaiku." Geram Taeyeon.
"Ani, Tuan Putri. Aku sangat mencintaimu. Ku mohon percayalah kepadaku." Pinta Leeteuk meyakinkan. "Jika peperangan sudah berakhir, Aku berjanji akan kembali kepadamu dan menjadi Pria dewasa yang akan selalu menjagamu." Tuturnya lagi sambil memberikan senyuman yang indah kepada Taeyeon.
Taeyeon yang tertegun pun langsung menghentikan tangisnya dan perlahan-lahan mulai mengikhlaskan kepergian Leeteuk.
"Baik, Aku akan menunggumu. Tapi ada 1 syarat." Kata Taeyeon.
"Apa itu?."
"Kau harus berjanji untuk kembali dengan selamat, lalu menikah denganku. Bagaimana Kau mau berjanji?." Tanya Taeyeon sembari tersenyum.
"Pasti Tuan Putri, jika saat itu tiba. Aku akan datang kepadamu lalu hidup bahagia bersamamu." Janji Leeteuk mantab.
Mereka pun berjalan bersama menyusuri danau tersebut. Walaupun Taeyeon bilang, Ia akan melepas Leeteuk pergi, akan tetapi didalam benaknya terdapat rasa kalut akan Leeteuk yang tak akan kembali kepadanya.
"Hmmm, Kamerad Park Jungsoo, maukah Engkau mendengarkan Aku bernyanyi?." Tawar Taeyeon.
"Silahkan Tuan Putri, jika Kau tidak keberatan." Balas Leeteuk.
(Taeyeon-Missing You Like Crazzy)
nal moreunayo
naega yeogi issneun iyuneun geudaende
nun-i silyeowa
mal-eul hal su eobsneyo
honjaseo baraman bolppun
ireohge gaseum kkeut-i apado
ireohge sonkkeut-i tteollyeodo,
geudae saeng-gagman najiyo
michige bogo sip-eun saram
michige deudgo sip-eun neoui hanmadi
saranghae saranghaeyo
geudaeneun eodissnayo gaseumgip-i baghin geuliun salam geudae yeong-wonhi ganjighallaeyo
eotteoghanayo
chagawossdeon geudaega
geulaedo bogosip-eoyo ireohge gaseum kkeut-i apado
ileohge sonkkeut-i tteollyeodo
geudael ij-eul suga eobs-eo michige bogo sip-eun saram
michige deudgo sip-eun neoui hanmadi
saranghae saranghaeyo geudaeneun
eodissnayo
gaseumgip-i baghin geuliun salam
naege mal haejwoyo nal ganjig handago
hayahge jiumyeon andwaeyo
nae jeonbu-inikka
michige bogo sip-eun saram
michige deudgo sip-eun neoui hanmadi
saranghae saranghaeyo geudaeneun eodissnayo
gaseumgip-i baghin geuliun salam geudae
yeong-wonhi ganjighallaeyo saranghae saranghaeyo
naega yeogi issneun iyuneun geudaende
nun-i silyeowa
mal-eul hal su eobsneyo
honjaseo baraman bolppun
ireohge gaseum kkeut-i apado
ireohge sonkkeut-i tteollyeodo,
geudae saeng-gagman najiyo
michige bogo sip-eun saram
michige deudgo sip-eun neoui hanmadi
saranghae saranghaeyo
geudaeneun eodissnayo gaseumgip-i baghin geuliun salam geudae yeong-wonhi ganjighallaeyo
eotteoghanayo
chagawossdeon geudaega
geulaedo bogosip-eoyo ireohge gaseum kkeut-i apado
ileohge sonkkeut-i tteollyeodo
geudael ij-eul suga eobs-eo michige bogo sip-eun saram
michige deudgo sip-eun neoui hanmadi
saranghae saranghaeyo geudaeneun
eodissnayo
gaseumgip-i baghin geuliun salam
naege mal haejwoyo nal ganjig handago
hayahge jiumyeon andwaeyo
nae jeonbu-inikka
michige bogo sip-eun saram
michige deudgo sip-eun neoui hanmadi
saranghae saranghaeyo geudaeneun eodissnayo
gaseumgip-i baghin geuliun salam geudae
yeong-wonhi ganjighallaeyo saranghae saranghaeyo
Leeteuk yang mendengarkan Taeyeon bernyanyi disampingya, memandangi wajah Taeyeon yang sedang asyik bernyanyi dengan merdunya. Ia melihat air mata Taeyeon mengalir. Ia tahu kepergiannya untuk ikut serta dalam peperangan akan mendapatkan penolakan besar-besaran dari kekasihnya itu. Tapi, Ia juga tak mau melihat negaranya hancur akibat perang.
"Huwaaa, suaramu indah sekali, Tuan Putri." Puji Leeteuk sembari menepukkan tangannya.
"Gomawo." Sahut Taeyeon tersipu. "Tapi, sekarang Kita sedang di dalam istana, bisakah Kau berbicara secara Informal kepadaku. Aku ingin merasakan memanggilmu Oppa." Tambah Taeyeon sedikit grogi.
"Silahkan Tuan Put... Eh Taeyeon-ssi. Mianhaeyo." Jawab Leeteuk.
"Besok Oppa harus berangkat, Fighting!! jangan biarkan musuh menembakmu. Kau harus kembali dengan selamat." Taeyeon menyemangati Leeteuk kemudian memeluknya.
"Pasti, akan ku pastikan bahwa Korea Selatan menang dan Aku akan kembali." Leeteuk membalas pelukan dari Taeyeon. seusai itu mereka pun kembali ke istana.
"Huwaaa, suaramu indah sekali, Tuan Putri." Puji Leeteuk sembari menepukkan tangannya.
"Gomawo." Sahut Taeyeon tersipu. "Tapi, sekarang Kita sedang di dalam istana, bisakah Kau berbicara secara Informal kepadaku. Aku ingin merasakan memanggilmu Oppa." Tambah Taeyeon sedikit grogi.
"Silahkan Tuan Put... Eh Taeyeon-ssi. Mianhaeyo." Jawab Leeteuk.
"Besok Oppa harus berangkat, Fighting!! jangan biarkan musuh menembakmu. Kau harus kembali dengan selamat." Taeyeon menyemangati Leeteuk kemudian memeluknya.
"Pasti, akan ku pastikan bahwa Korea Selatan menang dan Aku akan kembali." Leeteuk membalas pelukan dari Taeyeon. seusai itu mereka pun kembali ke istana.
***
5 tahun kemudian......
Suara dari langkah-langkah sepatu hak tinggi terdengar berhantukan dengan lantai menuju ke ruangan persidangan, ya suara itu berasal dari sepatu hak tinggi milik Taeyeon. Kali ini harus mewakili Sang Raja yang sedang terbaring lemah di tempat tidurnya.
"Anyeonghaseo, kali ini rapat sidang yang membahas tentang pemberdayaan wanita di kota Seoul, di pimpin oleh Saya. Maaf Kakakku tidak dapat hadir, karena Kakakku harus menjalani pengobatan. Baiklah, mari Kita mulai rapat sekarang." Taeyeon pun memulai rapat.
***
Seusai rapat para pengawal pun mengantarkan Taeyeon kembali Ke Istana. Semua tampak berbahagia, karena melihat Taeyeon yang rupanya sudah bangkit pasca kabar buruk tentang kekasihnya, Leeteuk.
Semua prajurit kembali dengan selamat ke Seoul. Mereka juga bahagia karena, Korea selatan dan Korea Utara telah melakukan perdamaian dikedua belah pihak. Tapi ada 1 kabar buruk, pimpinan mereka Kamerad Park Jungsoo tidak ikut rombongan kembali ke Seoul.
"mana, Kamerad Park Jungsoo? kenapa Aku tidak melihatnya dari tadi." Tanya Taeyeon cemas kepada seorang anak buah Leeteuk.
"Cheosohamnida Tuan Putri." Kata prajurit itu dengan muka sedih.
"Waeyo? Kenapa Kamu begitu ekspresi wajahmu seperti itu." Pekik Taeyeon sambil mengguncang-guncangkan tubuh sang prajurit.
"Hmmm itu..itu.." Jawab sang Prajurit dengan terputus-putus.
"Itu apa? Ppali jelaskan kepadaku." Desak Taeyeon lirih.
"Itu karena Kamerad Park Jungsoo hilang dari rombongan, saat Kami bertempur. Kami sudah mencarinya kemana-mana, namun hasilnya nihil. Akhirnya Kamipun menghentikan pencarian, lalu pulang dan tinggal menunggu keadjaiban. Aku sungguh menyesal Tuan Putri." Cerita sang prajurit lalu pamit meninggalkan Taeyeon yang menangis.
"Wae?Wae? Kau berjanji akan kembali dengan selamat. Aku sudah menantikanmu, tapi mengapa Kau tak kembali." Isak Taeyeon dalam hati.
Pagi-pagi sekali Taeyeon bangun untuk menyiram tanaman di kebunnya sendiri tanpa ditemani para dayang.
"Anyeonghaseo, Putri. Sudah lama tidak berjumpa." Sapa seseorang yang dari suaranya seperti laki-laki yang tak asing lagi bagi Taeyeon.
Taeyeon pun membalikkan badannya untuk melihat orang yang menyapanya.
"Anyeonghaseo.." Sapa orang itu lagi.
"Kau..." Taeyeon tersentak melihat siapa orang yang sekarang dihadapannya. "Kamerad Park Jungsoo... Ku pikir Kau.." Ucapnya lagi kepada orang yang ia nantikan selama 5 tahun ini.
"Ne, Aku kembali. Mianhae jika aku meninggalkanmu tanpa kabar dalam waktu yang sangat lama. Itu karena Aku masih ada urusan dengan pemerintah Korea Utara. Sebenarnya Kami tidak berperang, tapi karena kami sedang melakukan beberapa urusan untuk perdamaian antara pihak Korut dan Korsel. Aku tahu, aku akan menetap disana selama 5 tahun dan aku takut Putri tidak mengijinkannya. Jadi, Aku memerintahkan anak buahku untuk berbohong padamu. Mianhae " Jelas Leeteuk.
"HYA!! Aku pikir Kau benar-benar meninggalkanku, saat mengetahui tentang itu, aku sangat terpuruk. Kau tahu, aku bisa menjadi seperti sediakala karena apa? Itu karena Kakakku terpaksa mendatangkan dokter psikologis buat mengobati depresiku." Pekik Taeyeon histeris sembari memukul pelan Leeteuk.
Leeteuk pun menangkap tangan Taeyeon yang hendak memukulnya, lalu menahannya.
"Apa ini? Lepaskan!." Jerit Taeyeon seketika
"Lebih keras lagi menghantamku , jika itu bisa membuat kamu puas." Cerca Leeteuk lalu memeluk Taeyeon.
Pelukan Leeteuk itu pun mampu meluluhkan hati Taeyeon, Taeyeon membalas pelukan Leeteuk dengan penuh haru.
"Tuan Putri, kali ini Aku akan menepati janjiku." Ujar leeteuk lalu berlutut dihadapan Taeyeon.
"Hya apa yang Kau lakukan cepat berdiri." Taeyeon terkejut.
"Cheosohamnida Putri, telah meninggalkanmu selama 5 tahun. Selama ini, Aku tidak punya keberanian untuk memberitahu pada dirimu." Ucap Leeteuk yang berlutut sembari menundukkan kepalanya. "Dan Aku kembali kepada Tuan Putri untuk menepati janji ini." Leeteuk mendongakkan kepalanya keatas lalu mengambil kotak yang berisikan sebuah cincin untuk Taeyeon dari dalam sakunya . "Maukah, Putri menikah denganku?." Leeteuk melamar Taeyeon sambil tersenyum
Taeyeon terdiam sesaat. Dia tahu kalau saat ini Dia sangat bahagia dan tak percaya, kalau orang yang dia cintai ini menghilang saat 5 tahun yang lalu, terus muncul melamarnya tiba-tiba.
"Tentu saja Kau harus menepati janjimu... Iya." Angguk Taeyeon tanpa ragu dengan senyum, lalu memeluk Leeteuk yang langsung dibalas oleh Leeteuk.
"Gamsabnida." Leeteuk pun memasangkan cincin itu kepada Taeyeon, kemudian mengecup dahi Taeyeon.
Flashback...
Semua prajurit kembali dengan selamat ke Seoul. Mereka juga bahagia karena, Korea selatan dan Korea Utara telah melakukan perdamaian dikedua belah pihak. Tapi ada 1 kabar buruk, pimpinan mereka Kamerad Park Jungsoo tidak ikut rombongan kembali ke Seoul.
"mana, Kamerad Park Jungsoo? kenapa Aku tidak melihatnya dari tadi." Tanya Taeyeon cemas kepada seorang anak buah Leeteuk.
"Cheosohamnida Tuan Putri." Kata prajurit itu dengan muka sedih.
"Waeyo? Kenapa Kamu begitu ekspresi wajahmu seperti itu." Pekik Taeyeon sambil mengguncang-guncangkan tubuh sang prajurit.
"Hmmm itu..itu.." Jawab sang Prajurit dengan terputus-putus.
"Itu apa? Ppali jelaskan kepadaku." Desak Taeyeon lirih.
"Itu karena Kamerad Park Jungsoo hilang dari rombongan, saat Kami bertempur. Kami sudah mencarinya kemana-mana, namun hasilnya nihil. Akhirnya Kamipun menghentikan pencarian, lalu pulang dan tinggal menunggu keadjaiban. Aku sungguh menyesal Tuan Putri." Cerita sang prajurit lalu pamit meninggalkan Taeyeon yang menangis.
"Wae?Wae? Kau berjanji akan kembali dengan selamat. Aku sudah menantikanmu, tapi mengapa Kau tak kembali." Isak Taeyeon dalam hati.
Flashback End....
Pagi-pagi sekali Taeyeon bangun untuk menyiram tanaman di kebunnya sendiri tanpa ditemani para dayang.
"Anyeonghaseo, Putri. Sudah lama tidak berjumpa." Sapa seseorang yang dari suaranya seperti laki-laki yang tak asing lagi bagi Taeyeon.
Taeyeon pun membalikkan badannya untuk melihat orang yang menyapanya.
"Anyeonghaseo.." Sapa orang itu lagi.
"Kau..." Taeyeon tersentak melihat siapa orang yang sekarang dihadapannya. "Kamerad Park Jungsoo... Ku pikir Kau.." Ucapnya lagi kepada orang yang ia nantikan selama 5 tahun ini.
"Ne, Aku kembali. Mianhae jika aku meninggalkanmu tanpa kabar dalam waktu yang sangat lama. Itu karena Aku masih ada urusan dengan pemerintah Korea Utara. Sebenarnya Kami tidak berperang, tapi karena kami sedang melakukan beberapa urusan untuk perdamaian antara pihak Korut dan Korsel. Aku tahu, aku akan menetap disana selama 5 tahun dan aku takut Putri tidak mengijinkannya. Jadi, Aku memerintahkan anak buahku untuk berbohong padamu. Mianhae " Jelas Leeteuk.
"HYA!! Aku pikir Kau benar-benar meninggalkanku, saat mengetahui tentang itu, aku sangat terpuruk. Kau tahu, aku bisa menjadi seperti sediakala karena apa? Itu karena Kakakku terpaksa mendatangkan dokter psikologis buat mengobati depresiku." Pekik Taeyeon histeris sembari memukul pelan Leeteuk.
Leeteuk pun menangkap tangan Taeyeon yang hendak memukulnya, lalu menahannya.
"Apa ini? Lepaskan!." Jerit Taeyeon seketika
"Lebih keras lagi menghantamku , jika itu bisa membuat kamu puas." Cerca Leeteuk lalu memeluk Taeyeon.
Pelukan Leeteuk itu pun mampu meluluhkan hati Taeyeon, Taeyeon membalas pelukan Leeteuk dengan penuh haru.
"Tuan Putri, kali ini Aku akan menepati janjiku." Ujar leeteuk lalu berlutut dihadapan Taeyeon.
"Hya apa yang Kau lakukan cepat berdiri." Taeyeon terkejut.
"Cheosohamnida Putri, telah meninggalkanmu selama 5 tahun. Selama ini, Aku tidak punya keberanian untuk memberitahu pada dirimu." Ucap Leeteuk yang berlutut sembari menundukkan kepalanya. "Dan Aku kembali kepada Tuan Putri untuk menepati janji ini." Leeteuk mendongakkan kepalanya keatas lalu mengambil kotak yang berisikan sebuah cincin untuk Taeyeon dari dalam sakunya . "Maukah, Putri menikah denganku?." Leeteuk melamar Taeyeon sambil tersenyum
Taeyeon terdiam sesaat. Dia tahu kalau saat ini Dia sangat bahagia dan tak percaya, kalau orang yang dia cintai ini menghilang saat 5 tahun yang lalu, terus muncul melamarnya tiba-tiba.
"Tentu saja Kau harus menepati janjimu... Iya." Angguk Taeyeon tanpa ragu dengan senyum, lalu memeluk Leeteuk yang langsung dibalas oleh Leeteuk.
"Gamsabnida." Leeteuk pun memasangkan cincin itu kepada Taeyeon, kemudian mengecup dahi Taeyeon.
***
Taeyeon memasuki pintu gereja yang penuh dengan
hiasan dan rangkaian bunga Lily dan mawar merah. Ia berjalan dengan anggun
bersama sang Kakak, Raja di Korea Selatan.Semua orang melihat kearahnya begitu pula namja tampan
yang sudah menunggunya di altar. Iya sang pemimpin Prajurit kerajaan, Kamerad Park Jungsoo,terlihat tampan dengan seragamnya . Pancaran senyuman bahagia nampak jelas di wajah keduanya.
Leeteuk menggenggam tangan Taeyeon saat sang Raja
meletakkan tangan milik Taeyeon di atas tangannya. Kini dua serasi itu telah
berdiri dihadapan tuhan untuk mengucapkan janji mereka.
“apa kau Park Jungsoo bersedia menjadi suami untuk Kim Taeyeon dalam keadaan susah, maupun senang,”
“Saya, Park Jungsoo dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh jemaatNya menyatakan bersedia
menjadi sebagai suami untuk Kim Taeyeon dan teman hidup. Saya berjanji saling terbuka, menerima, mengasihi, mengampuni, mengerti,
menguatkan, melayani, menjadi kepala rumah tangga yang baik,
bertanggung jawab serta membawa seisi keluarga (yang sudah ada maupun
yang dikemudian hari) untuk lebih mengenal dan takut akan Tuhan, baik
dalam keadaan sehat ataupun sakit, baik dalam keadaan cukup ataupun
kekurangan sampai kematian memisahkan kami.
”
“apa kau Kim Taeyeon bersedia menjadi Istri untuk Park Jungsoo dalam keadaan susah, maupun senang,”
“Saya, Kim Taeyeon dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh jemaatNya menyatakan bersedia
menjadi sebagai istri untuk Park Jungsoo dan teman hidup. Saya berjanji saling terbuka, menerima, mengasihi, mengampuni, mengerti,
menguatkan, melayani, menjadi kepala rumah tangga yang baik,
bertanggung jawab serta membawa seisi keluarga (yang sudah ada maupun
yang dikemudian hari) untuk lebih mengenal dan takut akan Tuhan, baik
dalam keadaan sehat ataupun sakit, baik dalam keadaan cukup ataupun
kekurangan sampai kematian memisahkan kami.
”
“kedua mempelai dipersilahkan memasang cincin di tangan pasangan masing-masing,”
Cincin sudah terpasang di jari masing-masing, Leeteuk dan Taeyeon saling bertatapan lembut mereka tersenyum bahagia.
*prookkkk..proookkkk*
Tepuk tangan dari semua undangan dan masyarakat Korea Selatan membuat mereka bahagia, Leeteuk mendekatkan wajahnya pada Taeyeon , mereka pun berciuman, kemudian melepasnya dan tersenyum bahagia. "Saranghae." Bisiknya pada Taeyeon yang membuat wajah Taeyeon merah terkesipu malu.
*prookkkk..proookkkk*
Tepuk tangan dari semua undangan dan masyarakat Korea Selatan membuat mereka bahagia, Leeteuk mendekatkan wajahnya pada Taeyeon , mereka pun berciuman, kemudian melepasnya dan tersenyum bahagia. "Saranghae." Bisiknya pada Taeyeon yang membuat wajah Taeyeon merah terkesipu malu.
The End
Gimana? jelek banget ya? mian ya udah bikin Oneshoot gaje. Tapi tetep comment Oke :). Gamsahabnida
Gimana? jelek banget ya? mian ya udah bikin Oneshoot gaje. Tapi tetep comment Oke :). Gamsahabnida

kereeeeen bangeeeet ! XD ikut senang bacanya :') keep writing ! XD
ReplyDeleteWah gamsahabnida chingu :D
DeleteDaebak!! terharu ama ceritanya. Dikirain leeteuknya bakal meninggal ternyata dia cuma bohong. Dasar anggel kekeke~ XD
ReplyDeletegomawo x)
DeleteTaeteuk.. Chukkae ne. Bagusss min hehe :D
ReplyDeleteGamsahabnida :D
DeleteGOOD ! AKU SUKA :D
ReplyDeleteWow keren bangetttt ne one shootnya... di tunggu ya one shott yang lain.. I like Taeteuk couple.... ^_^
ReplyDeleteso sweet,, :)
ReplyDeletekkkkkkkkkkeeeeeerrrreeeeennnnnn. :D {nurul}
ReplyDelete